Home / Fokus Redaksi / Evy Susanti Memang Istri (Muda) Gubsu
Istimewa
Istimewa

Evy Susanti Memang Istri (Muda) Gubsu

JAKARTA, WOL – Teka teki dan ketidakterusterangan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho soal status Evy Susanti yang santer sebelumnya disebut sebagai  istri muda Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho terjawab sudah.

Adalah pengacara Gatot Nugroho Razman Arif  Nasution yang membeberkan status Evy Susanti. Razman mengatakan, Evy Susanti adalah istri Gatot.

“Peran Bu Evi Susanti adalah istri beliau. Bu Evi berperan untuk membantu kerja suami,” kata Razman Arif  di gedung KPK Jakarta, hari ini.

Razman mendampingi kliennya Gatot Nugroho yang diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi suap majelis hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.

Istri Gatot yang diketahui banyak orang adalah Sutias Handayani. Sutias bahkan tercatat secara resmi sebagai istri pertama sang Gubernur termasuk di situs Wikipedia. Gatot dan Sutias menikah pada 1990 di karuniai anak Rumaisho Hanny Muti’ah, Afifah Radhiyatullah, Fauzia Dinny Hanif, Maryam Balqis Salimah, Aisyah Nailah Rabbaniy.

Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho selama ini belum pernah secara terang-terangan menjelaskan hubungannya dengan Evy. Namun, Ayah Kandung Gatot, DJ Tjokro Wardojo, mengakui jika Evi adalah istri muda anaknya.

“Namun, nikahnya sah. Kan, orang Islam boleh memiliki istri lagi. Nikahnya tidak awur-awuran juga,” Tjokro di Magelang, Jawa Tengah, Selasa 14 Mei silam.

Gubsu Gatot Pujo Nugroho sendiri ketika menjawab media, 16 Juli lalu memilih diam. “No comment,” ujarnya kala itu.

Namun Razman kecewa hubungan pernikahan keduanya diungkit-ungkit dalam kasus suap ini. Bahkan, keduanya, sudah dicegah ke luar negeri dalam pemeriksaan di KPK.

“Yang kecewa gini, KPK selalu seret semua orang. Nanti kalau enggak bisa dibuktikan character assasination, Bu Evi dalam rangka membantu kerja suami,” jelas dia.

Razman Arif juga membeberkan peran Evy dalam distribusi pemberian uang kepada Pengacara senior OC Kaligis yangd alama kasus tersebut juga telah dinyatakan tersangka dan ditahan KPK.

Evi menurut Ramzan sudah kenal dengan OC Kaligis jauh sebelum menjadi istri Gatot. “Beliau (Evy) sudah kenal OC Kaligis sejak beberapa tahun lalu sebelum bertemu Pak Gatot, kemudian bu Evi ini membantu misalnya Pak OC Kaligis akan berangkat ke Medan untuk mengikuti sidang TUN (Tata Usaha Negara) karena dia ingin kinerja pemerintahan tidak ingin terganggu maka dia keluarga dana untuk lawyer fee,” ungkap Razman.

Razman menegaskan bahwa uang yang dikeluarkan adalah untuk operasional pengacara. “Ini adalah operational fee, bukan untuk menyuap hakim, silakan buka rekaman, tidak pernah ada untuk suap-menyuap, tidak ada. Uangnya ada yang 5.000 dolar, 3.000 dolar, 10 ribu dolar,” tambah Razman.

Sumber dana itu menurut Razman berasal dari Evy sendiri yang berprofesi sebagai pengusaha.”Bu Evi kan pengusaha, tapi saya tidak tahu di bidang apa. Pak OC juga tegas mengatakan tidak ada hubungan dengan Bu Evy dan Pak Gatot dan bisa saja ini inisiatif dari saudara Gerry,” jelas Razman.

Dikatakannya, Gatot juga sudah menyatakan tidak tahu menahu pemberian uang terhadap saudara Gerry yang diberikan ke PTUN. “Yang perlu digarisbawahi pernyataan Pak OC Kaligis di media ini tidak melibatkan Pak Gatot,” jelas Razman.

KPK pun sudah mencegah Gatot pergi keluar negeri selama enam bulan ke depan bersama dengan lima orang lain yaitu Julius Irawansyah Mawarji, Yulinda Tri Ayuni, Yeni Oktarina Misnan, OC Kaligis dan Evy Susanti.

KPK sudah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus ini yaitu sebagai penerima suap terdiri atas Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro (TIP), anggota majelis hakim Amir Fauzi (AF) dan Dermawan Ginting (DG) serta panitera/Sekretaris PTUN Medan Syamsir Yusfan (SY), sedangkan tersangka pemberi suap adalah pengacara senior OC Kaligis dan anak buahnya bernama M Yagari Bhastara Guntur (MYB) alias Gerry.

Selain Kaligis, kelimanya ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di PTUN Medan pada 9 Juli 2015 dan mengamankan uang 15 ribu dolar AS (sekitar Rp195 juta) dan 5 ribu dolar Singapura (sekitar Rp45 juta) di kantor Tripeni.

Tindak pidana korupsi itu terkait dengan gugatan ke PTUN Medan yang dilakukan oleh mantan Kepala Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Sumut Ahmad Fuad Lubis atas terbitnya sprindik (surat perintah penyidikan) dalam perkara penyalahgunaan dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2012, 2013 dan 2014 oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Terhadap sprindik tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengajukan gugatan ke PTUN Medan dengan menunjuk Gerry sebagai pengacara untuk melakukan pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara terkait dengan UU No 30 tahun 2014 tentang administrasi pemerintahan di PTUN.

Berdasarkan UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, PTUN yang berhak menilai apakah aparat sipil negara melakukan penyalahgunaan wewenang.

Dalam putusannya, hakim Tripeni dan rekan menyatakan permintaan keterangan oleh jaksa kepada Fuad Lubis ada unsur penyalahgunaan kewewenangan. (ant/hls/metrotv)

Check Also

WOL Photo

Gubsu Dinobatkan Sebagai Tokoh Peduli Dakwah

MEDAN, Waspada.co.id – Kehadiran Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr HT Erry Nuradi di acara Semarak ...

One comment

  1. http://medanesia.com/topic/25/ganja-obat-kangker-fakta-kenapa-ganja-diillegalkan-oleh-mafia-bom-nuklir-dilegalkan-part-1

    GANJA OBAT KANKER.

    Fakta bukanlah Dunia Khayalan, karena hanya Elite Dunia yang telah merekayasa dan menciptakan semua khayalan itu agar masuk ke dalam otak mereka yang minim ilmu pengetahuan, supaya para Elit Dunia dapat selalu mempertahankan bisnis multi trilyun dollar melalui industri-industri farmasi raksasa milik mereka, agar tetap dapat mengontrol penyakit dan obat yang dikonsumsi oleh tiap insan manusia sejagad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.