_
Home / Fokus Redaksi / Erry dan Gatot Hanya 1 Bulan Harmonis
foto: Antara

Erry dan Gatot Hanya 1 Bulan Harmonis

JAKARTA, WOL – Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara (Plt Gubsu), Tengku Erry Nuradi, menyatakan hubungannya dengan Gatot Pujo Nugroho (Gubernur Sumut nonaktif) tidak harmonis sejak awal masa jabatan. Erry mengaku komunikasinya dengan Gatot hanya berjalan satu bulan.

“Untuk bertemu, berdiskusi, sampai dua tahun komunikasi sangat kurang. Seingat saya hanya satu bulan pertama saja,” kata Erry saat bersaksi untuk terdakwa Gatot Pujo Nugroho dan Evi Susanti di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (3/2).

Gatot dan Erry mulai memimpin Provinsi Sumut pada 17 Juni 2013. Ketidakharmonisan itu, menurut Erry, berlanjut hingga Gatot dibebastugaskan dari jabatannya pada 3 Agustus 2015. Saat itu, Gatot ditahan di LP Cipinang Jakarta, karena terjerat kasus korupsi dana Bansos.

Erry mengatakan, selama menjabat wakil gubernur, dirinya tidak pernah diberikan kewenangan langsung oleh Gatot selaku atasannya. Bahkan, mereka berdua tak pernah berbicara empat mata untuk memperbaiki komunikasi yang buruk itu.

Erry mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab ketidakharmonisan itu. Dirinya mengaku pernah meminta bertemu Gatot untuk memperbaiki hubungan mereka. Namun, pertemuan tersebut urung terlaksana hingga saat ini.

“Saya belum tahu pasti apa penyebabnya. Saya sudah minta ketemu, tapi mungkin Pak Gatot sibuk jadi tak pernah bertemu. Selama dua tahun kami kurang berkomunikasi,” ujarnya.

Ketua DPRD Sumut, Ajib Shah, ikut memberi perhatian terhadap hubungan Erry dan Gatot. Ajib menjanjikan akan mempertemukan keduanya karena dinilai mampu melakukan islah akibat suaranya kerap didengar Gatot. Namun, upaya itu juga tidak terlaksana.

“Tentu yang bisa mengislahkan adalah orang-orang yang omongannya bisa diikuti oleh Pak Gubernur. Ketua DPRD Ajib Shah pernah menyampaikan untuk mengislahkan saat baru dilantik, tapi tak terjadi,” kata Erry.

Islah kedua pejabat eksekutif itu baru dilakukan di kantor DPP Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta. Erry mengatakan pertemuan itu dimediasi oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan dihadiri pengacara Otto Cornelis Kaligis. Erry merupakan ketua DPW Partai NasDem Sumut dan Gatot adalah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sebelumnya, Gatot dan Evy didakwa telah memberikan uang Rp200 juta kepada mantan Sekjen Partai NasDem, Patrice Rio Capella. Uang itu diberikan melalui Fransisca Insani Rahesti, anak buah OC Kaligis, untuk memuluskan jalannya islah.

适适

Dalam persidangan sebelumnya, Rio menyatakan permintaan islah pernah diutarakan Gatot pada April 2015, sebulan sebelum pertemuan islah di kantor DPP Partai NasDem. Rio saat itu menolak. Alasannya karena tidak mengenal dekat dengan Erry.(wol/aa/cnni/data2)
Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Surya Paloh Disebut Lebih Pantas Jadi Capres Ketimbang Anies Baswedan

JAKARTA – Ketua Umum Partai Nasdem disebut lebih pantas jadi calon presiden pada Pilpres 2024 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.