_
Home / Fokus Redaksi / Apindo Sumut: PHK Massal Pilihan Terakhir
Sekjen Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Utara, Laksamana Adiyaksa (kanan)/hariansib.co

Apindo Sumut: PHK Massal Pilihan Terakhir

MEDAN, WOL – Ancaman krisis ekonomi yang sedang melanda Indonesia dari segala sektor akan menjadi pukulan berat bagi para pekerja di perusahaan-perusahaan lokal.

Salah satu pemicunya adalah dengan terpuruknya nilai tukar rupiah yang jebol di angka 14.000 dolar Amerika. Dengan anjloknya rupiah terhadap dolar yang pada akhirnya akan berdampak kepada semua sektor seperti perusahaan industri yang memungkinkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pemberhentian terhadap para pekerja. Karena pemasukan tidak berimbang dengan pengeluaran dan membuat perusahaan harus susun strategi untuk terus menstabilkan manajemen produksi perusahaan tersebut.

Sekjen Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Utara, Laksamana Adiyaksa kepada Waspada Online, Kamis (3/9) mengatakan pelaku usaha berupaya terus dalam melakukan kestabilan dalam memanajemen usaha tersebut, dan selalu berupaya terbuka dengan pekerja karena hubungan pelaku usaha dengan pekerja sangat erat.

“Jadi dengan krisisnya ekonomi di Indonesia dan terpuruknya nilai rupiah terhadap dolar tidak menjadi sebuah ancaman bagi para pekerja yang dikatakan bahwasanya akan terjadi kemungkinan melakukan PHK massal terhadap para pekerja, karena saya kira PHK itu merupakan pilihan terakhir,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pelaku usaha akan terus melakukan upaya-upaya untuk tetap tidak merubah sektor yang ada walaupun sekarang dengan nilai tukar rupiah yang terpuruk dan berdampak pada semua sektor di bidang usaha maupun bidang lainnya.

Selain itu, terkait terpuruknya rupiah yang berimbas di semua sektor, diharapkan kepada pemerintah untuk bisa melakukan kebijakan-kebijakan yang bisa membantu perekonomian Indonesia, mungkin salah satunya dengan  mengurangi impor dari negara luar seperti beras dan daging.

“Dan kita harus prioritaskan kebutuhan pokok dan mengurangi kebutuhan tambahan seperti elektronik yang mungkin sangat berpengaruh dengan naiknya dollar kerena kebanyak barang elektronik di impor dari luar dan harga pasti naik,”ungkapnya.

Laksamana mengimbau pemerintah, harus memegang peranan untuk mengutamakan kebutuhan pokok dan mengurangi impor untuk pelan-pelan melakukan kestabilan nilai tukar rupiah dan bisa turun, serta ini sangat membantu para pekerja dan ekonomi masyarakat.

Terpisah, Ketua Serikat Pekeja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Medan, Jahotman Sitanggang, mengakui arus PHK massal sudah mulai terlihat di daerahnya akibat terpuruknya perekonomian Indonesia saat ini.

Beberapa rekannya yang menjadi anggota serikat buruh di bawah SPSI sudah dirumahkan sementara oleh pengusaha. Meski sifatnya masih dirumahkan, namun mereka khawatir kondisi ini akan terus berlanjut jika perekonomian tidak kunjung membaik.

“Di Medan sekarang sudah mulai ada ancaman PHK, saat ini sudah ada beberapa rekan kami yang dirumahkan,” katanya, Kamis (3/9).

Jahotman menjelaskan, perusahaan tempat rekan-rekannya bekerja mulai goyah. Kondisi ini tidak hanya terjadi pada industri kecil dan menengah, tetapi juga industri besar. “Seperti kami misalnya, di Industri Karet Deli (IKD). Sekarang perusahaan sudah goyang dan sudah memakai dana cadangan. Kalau dana cadangan sudah habis, maka perusahaan tentu akan kolaps,” ungkapnya.

Mereka berharap pemerintah lebih cepat mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan dunia usaha dan tenaga kerja yang saat ini tengah terancam. “Kami minta pemerintah memiliki inisiatif dan kebijakan mendesak untuk memberdayakan agar usaha tetap berjalan. Kalau bisa, beri subsidi tenaga kerja dan kemudahan bagi pengusaha,” seru Jahotman. (wol/eko/data2)

Editor: AGUS UTAMA

Check Also

Berikan Kemudahan, Tagihan Jargas Bisa Dicicil

MEDAN, Waspada.co.id – Memberikan kemudahan kepada masyarakat, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memberlakukan pembayaran ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.