_
Home / Fokus Redaksi / Hukum Berat, 11 Pemerkosa Belia di Samosir
Istimewa

Hukum Berat, 11 Pemerkosa Belia di Samosir

MEDAN, WOL – Kepolisian Resort Samosir Kepolisian Daerah Sumatera Utara harus segera menangkap 11 terduga pelaku perkosaan terhadap seorang anak belia  IS  (16) di Desa Suhisuhi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara.

Apalagi si korban yang sedang dalam hamil 7 bulan dan memiliki
keterbelakangan mental.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA)Arist Merdeka Sirait mengatakan, para pelaku layak dihukum berat.

“Ini kejahatan yang sangat luar biasa dan keji dikakukan warga kampung sendiri. Saya ingatkan agar polisi, dalam hal ini Polres Samosir segera menangkap ke-11 pelaku. Karena ini adalah kejahatan kemanusiaan,” tegas Arist di Medan, akhir pekan.

Menurut Arist, polisi tidak memiliki alasan untuk tidak segera
menangkap pelaku. Laporan, pengakuan, dan hasil visum korban sudah bisa dijadikan dasar menangkap pelaku. Apalagi korban yang masih berusia anak-anak kini tengah hamil.

Untuk memeberikan bantuan advokasi dan untuk mengetahui peris
kejadian, Komnas PA akan mengirimkan tim ke Samsoir. “Diperkirakan mereka sampai besok,” imbuh Arist.

IS (16) diduga diperkosa oleh 11 orang di kampungnya. IS diperkosa
oleh 11 orang dalam waktu yang berbeda. Salah satu di antara pelaku disebut merupakan Kepala SD berinisial BS hingga korban hamil 7 bulan.

Dari informasi, awal mula pemerkosaan terhadap gadis di bawah umur tersebut, dilakukan oleh pelaku J. Laki-laki itu melancarkan aksinya dengan mengancam akan memerkosa adik korban jika tidak menuruti kemauannya.

Setelah memuaskan nafsu bejatnya, J kemudian menawarkan IS kepada pelaku lain. Alhasil, sembilan pelaku itu pun ikut menyetubuhi korban.

Untuk menutup mulut korban, pelaku sempat memberikan uang sebesar Rp 20.000 kepada IS.

Pencabulan ini terungkap oleh keluarga korban saat J kembali mencoba menyetubuhi IS pada Juli 2015. J tertangkap basah saat hendak memerkosa IS. Di situ terbongkar jika IS telah diperkosa oleh 10 pemuda dan Kepala SD hingga hamil 5 bulan.

“Karena pelapor sepertinya ada keterbelakangan mental,” kata Kapolres Samosir, AKBP Eko Suprihanto, akhir pekan.

Kepada polisi, IS mengaku bahwa BS selaku Kepala SD bukan hanya sekali memperkosanya, tapi sebanyak tiga kali. Peristiwa itu terjadi pada Desember 2014.

BS mengiming-ngimingi IS akan diberikan ijazah SD nya yang belum
diambil lantaran tidak punya uang. Pelaku lantas mengajak korban ke rumahnya. Tanpa rasa curiga, IS pun mengamini tawaran BS. BS kemudian membawa IS ke sebelah rumahnya yang kosong. Pada saat itu lah BS menggagahi korban.

Usai melakukan aksi itu, BS tidak juga memberikan ijazah. BS justru
memanfaatkan ijazah itu untuk memperkosa IS pada hari yang berbeda.

Dengan memberi ancaman, BS mencabuli IS sampai tiga kali.

Meski sudah mendapatkan sejumlah keterangan dari korban, polisi baru menetapkan satu dari 11 pelaku, yaitu JS alias K (45), seorang petani.

Namun hingga kini, pihaknya belum menetapkan tersangkaa dalama kasus ini. “Penetapan tersangka itu berdasarkan gelar perkara dan minimal 2 alat bukti yakni visum et repertum, keterangan korban dan saksi kakak korban serta 1 unit kendaraan roda dua dan sandal milik tersangka,” ujar Eko.

Eko berjanji akan mengusut kasus ini sampai tuntas. Sekalipun, lanjut Eko, anak dari salah satu pelaku pencabulan yakni BS adalah seorang anggota polisi. Eko membantah bahwa status anak BS sebagai salah satu anggota akan menghentikan penanganan kasus tersebut.

“Pasti (kami proses). Kasusnya tetap kami proses,” ujar Eko.

Selain tanggung Polres Samosir, Pemda Samosir juga diminta turun
tangan dan memberi perhatian pada kasus ini.  “Kasus ini tamparan bagj Pemkab Samosir dan Pemprov Sumut,” ujar Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait.(wol/lvz/data1)

Check Also

Rotasi Gurning Kontra Perserang Berhasil

MEDAN, Waspada.co.id – PSMS Medan kembali meraih hasil positif saat menjamu Perserang Serang dalam lanjutan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: