Home / artikel / Peran Luas Panen dan Produktivitas Terhadap Pertumbuhan Produksi Padi

Peran Luas Panen dan Produktivitas Terhadap Pertumbuhan Produksi Padi

Rohma Santi Saragih, SST

WOL – Kabupaten Batu Bara adalah daerah dengan wilayah sebagian besar pertanian dan masyarakatnya hidup dari bercocok tanam. Oleh karena itu, pembangunan sektor pertanian merupakan sektor penggerak perkembangan ekonomi dan laju pertumbuhan ekonomi.

Dalam hal ini sektor pertanian masih merupakan salah satu sektor tumpuan yang diharapkan dalam proses pertumbuhannya dapat memenuhi kebutuhan komsumsi masyarakat cenderung meningkat.

Hal ini ditunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang hidup atau bekerja pada sektor pertanian serta produk nasional yang berasal dari pertanian, artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian (Mubyarto, 1986).

Pada tahun 2014, dari total 141.156 penduduk berumur 15 tahun keatas yang bekerja di Kabupaten Batubara, sebanyak 36,79 persen atau sekitar 51.925 jiwa penduduk bekerja di sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.

Pentingnya peran sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dalam pembangunan daerah diantaranya sebagai penyerap tenaga kerja, menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB), sumber devisa, bahan baku industri, sumber bahan pangan dan gizi, serta pendorong bergeraknya sektor-sektor ekonomi lainnya.

Dalam lingkungan yang lebih sempit, pembangunan pertanian diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat tani pada faktor produksi diantaranya sumber modal, teknologi, bibit unggul, pupuk, dan sistem distribusi, sehingga berdampak langsung dalam meningkatkan kesejahteraan petani (Apriantono, 2007).

Pada tahun 2014, sektor pertanian memberikan kontribusi kedua terbesar, setelah sektor Industri Pengolahan, terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Batubara, yaitu sekitar 20,54 persen. Sama seperti tahun sebelumnya.

Tanaman utama pertanian di Batu Bara adalah padi. Padi merupakan tanaman pangan yang menghasilkan beras sebagai sumber makanan pokok penduduk Batu Bara. Dalam pemenuhan kebutuhan akan bahan pangan, Kabupaten Batubara mempunyai peranan penting khususnya dalam menjaga ketahanan pangan di Sumatera Utara ini.

Kabupaten Batu Bara merupakan salah satu kabupaten penghasil beras terbesar di Sumatera Utara yang menghasilkan gabah 171.459 Ton pertahun dan setelah diolah menjadi beras dapat menghasilkan 108.363 ton pertahun, hal ini disampaikan Bupati Batu Bara H OK Arya Zulkarnain,SH.MM yang diwakili oleh wakil Bupati Batu Bara H RM Harry Nugroho,SE sehati upacara kesadaran nasional di kantor Bupati Batu Bara pada tanggal 13 November 2014.

Dari jumlah beras yang di hasilkan dikalikan dengan kebutuhan sejumlah poduksi kebutuhan di Kabupaten Batu Bara, maka kita masih mengalamai surplus (kelebihan) atau mengalami peningkatan hasil produksi beras di Kabupaten Batu Bara sebanyak 56-255 ton beras tiap tahunnya. Artinya, Kabupaten Batubara menjadi penyumbang dalam memenuhi kebutuhan beras untuk daerah lain di Sumatera Utara.

Yang menjadi permasalahannya adalah lahan pertanian semakin lama semakin berkurang, sebagai akibat beralihnya fungsi lahan pertanian ke non pertanian. Tercatat penyusutan lahan pertanian di Kabupaten Batu Bara setiap tahunnya. Sementara kebutuhan pengan terus meningkat sebagai akibat dari bertambahnya jumlah penduduk, dan pertumbuhan industri yang menggunakan bahan baku dari beras.

Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Padi
Jumlah produksi padi mempunyai kecenderungan positif dengan total produksi pada tahun 2007 sebesar 169.921 ton dan 173.841 ton pada tahun 2014. Akan tetapi pada tahun 2010 terjadi penurunan produksi yang cukup signifikan yaitu 22,49 persen seiring dengan produktivitas yang turun 14,97% dan luas panen turun 8,85%.

Pada tahun 2012 terjadi peningkatan pertumbuhan produksi padi sebesar 18,09 persen menjadi sebesar 189.392 ton. Hal tersebut didukung oleh peningkatan produktivitas dan luas panen masing-masing sebesar 10,63 persen dan 6,43 persen.

Sumber Pertumbuhan
Lambatnya pertumbuhan produksi padi di Kabupaten Batu Bara perlu mendapatkan prioritas untuk segera ditangani, Lambatnya produksi terjadi karena cenderung menurunnya luas panen dan produktivitas terlebih pada tahun 2010. Pada periode 2008 – 2011 pengaruh luas panen lebih besar dibandingkan produktvitas terhadapat pertumbuhan produksi padi di Kabupaten Batu Bara.

Sementara pada tahun 2012 pertumbuhan meningkat kembali dikarenakan terjadi kenaikan luas panen dan produktivitas masing-masing sebesar 6,43 persen dan 10,63 persen, dimana pengaruh produktivitas lebih besar dibandingkan dengan luas panen pada tahun 2012-2014.

Turunnya peran luas panen dimungkinkan karena semakin sempitnya lahan sawah dan insensitas tanam yang belum maksimal. Lahan sawah yang pada mulanya untuk ditanami padi, setiap tahun banyak yang beralih fungsi untuk keperluan sektor non pertanian, seperti perumahan, kawasan industri, dan lain sebagainya. Permasalahan tersebut bisa diatasi dengan cara menambah insensitas tanam karena luas panen merupakan hasil perkalian antara luas lahan sawah dengan insensitas tanam.

Peningkatan intensitas tanam bisa diupayakan dengan penciptaan inovasi-inovasi baru seperti memperpendek umur padi dan rekayasa lingkungan. Upaya lain yang bisa dilakukan dengan memperbaiki infrastruktur pertanian-irigasi. Pengairan yang bagus mampu mengairi sawah lebih luas dan sepanjang tahun bisa menambah intensitas tanam. Bertambahnya intensitas tanaman akan menambah jumlah produksi sebesar produksi dalam satu kali panen.

Agar terjadi peningkatan pertumbuhan produksi padi, disarankan untuk tidak hanya pada satu sumber saja (luas panen atau produktivitas), tetapi bisa dilakukan dengan meningkatkan peran dari dua sumber yang ada. Peningkatan luas panen dengan memperbanyak intensitas tanam yang bisa dilakukan dengan memperpendek umur tanam padi dan memperbaiki infrastruktur utamanya irigasi.

Penyerapan teknologi pertanian sangat diperlukan dalam upaya diversifikasi hasil pertanian. Sebenarnya prospek ekonomi bagi para petani padi ini sangat besar, mengingat padi merupakan kebutuhan pokok masyarakat (baik daerah maupun nasional).

Apalagi bila didukung dengan kebijakan pemerintah yang memihak petani, dapat mendorong kesesuaian harga komoditas padi. Oleh karena itu bila para petani dapat meningkatkan hasil produksinya, maka akan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan bagi keluarga. (wol/ags/data1)

Penulis adalah PNS Fungsional Statistisi di Badan Pusat Statistik Kabupaten Batu Bara

Check Also

Kalah, Medan Utama Sesalkan Kinerja Wasit

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Liga 3 asal Sumatera Utara, Medan Utama FC, gagal melaju ke ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: