_
Home / Artikel Pembaca / Platform, Produk, dan Saluran Ubah Layanan Keuangan

Platform, Produk, dan Saluran Ubah Layanan Keuangan

Oleh:
Hendra Arbie

Waspada.co.id – Pergeseran besar dalam produk, saluran, dan peluang platform mengubah cara bank dan atau institusi keuangan dapat bersaing. Menurut laporan Innovation in Retail Banking Edisi 2018 menemukan saat ini, banyak lembaga keuangan tidak memiliki strategi digitalisasi yang pasti. Tetapi di masa depan, organisasi yang gesit, responsif, dan maju secara teknologi akan menandai pemenang dalam pesaingan.

Hampir 9 dari 10 lembaga keuangan percaya bahwa transformasi digital akan secara fundamental mengubah layanan yang mereka tawarkan dan sepenuhnya merubah lanskap kompetitif industri.

Terlepas dari kepercayaan yang luar biasa ini, sebagian besar organisasi tidak memiliki strategi digital. Ini menimbulkan dilema yang dapat berdampak pada kemampuan untuk menghilangkan ancaman dan memanfaatkan peluang di masa depan.

Solusinya adalah agar bank atau institusi keuangan dapat melihat ke dalam organisasi mereka. Mereka perlu memahami posisi kompetitif mereka saat ini, kekuatan dan kelemahan, budaya dan kemampuan internal.

Banyak organisasi perlu mempertimbangkan bagaimana mereka dapat merestrukturisasi model distribusi mereka, meningkatkan proposisi nilai mereka, dan memberikan solusi digital yang berpusat pada nasabah yang akan meningkatkan kepuasan nasabah dan meningkatkan pertumbuhan pada akhirnya.

Transformasi digital harus terjadi sebagai strategi komprehensif untuk seluruh perusahaan – sebuah upaya yang dipimpin dari inisiatif dari yang paling atas dalam hal ini CEO atau pun Direktur Utama. Jadi posisi CEO atau direktur utama sangat menentukan arah layanan perbankan. Mereka harus berfikir ekstra keras agar mampu semaksimal mungkin memuaskan keinginan nasabah.

Itu karena industri perbankan berada di tengah-tengah transformasi digital besar-besaran, organisasi semakin menggunakan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Nilai sebenarnya dari otomatisasi cerdas sebenarnya mungkin sebagai pendorong pertumbuhan pendapatan yang meningkat dan peningkatan kepuasan nasabah.

Sayangnya, sebagian besar lembaga keuangan masih hanya menggaruk permukaan potensi manfaat digitalisasi di luar penghematan biaya. Sementara banyak yang telah menerapkan beberapa teknologi canggih, sebagian besar hanya bergerak maju berdasarkan iteratif, sebagai lawan dari merangkul dengan antusias teknologi apa pun untuk potensi optimalnya.

Problem pasti muncul. Perubahan yang besar dan radikan akan membawa dampak. Diterima oleh karyawan atau tidak, mampu memuaskan pelanggan atau tidak? mampukah menambah efisiensi dan meningkatkan keuntungan perusahaan atau tidak? Semua pertanyaan itu tentu akan terjawab.

Hasil laporan tersebut yang dirilis McKinsey &Company, perusahaan konsultan bisnis yang berkantor pusat di Amerika Serikat (AS). Laporan tersebut disusun oleh Sonia Barquin, Guillaume de Gantes, Vinayak HV, dan Duhita Shrikhande. McKinsey mensurvei 900 pelanggan jasa keuangan di seluruh Indonesia pada 2017. Survei tersebut dilakukan untuk kebiasaan menggunakan jasa bank. Responden itu juga bagian dari survei terhadap 17 ribu nasabah di 15 negara di Asia.

Dari laporan berjudul Digital Banking in Indonesia:Building loyalty and generating growth, menunjukkan ada tiga tren utama yang akan terus berlanjut mengubah bentuk untuk nasabah ritel perbankan di Indonesia. Tiga hal itu antara lain diversifikasi hubungan perbankan, meningkatnya penerimaan konsumen terhadap teknologi digital peningkatan penggunaan saluran digital oleh pelanggan.

Analis McKinsey menyebutkan sejumlah faktor mendukung perpindahan ke teknologi digital perbankan di Indonesia. Selain peningkatan penggunaan internet dan smartphone, pertumbuhan e-commerce juga mendorong perbankan di Indonesia juga memenuhi permintaan untuk penggunaan digital. Bank berusaha mendorong nasabah atau pelanggan dan menjelaskan mengenai perbankan online yang sering digunakan sehingga membuat nasabah mencoba saluran digital.

Satu kata kuncinya adalah, layanan perbankan akan berubah. Perubahan platform dan saluran tentu akan dimulai dari sistem perbankan. Kelak nasabah akan semakin dimanjakan. Perubahan ini menuntut perbankan bergerak cepat dan menginisiasi layanan baru sesuai lajunya zaman. (**)
Penulis adalah Wakil Ketua Kadin Sumatera Utara Bidang Perbankan

Check Also

Fintech Primadona Pembiayaan ‘Zaman Now’

Oleh: Hendra Arbie Waspada.co.id – Perusahaan rintisan yang didirikan oleh sekelompok anak muda, mantan eksekutif ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.