_
Home / Artikel Pembaca / Pelajaran Dari WeChat Untuk Perbankan
Hendra Arbie

Pelajaran Dari WeChat Untuk Perbankan

Oleh:
Hendra Arbie

Waspada.co.id – KIKI, milenial bekerja paruh waktu di biro iklan mengeluhkan setiap melakukan pembayaran melalui ponselnya harus membuka aplikasi dompet digital di ponsel cerdasnya, memeriksa saldo tabungannya. Kiki harus membuka apps Mobile Banking-nya, untuk ‘chatting’ dengan teman-temannya diharuskan lagi membuka apps ‘pertemanan’.

Untuk memesan transportasi online, Kiki harus membuka apps lain pula. Kenapa tidak ada ‘super apps’ yg menjawab kebutuhan Kiki tersebut?

Kalau kita berdiskusi masalah teknologi, kita sekarang hidup dalam lingkaran yang diberi nama ‘kemudahan hidup’ segala jenis apps ada di ponsel cerdas, tinggal diunduh. Biasanya apps tersebut berfungsi untuk satu kegunaan, untuk dompet digital, e-commerce, transportasi online, perbankan dan lain-lain. Nah dapat kita bayangkan, akan lebih mudah lagi jika seluruh aplikasi tersebut ada dalam satu platform. Dan itu sudah ada yaitu WeChat.

Beberapa jenis layanan yang disediakan WeChat, antara lain, melakukan pembayaran, menjadwalkan janji dengan dokter, membayar denda lalu lintas, ‘bicycle sharing, mengelola kartu kredit, pemesanan transportasi, memeriksa ‘crowd density’, mencari trending online, ‘business communication and tracking, memanggil telepon rumah / perangkat seluler. virtual reality, membeli asuransi.

WeChat juga sudah bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan pusat pelatihan di China. Kerja sama ini memungkinkan para siswa untuk melakukan pembelian makanan di kantin, mengecek nilai ujian dan fungsi-fungsi lainnya.

Di Walmart, pengguna WeChat juga tidak perlu antri untuk membayar karena mereka tinggal pindai produk yang dibeli dan membayarnya di aplikasi. Bahkan, kini Tencent dilaporkan tengah mengembangkan asisten pintar seperti Siri, bernama Xiaowei, untuk dioperasikan di layanan transportasi online yang terintegrasi dengan aplikasi.

WeChat (dulu bernama Weixin) dikembangkan oleh Tencent di Guangzhou Research Center, diluncurkan secara resmi di pasar China 2011. Sekarang WeChat sudah ada di lebih 25 negara, tapi masih di dominasi oleh Pasar Mobile di China, dengan lebih 1 miliar MAUs (monthly avtive users), menjadi sebuah bagian kehidupan yang tak terpisahkan oleh masyarakat disana, terutama yang berusia 20-35 tahun, tidak bisa lepas dengan aplikasi ini.

Menurut survey Tencent, 60% users membuka aplikasi ini lebih dari 10 kali dalam sehari, 21% users bahkan membuka aplikasi ini 50 kali sehari.

Rata-rata waktu dihabiskan didalam aplikasi ini lebih dari 66 menit, 17% users bahkan memakai aplikasi ini selama 4 jam perhari. Keberadaan WeChat di China sangat meresap di kalangan masyarakat, coba saja jalan di seputaran kota-kota di China, seorang teman yang baru pulang dari Shanghai mengatakan beli cakue dari gerobak kaki lima mereka memakai dompet digital yang ada didalam ponsel.

Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari superApps ini ? Pertama mereka dapat menjadi pemimpin teknologi dan mengembangkan produk dan layanan digital yang melampaui apa yang sedang dilakukan di sebagian besar negara lain. Kedua adalah bahwa untuk membangun platform dan ekosistem digital yang tak ternilai – jika Anda memiliki produk yang berpusat pada konsumen, dengan fitur luar biasa.

WeChat menawarkan suatu platform yang menyederhanakan dan memudahkan kehidupan konsumen melalui teknologi. Bahkan Boss Facebook mempunyai keinginan untuk membuat hal yang sama menyatukan seluruh aplikasi milik mereka dalam satu platform, hal ini terungkap dalam sebuah postingan nya di Facebook belum lama ini.

Masa depan perbankan dan komunikasi terintegrasi sudah ada di depan mata. (**)

Penulis Adalah Wakil Ketua Kadin Sumut Bidang Perbankan

Check Also

Haruskah Bank Berkolaborasi Dengan Unicorn?

Oleh: Hendra Arbie Waspada.co.id – Ditengah pesatnya teknologi sekarang, dan berkembangnya perusahaan start up yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.