Home / Artikel Pembaca / Mengenal Konflik dan Resolusinya

Mengenal Konflik dan Resolusinya

Oleh: Kompol M Purbaya SH SIK MT

WOL – Keamanan dan ketertiban merupakan suatu kondisi dinamis masyarakat sebagai salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan nasional dalam rangka tercapainya tujuan nasional yang ditandai dengan terjaminnya keamanan, ketertiban dan tegaknya hukum. Serta terbinanya ketentraman yang mengandung kemampuan membangun, membina dan mengembangkan potensi serta kekuatan masyarakat dalam menangkal, mencegah dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk-bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat.

Hal ini selaras dengan program pembangunan pemerintah khususnya di bidang keamanan yang terkandung dalam NAWCITA – 9 agenda prioritas yang salah satunya “akan menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara”.

Berdasarkan hal tersebut, maka persoalan pembangunan di bidang keamanan khususnya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, menjadi masalah yang sangat krusial seiring dengan perkembangan lingkungan strategi pada era globalisasi yang ditandai dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi telah ikut mendorong meningkatnya kesadaran dan daya kritis masyarakat terhadap kinerja pemerintah termasuk pada aparat keamanan dalam mendapatkan hak-haknya untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari yang ditandai dengan adanya safety, surety, peace dan prospherity.

Namun pada kenyataannya di lapangan, perkembangan lingkungan strategi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat selain memiliki dampak positif pada adanya kemudahan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari juga telah berimplikasi pada timbulnya sikap individualisme, sekat-sekat sosial maupun hilangnya semangat gotong-royong dan rasa persatuan di tengah masyarakat itu sendiri, yang cenderung lebih mementingkan pribadi maupun kelompoknya tanpa menghiraukan aturan-aturan sosial yang berlaku.

Adanya ketidak pedulian dan ketidak patuhan masyarakat terhadap peraturan yang telah digariskan dewasa ini, diproyeksi dapat memicu terjadinya berbagai pertentangan yang menjurus kepada konflik antar kelompok masyarakat dimasa mendatang.

Fenomena konflik khususnya konflik sosial dari masa ke masa mengalami pergeseran maupun transformasi yang cukup signifikan yang dapat dikategorikan dalam tiga macam bentuk konflik sosial.

Yaitu pertama: konflik sosial yang memang sudah terjadi sejak sebelum era reformasi. Kedua: konflik sosial yang muncul di tengah-tengah proses reformasi dan ketiga: konflik sosial sebagai turunan (derivatif) dari bentuk pertama dan kedua. Ketiga bentuk konflik sosial tersebut dapat digolongkan dalam konflik horizontal dan konflik vertikal.

Pada dasarnya, konflik adalah suatu tindakan permusuhan antara dua pihak (antar perorangan atau antar kelompok) yang terwujud sebagai tindakan saling menghancurkan untuk memenangkan suatu tujuan tertentu.

Tujuan tertentu tersebut bisa berupa sumber-sumber daya dan rezeki, kehormatan jati diri atau kelompok, atau karena kesemuanya itu, seringkali pihak-pihak yang sedang berada dalam semangat konflik lupa akan tujuan utama yang ingin dicapai. Karena dalam keadaan konflik, yang menjadi tujuan utama dari mereka adalah menghancurkan pihak lawan. (Hubungan Antar Sukubangsa, Pasurdi Suparlan,1999).

Terjadinya konflik dikarenakan adanya suatu kepentingan yang harus dipenuhi oleh setiap kelompok. Dalam pemenuhan kepentingan itu kadang-kadang suatu kelompok akan mengorbankan kepentingan kelompok lainnya. Usaha pemenuhan kepentingan dengan mengorbankan atau adanya pihak lain yang merasa dirugikan dapat merupakan potensi timbulnya konflik antar kelompok/etnis.

Kelompok yang dirugikan merasakan adanya suatu ketidakadilan terhadap kepentingan-kepentingannya baik itu jati dirinya, kehormatan, kerugian material atau ketidakpuasan secara umum.

Konflik adalah ketidaksepahaman alamiah yang terjadi di antara individu atau kelompok yang berbeda dalam sikap, kepercayaan, nilai dan kebutuhan bisa juga berasal dari persaingan di masa lalu maupun perbedaan individual.

Dari pemahaman di atas ada beberapa komponen penyebab konflik, yaitu:

1.Kebutuhan (needs), adalah sesuatu yang penting bagi kehidupan manusia. Konflik akan muncul kalau kita mengingkari kebutuhan orang lain, apakah itu kebutuhan sendiri atau kelompok orang lain.

2.Persepsi (perception), Perbedaan persepsi atau sudut pandang berbeda terhadap situasi dan ancaman.

3.Kekuasaan (power), Konflik terjadi bisa terjadi pemaksaan terhadap pihak lain untuk merubah tindakannya.

4.Nilai (values, adalah kepercayaan atau prinsip yang di yakini sebagai sesuatu yang sangat penting. Jika terjadi ketidaksesuaian atau ketidakjelasan tentang nilai dapat menyebabkan konflik. Begitu pula jika satu pihak menolak fakta dari pihak lain yang di yakini sebagai nilai.

5.Perasaan dan emosi (feelings and emotions), Perasaan dan emosi seseorang sangat mempengaruhi tindakannya dalam menyelesaikan konflik. Perbedaan pendapat terhadap isu tertentu, diabaikannya perasaan dan emosi seseorang juga mengakibatkan konflik.

Menyikapi hal tersebut, dalam melaksanakan upaya penanggulangan konflik diperlukan berbagai upaya yang bersifat komprehensif dan berkesinambungan serta melibatkan banyak pihak, baik secara lokal maupun nasional.

Adapun upaya dalam Resolusi konflik dapat juga diselesaikan dengan cara: Displacing, mengalihkan konflik dalam bentuk lain, misalnya mengadakan pergelaran kesenian dan budaya; Dialoging, menahan konflik tetap pada level yang bisa dimusyawarahkan.

Upraising, membawa konflik pada pihak yang dianggap lebih tinggi dan lebih adil untuk diselesaikan secara adil. Misalnya meminta petunjuk tokoh masyarakat atau tokoh agama. Formalizing, membiarkan konflik diambil-alih oleh pihak resmi, contohnya membawa sengketa ke pengadilan. Serta Localizing, menahan konflik untuk tetap fokus, tidak dikaitkan atau mengaitkan dengan berbagai hal lain.(wol/roy/data1)

Penulis Adalah: Pasis Sespimmen 56

Check Also

Abu Janda Dipolisikan karena Dianggap Menghina Bendera Tauhid

JAKARTA – Seorang Anggota Majelis Taklim Al-Munawwir Bekasi, Alwi Muhammad Alatas melaporkan Permadi Arya atau ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: