Home / Artikel Pembaca / Masihkah UN Menakutkan Bagi Para Siswa?
WOL Photo

Masihkah UN Menakutkan Bagi Para Siswa?

JIKA mendengar kata Ujian Nasional (UN), jawaban pertama yang keluar dari mulut siswa adalah takut. Hal ini tidak bisa dipungkiri, mengingat kita juga pernah mengalami ujian yang bahkan dapat menentukan jalan hidup kita, yaitu UN, yang kita rasakan tentu sama dengan para siswa lainnya yaitu takut, gugup, putus asa dan sebagainya.

Bagaimana tidak? Hasil belajar kita selama tiga tahun harus ditentukan dengan mengikuti ujian nasional ini yang berlangsung paling sekitar 3-4 hari saja. Kenapa para siswa begitu menakuti UN ini? Jawabannya simpel saja, karena UN inilah yang menentukan hasil belajar kita selama tiga tahun atau kata lainnya lulus tidaknya kita ditentukan dari UN ini, jadi apa gunanya waktu belajar kita yang telah dijalani selama tiga tahun itu?

Apakah hanya terbuang percuma, jika ujung-ujungnya yang menentukan kelulusan kita hanyalah UN, selain itu para siswa yang dinyatakan tidak lulus UN tentu merasa malu pada teman-teman dan orang sekitarnya, dan jika siswa tidak lulus UN maka dia tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Apakah UN bertujuan untuk membebani para siswa?

Fenomena UN

Tahun-tahun sebelumnya setiap akan diselenggarakannya UN, setiap sekolah berusaha untuk meluluskan siswanya semaksimal mungkin dengan cara mengadakan bimbingan belajar di sekolah atau les, try out, dan cara-cara jitu lainnya yang bertujuan agar anak didiknya lulus. Pertanyaannya, apakah hal ini baik dilakukan mengingat kita juga harus memperhatikan kondisi para siswa itu sendiri, baik fisik maupun mentalnya? Karena biasanya menjelang diadakan UN, setiap sekolah terus memforsir waktu belajar para siswanya.

Tentu ini menjadi beban fisik dan mental bagi para siswa itu sendiri, tersiksa fisik karena siswa belajar mulai pagi sampai siang dan ditambah adanya les tambahan sepulang sekolah dan berakhir kadang-kadang sampai malam hari serta tersiksanya mental para siswa yang terus-terusan belajar dan tetap dipaksakan harus fokus pada UN serta konsekuensi tidak lulus nantinya. Jika begini, apakah UN masih baik bagi para pelajar?

Solusi Pemerintah    

Lalu bagaimana tanggapan pemerintah mengenai permasalahan UN ini yang setidaknya telah menjadi momok di pendidikan Indonesia? Di tengah karut-marutnya sistem pendidikan di Indonesia, pemerintah khususnya yang menangani Departemen Pendidikan dan para akademika terus mencari jalan keluar pelaksanaan UN ini yang sedang hangat dibicarakan dan juga menjadi perdebatan politik.

Jika di tahun 2013 pelaksanaan UN tidak terselenggara dengan baik dan bahkan tidak menjadi UN sebab tidak terselenggara secara nasional/serentak di seluruh Indonesia, diakibatkan pendistribusian soal UN yang terhambat dan sudah menyebarnya kunci jawaban. Maka, pemerintah Indonesia agaknya merasa perlu mengkaji ulang pelaksanaan UN tahun ini, agar tidak terulang kejadian serupa dan tidak membebani siswa seperti sebelumnya.

Adapun pola yang berubah dari pelaksanaan UN tersebut adalah penetapan syarat kelulusan siswa. Jika sebelumnya nilai UN 100 % menentukan kelulusan, sekarang syarat tersebut berubah di mana nilai UN bukan lagi satu-satunya penentu kelulusan. Tahun 2015 ini, syarat kriteria kelulusan peserta didik untuk UN SLTP/SLTA, Program Paket B/Wustho dan Program Paket C adalah: Nilai Akhir (NA) setiap mata pelajaran yang di-UN-kan paling rendah 4,0 (empat koma nol) dan rata-rata Nilai Akhir (NA) semua mata pelajaran paling rendah 5,5 (lima koma lima), Nilai Akhir (NA) gabungan Nilai Sekolah/Madrasah/Program Khusus dan UN dengan bobot 50% Nilai Sekolah/Madrasah/Program Khusus dan 50% Nilai UN.

Jadi bisa disimpulkan syarat kelulusan seorang siswa adalah Nilai Akhir= 50% Nilai Sekolah + 50% Nilai UN. Syarat kelulusan tersebut dikeluarkan belum lama ini oleh pemerintah melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang diatur dalam Permendikbud No. 144 Tahun 2014 berkenaan keriteria kelulusan UN atau peserta didik dari satuan pendidikan dan peraturan lain yang berkenaan dengan penyelenggaraan UN 2014-2015 mendatang.

Persiapan Siswa

UN rencananya akan dilaksanakan pada 13 April 2015 untuk SLTA, jadi apa yang harus dipersiapkan oleh para siswa, mengingat UN kali ini sudah tidak semenakutkan seperti dulu lagi. Biarpun UN 2015 kali ini persyaratannya lebih mudah dibandingkan sebelumnya, para siswa hendaknya tidak menganggap enteng.

Ketika menjelang UN, siswa hendaknya tetap menjaga fokus dan kesehatannya, karena yang utama dari diri seseorang adalah kesehatannya dan agar tidak menyesal di kemudian hari. Misalnya tidak ugal-ugalan di jalan, karena biasanya setiap menjelang UN banyak tragedi yang tidak diharapkan terjadi pada siswa.

Untuk itu, baik-baiklah kita menjaga diri. Selain itu, tetap fokus belajar dan terpenting jangan lupa berdoa kepada Tuhan, karena kita selaku manusia hanya bisa berusaha dan Tuhan jualah yang menentukan.

Akhir kata, selamat berjuang untuk siswa-siswa yang akan mengikuti UN 2015. Semoga sukses. ***

Biodata Penulis :
Putri Nadia, Mahasiswi Jurusan Bahasa Dan Sastra Indonesia (FBS) Universitas Negeri Medan Stambuk 2012. Email : putreenadiaa@yahoo.com, Hp: 082366604431

Check Also

Tim VC Poldasu Bekuk 2 Penjual Togel

MEDAN, Waspada.co.id – Dua juru tulis judi togel diamankan personil Unit Vice Control (VC) Subdit ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: