Home / Artikel Pembaca / Kunjungan UAS dan ‘Negeri Seribu Hafidz’ Gayo Lues
Bupati Gayo Lues beserta rombongan saat berada di Ponpes Hidayatullah Bogor, Jawa Barat bersama Pimpinan Ponpes Hidayatullah, Ustadz Hanafi bersama sejumlah santri dan para Ustadz di Ponpes tersebut, Sabtu ( 17/11) lalu. (Ist)

Kunjungan UAS dan ‘Negeri Seribu Hafidz’ Gayo Lues

Oleh:
Bustanuddin

Waspada.co.id – Tak pelak lagi, kedatangan Ustadz Abdul Somad Lc MA, ke ‘Negeri Seribu Bukit’ Gayo Lues yang kini direncanakan akan menjadi ‘Negeri Seribu Hafidz’ telah diperbincangkan dan wacana yang hangat di tengah-tengah masyarakat.

Pasalnya Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam safari dakwahnya di Lapangan Pancasila Kabupaten Gayo Lues, Kamis ( 8/11) lalu, meskipun terkesan bercanda namun menyinggung dengan tegas rencana Pemerintah Kabupaten Gayo Lues untuk menjadi ‘Negeri Seribu Hafidz’. Kedatangan UAS menjadi sebuah momentum yang bersejarah bagi negeri ini.

Betapa tidak, ustadz kondang ini pun terkesan serius menanggapi rencana Pemerintah Kabupaten Gayo Lues yang akan menjadikan negeri ini menjadi negeri yang erat konotasinya dengan pengembangan Syariat Islam.

Menurut UAS, pekerjaan tersebut tidaklah mudah dan malahan akan menjadi bumerang bagi Pemerintah Gayo Lues bila tidak serius dalam mendukung program tersebut. Karena semua tidak terlepas dari itikad baik dari pemangku Kabupaten Gayo Lues saat ini dipimpin H. Muhammad Amru dan H. Said Sani.

Islam di Tanah Gayo
Mengingat sejarah berkembangnya, Islam di Indonesia tidak terlepas dari peran ulama-ulama di bumi Aceh kala itu. Sebagian dari ulama tersebut justru pernah singgah dan lahir serta berdiam di Tanah Gayo untuk mengembangkan dan menyiarkan Syariat Islam.

Tak heran, di Tanah Gayo berdiri sebuah masjid yang pertama kali dibangun oleh para wali, yaitu Masjid Asal Kampung Penampaan yang hingga kini berdiri dengan megah dan dikunjungi oleh kaum Muslimin dari segenap seantero jagad untuk menunaikan Sholat Jum’at dan mencari keberkahan.

Diyakini, Masjid Asal Kampung Penampaan berdiri terlebih dahulu sebelum berdirinya Kerajaan Islam Samudera Pasai pada tahun 1267 Masehi atau sekitar 870 Hijriah, karena Raja Kerajaan Samudera Pasai sendiri adalah seorang Waliullah yang telah memeluk Islam yang bernama Meurah Silu, keturunan dari Raja Kerajaan Islam Linge di Tanah Gayo.

Setelah menjadi raja di Kerajaan Samudera Pasai, Meurah Silu berganti nama menjadi Maulana Malik Al Shalih atau Maulana Malikussaleh, yang menikah dengan Putri Ganggang Sari, putri dari keturunan Salman Al Farisi salah seorang sahabat Rasulullah Sallallaahu ‘Alaihiwasallam, pada Perang Khandaq yang datang ke Negeri Jeumpa (Bireuen) membawa syiar Islam dan menikah dengan Putri Raja Meurah Jeumpa. Yaitu Putri Seuleudang Mayang dan menurut sejarah Salman Al Farisi menjadi raja di Kerajaan Islam Peureulak Pertama, Acheh Peureulak 840 – 1292 Masehi.

Sejarah berlapis menyebutkan bukti Tanah Gayo, Gayo Lues, Gayo Laut Tawar, Gayo Bener Meriah dan Gayo Lokop pernah disinggahi oleh para Wali dan Para Sahabat Rasulullah Sallallaahu ‘Alaihiwasallam dalam mengembangkan Syariat Islam. Bukti sejarah tersebut tercetak dengan jelas di puing-puing Kerajaan Islam Linge Gayo, yang masih tersisa hingga saat ini, yaitu Umah Pitu Ruang dan Makam Para Wali yang bertuliskan kalimah Tauhid.

Namun tekad Bupati H. Muhammad Amru – H. Said Sani untuk menjadikan daerah ini menjadi ‘Negeri Seribu Hafidz’ telah terpatri dengan erat. Baik dalam program yang tengah dijalankan dengan memberikan sejumlah beasiswa bagi para penghafal Al Quran. Hal ini diharapkan dapat menjadi support bagi para hafidz nantinya.

Kedatangan Ustadz Abdul Somad juga memberikan kontribusi yang cukup besar bagi Pemerintah Gayo Lues. UAS memberikan masukan agar setiap tahunnya Pemerintah Gayo Lues mengirimkan para santrinya ke Pondok Pesantren Hidayatullah di Bogor yang dipimpin oleh seorang ustadz yang juga berasal dari Gayo Lues.

Tanpa membuang waktu, H. Muhammad Amru pada Sabtu (17/11) lalu, segera menyambangi Lembaga Pendidikan Hidayatullah Rumah Qur’an Umar Bin Khattab yang dipimpin oleh Ustadz Hanafi asal Gayo Lues, sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) yang berdiri di Kota Bogor, Jawa Barat.

Ulama jebolan Mesir itu ternyata menggratiskan biaya mondok bagi santri yang menggali ilmu agama dan menjadi seorang penghafal Al Quran. Insya Allah, semoga rencana menjadi ‘Negeri Seribu Hafidz’ dapat terujud. Pemerintah Gayo Lues akan mengirimkan sebanyak 60 santri ke Ponpes Hidayatullah Bogor, sebagai tahap awal. (**)

Penulis adalah wartawan Biro Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Check Also

HUT Bhayangkara, Polri Hadapi Berbagai Tantangan di Era Digital

GAYO LUES, Waspada.co.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia semakin mengahadapi tantangan yang cukup berat, karena ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: