Home / Artikel Pembaca / Ikan Jurung Kebanggaan masyarakat Batak

Ikan Jurung Kebanggaan masyarakat Batak

WOL – Mungkin belum banyak orang yang tahu apa itu ikan jurung, tetapi untuk masyarakat Sumatera Utara khususnya etnis Batak dan bagi para pembudidaya ikan air tawar, ikan ini sudah dikenal secara luas. “Ikan Batak” begitulah julukan yang diberikan oleh orang-orang batak kepada ikan ini. Ikan Batak yang dimaksud (genus Tor) bagi orang Batak sendiri dikenal dengan nama dekke Jurung-jurung atau Ikan Jurung. Secara umum Ikan Jurung ini disebut sebagai Ikan Batak karena di Tanah Batak lebih lazim digunakan dalam suatu prosesi adat sebagai simbol kesuburan dengan harapan kepada keluarga yang diberikan penganan dari Ikan Jurung-jurung ini akan berketurunan banyak, baik laki-laki dan perempuan dan mendapat rejeki sebagaimana perilaku Ikan Jurung-jurung tersebut yang sifat hidupnya membaur beriring-iringan.

Zaman dahulu ikan ini dipercaya sebagai ikan yang diperuntukkan untuk raja-raja batak sebagai makanan khas. Wajar saja kebanyakan orang diluar sana tidak terlalu mengenal ikan yang satu ini. Namun siapa sangka, dibalik kurang familiarnya ikan ini di mata masyarakat ternyata ikan ini memiliki nilai jual yang luar biasa mahal dibandingkan dengan ikan-ikan lain yang terdapat di Sumatera Utara. Banyak para pedagang ikan ini mengatakan harga jual ikan ini berkisar antara Rp. 200.000 – Rp. 350.000 perekor. Tingginya harga ikan ini diakui para pedagang akibat dari sulitnya menangkap dan membudidayakan ikan ini.

Ikan jurung biasa hidup secara liar didaerah aliran sungai yang jernih dan masih alami, sangat sulit menemukan ikan ini di sungai-sungai yang air nya keruh mungkin di karenakan bukan merupakan habitat yang tepat bagi ikan ini untuk hidup. Kebanyakan pedagang ikan jurung biasanya mengaku ikan jurung yang mereka jual adalah ikan hasil tangkapan dengan cara dipancing dan sebagian kecil lagi mengatakan membeli ikan ini dari agen besar yang membudidayakan ikan ini. Pedagang ikan ini juga terbilang sedikit dipasaran karena dari sekian pedagang yang ada kebanyakan mereka hanya membawa 2 atau 3 ekor untuk di jual padahal masyarakat yang membeli ikan ini terbilang banyak. Apalagi di bulan-bulan tertentu karena biasanya ikan ini digunakan sebagai makanan khas untuk acara adat seperti pernikahan dan pesta-pesta besar.

Dalam upaya pembudidayaannya, ikan ini juga termasuk ikan yang sulit dibudidayakan karena memerlukan keahlian khusus untuk membudidayakan ikan ini dan juga sangat sulit medapatkan benih ikan ini sehingga kebanyakan pembudidaya hanya bergantung pada hasil tangkapan alami sebagai benih ikan. Ikan ini juga di percaya memiliki nilai adat yang tinggi sehingga masih banyak orang yang percaya bahwa ikan ini memiliki kekuatan mistis. Banyak masyarakat yang berada diadaerah terpencil masih menggunakan peraturan adat dalam menangkap ikan ini seperti menangkap ikan hanya pada waktu-waktu tertentu atau bahkan ada daerah yang tidak boleh menangkap ikan ini karena dipercaya sebagai roh leluhur yang menjaga mereka.

Di Riau ikan ini sangat terkenal karena memiliki harga yang tinggi dan memiliki rasa daging yang lezat. Masyarakat di Riau lebih mengenal ikan ini dengan nama Ikan Batak. hal ini lah yang membuat ikan ini terkenal dan menjadi salah satu kebanggaan bagi orang batak. hampir sama dengan ikan Selais yang menjadi kebanggaan masyarakat Riau. Ikan Batak ini sudah menjadi ikon yang sangat terkenal di daerah batak karena banyak cerita mistik yang mengikutinya serta memiliki potensi yang sangat bagus dibidang perikanan sehingga ada baiknya agar kita tetap menjaga kelestarian ikan ini agar dapat tetap menjadi ikan kebanggaan masyarakat etnis Batak khususnya di Sumatera Utara.

Nama : Evi iskana manurung
TTL : Aek Bontar,08 Januari 1995
Mahasiswi Universitas Riau (UNRI ) Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan,Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan,
Domisili: Pekanbaru, Riau.
Email : eviiskana11@gmail.com
No hp : 085206896786

Check Also

DPRD: Infrastruktur Jalan dan Drainase di Medan Masih Buruk

MEDAN, Waspada.co.id – Masih banyaknya kondisi infrastruktur jalan dan drainase yang buruk, Komisi D DPRD ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: