Home / Artikel Pembaca / Generasi Millennial Indonesia : Sebuah Gambaran Pemuda Indonesia Selanjutnya.
Anggia Ramadhan Harahap, SE, M.Si

Generasi Millennial Indonesia : Sebuah Gambaran Pemuda Indonesia Selanjutnya.

Oleh : Anggia Ramadhan, SE, M.Si
Ketua Umum Badko HMI Sumatera Utara Periode 2013-2015

Generasi Millennial merupakan sebuah istilah yang saat ini sedang ramai diperbincangkan. Banyak peneliti sering mengelompokkan generasi millennial kedalam generasi yang lahir antara tahun 1980-2000. Dengan kata lain generasi millennial adalah generasi muda masa kini yang saat ini berusia kisaran 15-34 tahun. Banyak studi sebelumnya yang sudah menjelaskan mengenai generasi millennial, sehingga disini penulis hanya akan sedikit menggambarkan beberapa isu yang dianggap penting nantinya untuk menjadi perhatian kita semua, kenapa?

Wajah Indonesia di tahun 2020 sedikit banyak ditentukan oleh generasi muda millennial kita. Memenangkan Indonesia 2020 tentu kita harus mengetahui sedikit banyak karakter serta permasalahan yang akan dihadapi oleh generasi muda kita kedepan, karena segmen inilah yang akan menjadi penentu kemajuan Indonesia hingga tahun 2030. Menurut data BPS, saat ini 50 persen dari penduduk usia produktif berasal dari generasi millennials dan pada tahun 2020 hingga 2030 diperkiraan jumlahnya mencapai 70 persen dari penduduk usia produktif. Selain itu, pembahasan mengenai generasi millennial menjadi pembahasan yang saat ini banyak dibahas karena memang generasi millennial memiliki ciri dan karakter yang berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Selain usia mereka masih muda, mereka juga akan memegang peranan penting di berbagai aspek selama 10 hingga 20 tahun mendatang.

Generasi millennial memang unik dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Keunikan dari generasi millennial ini dibanding generasi sebelumnya adalah soal penggunaan teknologi dan budaya pop/musik. Kehidupan generasi millennial tidak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet, entertainment/hiburan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi generasi ini.

Untuk melihat gambaran generasi millennial Indonesia yang notabene merupakan gambaran pemuda Indonesia selanjutnya maka setidaknya ada beberapa isu yang perlu dikaji, yaitu :

Identitas Diri.
Jika dilihat dari gaya hidup generasi millenial saat ini cenderung hedonis terutama di kota-kota besar, mereka memiliki cara tersendiri untuk meluapkan ekspresi mereka, dunia hidup mereka tidak bisa lepas dari hiburan dan teknologi terutama internet (media sosial). Bagi generasi millennial di Indonesia khususnya, media sosial telah menjadi bagian dari keseharian mereka untuk dapat melihat perkembangan baru dari teman begitu pula sebaliknya, yaitu men¬share perkembangan kehidupan diri kepada teman.

Media sosial bagi kalangan industri merupakan media yang sangat baik sekali. Sebab, melalui Media sosial berbagai brand dan lembaga dapat berkomunikasi secara langsung dengan generasi muda. Di tempat lain, data mengenai perilaku generasi muda dapat dengan mudah disedot melalui berbagai update status di media tersebut. Selain itu Informasi mengenai berbagai krisis global dan nasional pun membanjiri gudang kognisi dari generasi muda setiap hari. Dengan begitu padatnya arus informasi mengenai update diri serta informasi yang dikonsumsi oleh generasi muda dapat menimbulkan situasi overload informasi. Overload informasi ini berimplikasi secara signifikan terhadap kondisi psikis dan perilaku generasi muda yang nantinya akan menghasilkan sebuah dampak terhadap hilangnya identitas diri. Identitas diri merupakan sebuah isu yang penting bagi generasi muda yang kerap diabaikan oleh banyak kalangan pengajar dan orang tua.

Menurut Erickson seorang ahli psikoanalis, setiap tahap kehidupan manusia harus melewati sebuah krisis identitas diri. Dimana kegagalan dalam melewati tahap krisis tersebut akan mengakibatkan terbentuknya sebuah profil kepribadian yang tidak seimbang dan tidak sehat.

Bagi generasi millenial di Indonesia, tahap krisis identitas diri kini menjadi semakin berat. Beratnya tantangan untuk mendapatkan identitas diri yang utuh tersebut dimotori oleh besarnya atensi terhadap media sosial, dimana reward akan diberikan kepada siapa yang berhasil mendapatkan “like” atau “retweet” terbanyak.

Masalah yang dimaksud disini adalah bahwa generasi muda akan semakin tergiring jauh dari eksplorasi jati diri mereka, dikarenakan sibuk berkompetisi dalam menunjukkan eksistensi dan signifikansi jati diri kepada sesama teman melalui media sosial. Untuk itu berkaca dari realitas tersebut maka sudah seharusnya kita semua mulai mengajak bersama-sama untuk mengembalikan aktivitas pemuda ke setting offline yaitu ruang publik, dunia yang sebenarnya.

Nilai-nilai Ideologi, Sosial-Politik-Budaya.
Ditengah tantangan yang akan dihadapi oleh generasi muda kita baik itu krisis global, modernitas, serta gaya hidup kompetitif-individualistik mencuat pertanyaan yang menarik seputar nilai-nilai ideologi politik dikalangan umum bahwa semangat patriotik dan nasionalisme telah luntur bahkan hilang dari generasi muda kita. Apakah memang seperti itu? Kalau melihat respon generasi muda kita di media sosial ketika simbol-simbol kita dilecehkan negara lain, mereka sangat aktif membela martabat bangsa dan negaranya. Hal ini agak berbanding terbalik jika kita melihat fenomena yang terjadi di dunia nyata. Masih banyak generasi muda yang cuek perihal kondisi kenegaraan yang sedang terjadi.

Pemberian pemahaman kepada generasi muda kita tentang semangat patriotik dan nasionalisme sangatlah penting, agar kiranya dukungan yang diberikan di media sosial tidak hanya sebatas aspek primordialisme, atau hanya sebatas mengikuti trend saja.

Berkaitan dengan nilai sosial dikalangan pemuda, banyak pihak berpandangan mulai ada pergeseran nilai-nilai sosial ketimuran kita dikalangan pemuda, karena generasi millennial lebih terbuka pemikirannya maka mereka juga dengan mudah mengadopsi nilai-nilai sosial barat yang lebih modern. Generasi millenial merupakan generasi muda terbuka (open minded), individualis. Perubahan fenomena sosial generasi masa depan bisa tercermin dari fenomena sosial saat ini. Karakter individualis generasi muda kedepan dapat dilihat dari beberapa fenomena misalnya meskipun mereka berkumpul gadget masih tidak bisa lepas dari tangan, tenggelam dalam dunia mereka sendiri adalah sebuah keniscayaan.

Gadget bukan menjadi lagi sebatas teknologi, tetapi sudah menjadi teman. Sepertinya sehari tanpa gadget adalah suatu kemustahilan. Budaya lain yang muncul adalah budaya selfie dan narsis. Berkembangnya teknologi kamera smartphone salah satu yang mendorong munculnya fenomena selfie dan narsis, apalagi saat ini mencul smarphone dengan keunggulan kamera depan sehingga menghasilkan hasil selfie yang fotogenik. Selfie dan narsis bukan lagi fenomena tetapi kedepan akan menjadi suatu budaya.

Hal ini akan berimplikasi pada makin pudarnya identitas budaya tradisional. Pergeseran kebudayaan kedepan akan membawa konsekuensi tersendiri bagi nilai-nilai budaya lokal. Apalagi ditambah karakter generasi muda yang open minded, dengan cepat budaya lokal akan tergerus oleh budaya modern.

Kesimpulan
Identitas diri atau jati diri merupakan salah satu komponen kepribadian yang penting untuk dimiliki generasi muda. Identitas diri terbentuk pada masa-masa krusial yaitu remaja dan dewasa muda. Dengan terbentuknya identitas diri yang mengkristal serta seimbang, seorang anak muda dapat dengan mudah memilih dan memfilter berbagai informasi juga permasalahan yang ia harus hadapi. Penguatan nilai-nilai kebudayaan lokal juga harus dilakukan oleh para pengajar maupun orang tua kita, agar kiranya budaya-budaya lokal yang ada di Indonesia masih tetap terpelihara kedepan.

Kemudian penanaman serta penguatan semangat nasionalisme juga dianggap penting agar kiranya ditengah proses globalisasi yang saat ini sedang terjadi generasi muda kita kedepan masih memiliki semangat nasionalisme yang masih tertata rapi di hati sanubari  generasi muda  tidak hanya di media sosial akan tetapi juga di dunia nyata.

Karena jika kita berkaca pada sejarah, kelompok pemuda yang memiliki semangat patriotik dan nasionalisme yang tinggi lah serta cita-cita kemerdekaan yang nantinya berperan besar bagi cikal bakal lahirnya sebuah negara bernama Republik Indonesia.

Indonesia di tahun 2020 sedikit banyak ditentukan oleh generasi muda millennial kita. Memenangkan Indonesia 2020 tentu kita harus mengetahui sedikit banyak karakter serta tantangan yang akan dihadapi oleh generasi muda kita kedepan. Semoga melalui tulisan ini dapat memberikan masukan kepada generasi muda kita saat ini.

Check Also

Alhamdulillah! Salah Sudah Pulih

MOSKOW,Waspada.co.id – Asa Timnas Mesir untuk memainkan Mohamed Salah di Piala Dunia 2018 terbuka. Ramy ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.