Home / Artikel Pembaca / Fintech Primadona Pembiayaan ‘Zaman Now’

Fintech Primadona Pembiayaan ‘Zaman Now’

Oleh:
Hendra Arbie
Waspada.co.id – Perusahaan rintisan yang didirikan oleh sekelompok anak muda, mantan eksekutif perbankan, maupun anak perusahaan dari perusahaan pembiayaan berteknologi (fintech) di Indonesia berkembang begitu pesat.

Pertumbuhan fintech di Indonesia sangat pesat dalam dua tahun terakhir, menurut AFTECH Asosiasi Fintech, proyeksi pertumbuhan fintech tahun ini bisa lebih baik dari tahun 2018, karena 58 fintech yg sedang memproses izin ke OJK. Tahun 2019 ini pertumbuhan fintech Peer to peer bisa lebih tinggi di bandingkan 2018 mencapai 700 persen.

Sebagai kita ketahui OJK telah mengeluarkan Peraturan OJK Nomor 13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di Sektor Jasa Keuangan sebagai ketentuan yang memayungi pengawasan dan pengaturan industri fintech.

Sebagai upaya mendukung pelayanan jasa keuangan yang inovatif, cepat, murah, mudah, dan luas serta untuk meningkatkan inklusi keuangan, investasi, pembiayaan, serta layanan jasa keuangan lainnya. Produk fintech harus cepat, mudah, luas, dan juga murah.

Ke depan diprediksi Indonesia menjadi salah satu negara dari tiga negara yang merupakan raksasa digital setelah Tiongkok dan India.

Di Indonesia sendiri, Fintech berkembang di berbagai sektor, mulai dari startup pembayaran, peminjaman (lending), perencanaan keuangan (personal finance), investasi ritel, pembiayaan (crowdfunding), remitansi, riset keuangan, dan lain-lain.

Seberapa dahsyatnya fintech ini menyalurkan pendanaan kepada masyarakat? Menurut Alvin Taulu, Direktorat Pengaturan Pengawasan dan Perizinan Fintech OJK, hingga 2018 total transaksi dari industri fintech Peer to Peer (P2P) lending mencapai Rp26 triliun.

Dari peminjam yg sdh meningkat 17 kali atau 1700 persen. Menurutnya jumlah tersebut masih sangat kecil untuk menutupi gap kebutuhan pendanaan di Indonesia yang mencapai Rp1.000 triliun, sehingga potensi fintech masih terbuka sangat besar.

Kalau di total kebutuhan dana Indonesia sebesar Rp1.900 triliun, sementara dari perusahaan keuangan yang ada seperti perbankan hingga multi finance hanya bisa menutupi sekitar Rp900 triliun.

Hingga kini sudah ada 99 perusahaan fintech yang terdaftar di OJK, dengan berbagai kegiatan usaha dan segmen yang berbeda pula.

Ditambahkan oleh Deputi Direktur pengaturan dan penelitian fintech OJK, Munawar, agar masyarakat hati-hati dalam menggunakan fasilitas fintech yang tidak terdaftar.

Fintech harus bisa bekerja sama dengan perbankan, yang selama ini muncul pandangan bahwa fintech adalah pesaing baru dalam perbankan. Karena segmen yang berbeda memungkinkan cakupan segmen nasabah perbankan menjadi lebih luas.

Jelas fintech lending hadir untuk masyarakat yang tidak bankable dan membutuhkan layanan cepat yang tidak bisa disediakan oleh bank. Kalau fintech bersinergi dengan perbankan menjadi sesuatu kekuatan yang sempurna tentunya.

Problemnya apakah perbankan sudah membuka mata dengan kehadiran fintech. Jangan-jangan kita masih terus berwacana. Padahal ini peluang untuk bank dalam negeri dan bank daerah tentunya.

Bukankah bank daerah harusnya sudah lebih tahu posisi dan letak masyarakat kecil yang layak dibiayai atau unbankable selama ini? Masih banyak masyarakat tak terjangkau bank dan mereka akan jadi pasar utama fintech.

Sebab begini, akses keuangan di Indonesia baru mencapai 21,8 persen dari lebih 250 juta penduduk. Tertinggal jauh dibandingkan negara tetangga lainnya seperti Singapura yang sudah mencapai 96 persen dan Malaysia 81 persen dan Thailand 76 persen.

Di sektor UMKM, potensi fintech masih sangat besar arena ada 49 juta UMKM yang unbankable. Bukan saingan, tapi kehadiran fintech akan masuk ke kantong-kantong wilayah masyarakat kecil jika perbankan tak menggandengnya. (**)
Penulis Adalah Wakil Ketua Kadin Sumut Bidang Perbankan

Check Also

Awas! 10 Teknologi Ini Mengancam Perbankan

Oleh: Hendra Arbie SETELAH krisis keuangan, turbulensi sistem ekonomi hampir hilang dari ingatan. Sementara industri ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: