Home / Artikel Pembaca / Bergembiralah Masyarakat Sumut Dalam Perbedaan Pilihan Politik

Bergembiralah Masyarakat Sumut Dalam Perbedaan Pilihan Politik

Waspada.co.id – Tidak terasa, tanggal 27 Juni 2018 akan diadakanya pemilihan umum yg memilih Gubernur dan Wakil Gubernur di Provinsi Sumut untuk 5 tahun ke depan. Saya sebagai anak muda yang lahir dan besar di Sumut sangat menanti tanggal 27 Juni ini. Karena Provinsi Sumut akan dipimpin oleh Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru.

Sebagai anak muda Sumut, saya sangat bangga dan terharu karena Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut kali ini punya nilai. Dari proses yang saya lihat di media, Provinsi Sumut menjadi perhatian elit-elit politik nasional. Sehingga yang muncul kali ini di Pilkada Gubernur Sumut adalah tokoh nasional.

Hadirnya Bapak Edy Rahmayadi, mantan Pangkostrad dan Bapak Djarot Syaiful Hidayat mantan Gubernur DKI Jakarta membuat masyarakat Sumut harus bersyukur. Di mana para wakilnya merupakan pengusaha muda yang sukses di bidangnya. Ada Bang Musa Rajeckshah dan Bang Sihar Sitorus.

Saya sangat terharu jika salah satu dari mereka menjadi Gubernur Sumut. Tidak bisa dibayangkan bagaimana Provinsi Sumut akan menjadi provinsi yang maju ke depannya.

Dalam tulisan ini, saya mengajak masyarakat sumut terkhusus pemuda Sumut, mari bergembiralah menyambut Pilkada Sumut ini dan menghargai segala perbedaan pilihan. Mari kita sukseskan Pilkada ini dengan rasa persatuan dan kesatuan.

Mengutip kata Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Pusat, kita harus menebar watak menggembirakan keberagaman dan demokrasi. Pilihan dan sikap politik sangat boleh berbeda, tetapi ukhuwah (persaudaraan) melalui silaturahim antarsesama anak bangsa harus terus dijaga.

Demokrasi yang berwatak Pancasila bersesuaian dengan nilai-nilai Islam, di mana akal sehat dan akhlak baik selalu menjadi alat utama untuk menjalaninya. Apalagi sebagai umat muslim yg baru saja merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriah, kita sebagai umat muslim harus menebarkan kegembiraan dalam perbedaan pilihan politik. Mengajak masyarakat untuk tidak golput, menolak politik uang, menolak kampanye hitam kepada paslon Gubsu.

Rugi rasanya Sumatera Utara ini kalau sampai kita terpecah belah.

Sejatinya, setelah Pilkada Gubernur Sumut, kita akan melakukan aktivitas rutin kita di mana kita harus bekerja kembali bagi yang bekerja. Kita harus sekolah lagi bagi yang harus sekolah dan kuliah bagi yang kuliah. Jadi jangan sampai kita terlibat konflik dan menjadi terpecah belah.

Ayo! Junjung tinggi nilai-nilai demokrasi kita. InsyaAllah, siapa pun yang terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut adalah pilihan terbaik masyarkat Sumut dan Provinsi Sumut akan lebih baik ke depannya.

ANGGI RAMADHAN SE, Msi
Penulis adalah tokoh Pemuda Sumatera Utara

Check Also

Polisi Buru Begal Tewaskan Loei Wie Loen di Jalan MT Haryono

MEDAN, Waspada.co.id – Tim gabungan dari Sat Reskrim Polrestabes dan Polsek Medan Timur tengah berupaya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: