Newsticker
WOL / Artikel Pembaca / Bank Sumut Harus Perang Melawan Fraud

Bank Sumut Harus Perang Melawan Fraud

WOL – Terendus masalah dari gudang penyimpanan uang milik Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. Kinerja sejumlah petinggi Bank BUMD tersebut mendapat kritik keras dari para wakil rakyat Provinsi Sumatera Utara. Tingginya angka NPL (Non Performing Loan) menjadi tanda tanya besar para wakil rakyat kita.

Menjawab kritikan tersebut, akhirnya Bank Sumut mengeluarkan delapan program baru untuk keluar dari masalah yang melilit Bank Pembangunan Daerah tersebut. Kedelapan program itu kini sudah berjalan, yakni penguatan Good Corporate Governance (GCG) di setiap unit, meningkatkan kompetensi SDM, implementasi Credit Risk Management, penyelesaian NPL (nilai kredit macet), penambahan produk dan fitur layanan, restrukturisasi IT sistem, memperluas layanan unit usaha syariah (UUS), dan penguatan modal.

Namun di antara program tersebut, tidak ada program penerapan pencegahan fraud yang spesifik. Padahal, tingginya angka NPL yang diderita Bank Sumut yang diindikasikan dengan buruknya pengelolaan kredit belum tentu merupakan faktor credit risk saja. Namun bisa saja penyebab NPL tinggi tersebut dikarenakan adanya praktik kecurangan atau adanya fraud event dalam penyaluran kredit selama ini yang belum teridentifikasi oleh internal Bank BUMD milik Pemprovsu tersebut.

Meskipun ada atau tidaknya fraud yang terjadi, Bank Sumut perlu membentuk program Fraud Risk Management untuk mengidentifikasi risk event lebih awal (pencegahan) dan menentukan tingkat kerawanan bank terhadap risiko fraud.

 

Membangun Fraud Risk Management

Menurut Association of Certified Fraud Examiners (ACFE), fraud merupakan perbuatan yang melawan hukum yang dilakukan dengan sengaja untuk tujuan tertentu (manipulasi atau memberikan laporan keliru terhadap pihak lain) yang dilakukan oleh orang-orang dari dalam atau luar organisasi untuk mendapatkan keuntungan pribadi ataupun kelompok yang secara langsung atau tidak langsung merugikan pihak lain.

Melihat laporan GCG (Good Corporate Governance) Bank Sumut tahun 2014, kasus internal fraud yang teridentifikasi meningkat dari delapan kasus di tahun 2013 menjadi 13 kasus di tahun 2014, Hal ini akan terus meningkat bila tidak didukung dengan sistem pencegahan anti fraud yang baik.

Salah satu sistem pencegahan anti-fraud yang baik adalah menerapkan Fraud Risk Assessment (FRA) yang merupakan bagian Fraud Risk Management (FRM). FRA merupakan suatu proses proaktif yang dilakukan secara berkala dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan tingkat kerawanan bank terhadap risiko fraud. Proses awal dalam penerapan FRA adalah melakukan identifikasi atas Fraud Risk Event (FRE) dalam masing-masing proses bisnis.

Saat melakukan identifikasi FRE tersebut, harus dipetakan secara “as is” (apa adanya) tanpa melihat kontrol yang ada, bukan secara “as should be” (seharusnya), sehingga kelemahan proses kerja yang berisiko menimbulkan FRE dapat diidentifikasikan dan dimitigasi.

Selanjutnya, penilaian atas dampak (impact) dan kemungkinan (likelihood) terjadinya FRE. Setelah penilaian didapat berdasarkan kriteria yang telah disepakati, dilanjutkan dengan melihat dan menilai kontrol yang ada (existing control) sehingga dapat diketahui residual risk-nya, bila kontrol yang ada dirasa kurang, maka dapat merekomendasi penambahan kontrol.

Hasil akhir FRA ini adalah penilaian atas area proses yang memiliki risiko potensi FRE yang tinggi (Residual Risk), di mana hasil FRA ini dapat digunakan oleh Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) sebagai data pendukung dalam menentukan prioritas rencana pemeriksaan pada area yang dilakukan FRA.

Bank Sumut juga perlu menyosialisasikan FRA untuk seluruh lapisan karyawan dan menerapkan zero tolerance to fraud untuk para fraudster. Penulis berharap dengan diterapkan sistem pencegahan fraud yang baik, maka akan menghasilkan kualitas kredit yang baik dan kualitas pelayanan yang baik juga pada seluruh nasabah Bank Sumut.

 

Penulis:

Demson Sihaloho, S.Kom (Pemerhati dan Pegiat Anti-fraud Perbankan)

www.demzone.wordpress.com

Baca Juga

foto: zimbio

Madrid Alihkan Perhatian Kepada Courtois

MADRID,WOL – Real Madrid dikabarkan sudah melupakan rencana mereka untuk mendatangkan David de Gea dari ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.