_
Home / Artikel Pembaca / Akankah AR dan VR Tambah Daya Saing Perbankan?
Hendra Arbie, Wakil Ketua Kadin Bidang Perbankan.

Akankah AR dan VR Tambah Daya Saing Perbankan?

Oleh:
Hendra Arbie

KITA pasti ingat seberapa cepat penggunaan AR (augmented reality) dengan diperkenalkannya game Pokemon Go yang fenomenal itu beberapa waktu lalu. Hanya 19 hari saja mereka sudah dapat ‘users’ atau pengguna 50 juta orang. Sementara televisi untuk meraih 50 juta pengguna butuh waktu 22 tahun.

Masa depan akan datang sangat cepat. Bagi perbankan ini perlu disiapkan lebih awal dan akan mengambil keuntungan dari AR dan VR (virtual reality) supaya tidak ketinggalan.

Bank sebenarnya bisa memanfaatkan AR dan VR untuk membuat perbankan sehari-hari lebih efisien karena ada aplikasi yang hampir tak ada habisnya. Misalnya, Commonwealth Bank of Australia (CBA) meluncurkan aplikasi pencari rumah AR pada 2011.

Di pasar negara berkembang, Bank Federal India menawarkan kalender AR yang menyediakan pesan yang relevan ketika dilihat melalui telepon pintar, dan National Bank of Oman menggunakan AR untuk membantu pelanggan menemukan cabang dan ATM, sambil juga menampilkan penawaran dan transaksi terbaru kepada pelanggan saat mereka berjalan ke mal atau outlet ritel.

Apakah itu AR, VR?
Augmented reality (AR), virtual reality (VR) dan mixed reality (MR) adalah fondasi dari kekuatan komputasi gelombang ke-4 yang mengintegrasikan sensor, data besar, cloud, kecerdasan buatan (AI), dan perangkat yang dapat dikenakan.

Virtual reality (VR) merpakan lingkungan buatan yang dialami melalui pemandangan dan suara yang disediakan oleh komputer, dan di mana tindakan seseorang sebagian memutuskan apa yang terjadi di lingkungan. Untuk mengganti realitas pengguna yang ada dengan yang digital, VR menutup lingkungan alami pengguna.

Augmented reality (AR) merupakan versi realitas yang disempurnakan diciptakan oleh penggunaan teknologi untuk melapiskan informasi digital pada gambar sesuatu yang dilihat melalui perangkat (seperti kamera ponsel pintar). AR memungkinkan kita melihat cahaya sintetis dan cahaya alami yang memantul dari objek di dunia nyata.

Potensi cabang virtual
Video konferens dengan perwakilan bank adalah opsi yang nantinya banyak digunakan bank untuk berhubungan dengan nasabah. Ini adalah salah satu pilihan untuk menciptakan komunikasi tatap muka. Memang masih belum sempurna dibandingkan dengan apa yang ada di ujung.

Tidak ada keraguan bahwa video konferensi memberikan efisiensi, menghilangkan kebutuhan bagi staff perbankan untuk melakukan perjalanan ke beberapa cabang atau ke rumah / bisnis nasabah.

Meskipun ada interaksi tatap muka, detail produk sulit untuk ditampilkan, dijelaskan, dan disajikan dengan jelas melalui kamera online. Apa solusi untuk ini ? Dengan memakai augmented reality atau virtual reality nasabah akan lebih banyak mendapat kemudahan tentang dokumen atau pun persyaratan lain yang mungkin belum dimengerti nasabah.

Dalam realitas virtual ini, bank virtual dan / atau petugas perbankan virtual dapat dibuat, dengan kemampuan untuk berinteraksi dengan cara yang sama seperti yang tersedia di cabang fisik.

Pembukaan akun, proses aplikasi pinjaman atau layanan konsultasi investasi semuanya dapat disajikan dengan penggunaan visual dan simulasi digital, disesuaikan dengan AI untuk memenuhi kebutuhan spesifik nasabah, dan di lakukan di cabang virtual ataupun di rumah/kantor nasabah.

Untuk sebagian besar bank di seluruh dunia, interaksi dengan nasabah sebagian besar telah pindah ke ruang digital, dengan banyak bank hampir 90 persen dari interaksi nasabah secara online atau melalui seluler. Perbankan mengikuti tren interaksi yang bergerak dari dunia fisik, manual, ke dunia virtual, otomatis, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan abad ke-21.

Pada gilirannya, akan memberi bank kesempatan untuk memberi nasabah tingkat pelayanan yang luar biasa, menciptakan nasabah yang setia pada bank. Mampukah perbankan kita baik itu bank nasional atau bank daerah memanfaatkan teknologi ini? Atau memang kita akan selalu ketinggalan. (**)

Penulis Adalah Wakil Ketua Kadin Bidang Perbankan

Check Also

Fintech Primadona Pembiayaan ‘Zaman Now’

Oleh: Hendra Arbie Waspada.co.id – Perusahaan rintisan yang didirikan oleh sekelompok anak muda, mantan eksekutif ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.