Breaking News
Home / Artikel Pembaca / 30 Tahun Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan”
WOL Photo/Ega Ibra
WOL Photo/Ega Ibra

30 Tahun Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan”

Oleh:
DR. H. Sakhyan Asmara, MSP

WOL – Baru-baru ini Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” yang lebih dikenal dengan singkatan STIK-P Medan,  melaksanakan Wisuda Sarjana Angkatan ke-26 tepat pada usia yang ke-30 tahun. Wisuda dilaksanakan tanggal 26 November 2017, satu hari sesudah tanggal kelahiran pendiri STIK-P, Hj. Ani Idrus yakni 25 Nopember 1918.

Hadir dalam acara wisuda itu Ketua BPH STIKP Hj. Ida Tumengkol dan Pimpinan Yayasan Pendidikan Ani Idrus yang juga Pemimpin Umum Harian Waspada Hj. Rayati Syafrin. Keduanya adalah putri  Almarhumah Hj. Ani Idrus. Penulis memimpin jalannya wisuda selaku Ketua STIK-P dan Ketua Senat STIK-P Medan.

Dalam usianya yang ke-30 tahun, STIK-P telah melahirkan 814 Sarjana Komunikasi dan 39 Ahli Madya Komunikasi. Para alumni STIK-P telah berkiprah di pelbagai ladang pengabdian maupun profesi yang sebagian besar berkecimpung dalam dunia jurnalistik, public relations dan bidang komunikasi lainnya. Selain itu ada juga tidak sedikit yang berkecimpung di dunia sineas, LSM, dosen, Wiraswasta bahkan ada yang di TNI/Polri dan Aparatur Sipil Negara.

Visi Ani Idrus mendirikan STIK-P
STIK-P didirikan oleh Hj. Ani Idrus tahun 1987. Ketika itu media cetak masih sangat terbatas jumlahnya apalagi media elektronik. Sampai sampai Mustafa Siregar (Alm) yang ketika itu menjabat sebagai Koordinator Kopertis Wlayah I Sumatera Utara – Aceh, mengungkapkan kekaguman atas keberanian Hj. Ani Idris mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi mengingat masih sangat terbatasnya usaha media massa sebagai sasaran utama ladang pengabdian para  Sarjana Komunikasi.

Ternyata apa yang menjadi kekhawatiran Mustafa Siregar tidak terjawab, karena saat ini media cetak dan media elektronik tumbuh begitu subur, bahkan profesi pengisi acara di televisi menjadi impian karena mempunyai penghasilan yang sangat menggiurkan.

Seiring dengan itu, saat ini gelombang perkembangan kemajuan teknologi melaju dengan pesat, dan justru didominasi oleh kemajuan teknologi komunikasi. Seluruh perkembangan teknologi itu membutuhkan operator komunikasi dengan pelbagai gatra keahliannya. Tidak ada satupun  ruang penerapan teknologi mutakhir yang tidak memerlukan keahlian komunikasi dan tidak ada satupun ruang dalam kehidupan manusia yang tidak memerlukan komunikasi. Semua memerlukannya.

Itulah visi Ani Idrus yang tidak bisa di duga. Ia telah membayangkan jauh ke depan, bagaimana ilmu komunikasi itu benar-benar diperlukan. “Siapa yang menguasai informasi akan menguasai dunia, media massa adalah jendela dunia”.  Itulah sebagian dari ungkapannya yang selalu disampaikan kepada para mahasiswa.

Meski sekarang ia telah tiada, namun ia telah meninggalkan warisan yang sangat berharga yaitu Sekolah Tinggai Ilmu Komunikasi “Pembangunan”  sebagai  warisan monumental yang alumninya terus diperlukan dalam era milenial sekarang ini.

Ketika mendirikan STIK-P, Ani Idrus tidak bisa melepas jiwa nasionalis dan jiwa marhainismenya, Ia mengingatkan pada waktu itu, STIKP harus menampung para mahasiswa dari kalangan ekonomi lemah dengan cara tidak membuat uang kuliah mahal sehingga bisa diikuti oleh pelbagai kalangan. Dan itulah yang terus diterapkan STIK-P hingga saat ini.

Kemajuan teknologi komunikasi dan dampaknya
Kemajuan teknologi komunikasi sekarang ini bisa bisa dilihat dari bagaimana hiruk pikuk penggunaan perangkat komunikasi seperti kamera digital, compact disc, teknologi internet, proyektor mini, Internet banking, teknologi online, teknologi 3D printing (cetak 3 dimensi),  jejaring sosial online seperti youtube, google, Facebook, WA, BBM, twitter, line, path dan lain sejenisnya.

Sementara itu pada saat yang sama sekarang ini juga terjadi perkembangan kemajuan teknologi transportasi, mulai darat sampai luar angkasa, teknologi produksi, mulai dari yang ringan sampai super berat, teknologi sipil sampai nuklir dan perkembangan teknologi modern lainnya yang kesemuanya membutuhkan operator komunikasi. Perkembangan dunia teknologi dan perkembangan teknologi komunikasi  tentu saja memberikan manfaat besar bagi manusia.

Namun sebaliknya, khusus bagi perkembangan teknologi komunikasi juga dapat dimanfaatkan untuk hal hal yang justru  bisa merugikan manusia, seperti proxy war, hoax, hacker, propaganda, manipulasi data, dan lain sejenisnya,  sampai-sampai memunculkan suatu  fenomena menarik, mengikuti kemajuan teknologi komunikasi, yaitu: dulu orang mengatakan “Mulutmu harimaumu”, tapi sekarang bergeser menjadi “Jarimu harimaumu”.

Orang bersuara, menyampaikan ide, gagasan, pikiran, harapan, kritik, masukan dan lain sebagainya, hanya dengan jari-jari di atas gadget atau laptop yang kemudian dengan sekali pencet, di share,  akhirnya menjadi viral di media sosial dan tersebar ke seluruh dunia. Sebaran informasi itu memberikan dampak kepada individu, kelompok maupun masyarakat, dampak positif maupun negatif.

Dahsyatnya perkembangan teknologi komunikasi, sebagian orang mengatakan, inilah zaman yang disebut dengan era disrupsi (disruption era) atau zaman gangguan. Pertanyaannya ialah, apakah kita pasrah menerima kemajuan teknologi itu sebagai gangguan. Sesungguhnya tidak sama sekali. Tentu hal itu  sangat tergantung bagaimana cara kita mengelolanya, cara kita meresponsnya dan cara kita memanfaatkannya.

Peranan Sarjana Komunikasi
Menyikapi perkembangan itu, tentu diperlukan  sikap yang arif dan bijaksana dengan bekal kepiawaian melakukan transformasi lambang lambang yang mengandung makna, untuk dapat dipahami dan dimaknai secara baik oleh setiap orang yang menerimanya.  Serupa dengan ancaman bonus demografi, juga membutuhkan respons yang sama. Apabila kita salah dalam menanganinya atau bahkan tidak amanah, tentu  perkembangan kemajuan teknologi komunikasi, yang sama  dengan ancaman bonus demografi, akan menjadi malapetaka bagi ummat manusia.

Sebaliknya, bila kita dapat merespons dengan arif dan bijaksana, dengan kemampuan pengelolaan komunikasi yang cerdas, maka perkembangan kemajuan itu, dalam hal apa saja, akan memberi manfaat besar bagi ummat manusia. Disinilah perlunya para sarjana komunikasi, termasuk para sarjana yang telah dilahirkan oleh STIK Pembangunan Medan.

Keahlian yang diwariskan kepada para lulusan STIK-P adalah bidang Komunikasi sosial yakni, Public Relations, Jurnalistik dan Broadcasting, di dalamnya terkandung muatan teknologi komunikasi yang pengembangannya tentu dapat dilakukan oleh setiap  lulusan dalam kehidupan nyata di tengah tengah masyarakat nantinya.

Hadirnya para lulusan STIK-P di tengah tengah masyarakat,  menjadi bagian yang amat strategis  memainkan peran mengisi kekosongan kebutuhan tenaga skill di bidang komunikasi yang saat ini sangat diperlukan dan terus berkembang.  Oleh sebab itulah wisuda STIK-P dalam usianya yang ke 30 tahun memiliki arti penting sebagai momentum melepas  para sarjana untuk terjun di tengah tengah masyarakat, bangsa dan negara yang sedang sangat membutuhkan, sekaligus sebagai hadiah Ulang Tahun STIK-P ke-30 kepada bangsa dan negara Indonesia.

Penutup
Sebagai penutup, penulis mengutip sebagian isi pidato Ketua Yayasan Pendidikan Ani Idrus, H. Tribuana Said MDS pada wisuda STIK-P Angkatan ke-18  Tahun 2009 sebagai berikut:

“Yang pasti, peranan orang-orang komunikasi di masa mendatang akan semakin penting dan menentukan arah kemajuan dalam masyarakat di tiap-tiap Negara, khsusnya lagi bagi komunitas wartawan dan dosen, tantangannya semakin berat dalam tatanan dunia yang semakin modern, mengglobal, kompleks dan tingginya tuntutan masyarakat. Disinilah perlu komitmen kita semua untuk terus belajar guna meningkatkan kemampuan kompetensi agar tetap bisa eksis dan berguna bagi masyarakat, bangsa dan Negara.”

Selamat Ulang Tahun STIK-P yang ke-30,  semoga upaya yang dirintis oleh pendiri Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan”, Almarhumah Hajjah Ani Idrus, menjadi kontribusi nyata dan memberi arti bagi  kemajuan bangsa, negara dan masyarakat. Dan bagi Almh Hj. Ani Idrus, kiranya semua itu menjadi ladang amal ibadahnya guna memperbesar bekal menuju syurga jannatunnaiim. Amin ya robbal alamin. (**)

Penulis adalah Ketua STIK-P Medan dan Dosen Senior FISIP USU

Check Also

Ilustrasi

Palestina: Terima Kasih Atas Kepedulian Indonesia

JAKARTA, WOL – Perwakilan Kedutaan Besar Palestina di Indonesia Thaher Hamad Kuasa Usaha kembali menyampaikan ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.