Home / Aceh / Warga Protes, Jalan Lhoksukon-Cot Girek Diblokir
WOL Photo/Chairul Sya'ban

Warga Protes, Jalan Lhoksukon-Cot Girek Diblokir

LHOKSUKON, WOL – Kerusakan jalan yang menghubungkan Kecamatan Lhoksukon dan Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, kondisinya semakin parah. Bahkan, tak jarang pengguna jalan mengalami kecelakaan di sejumlah titik terparah kerusakan di jalan itu.

Sebagai bentuk protes, seratusan warga mengambil tindakan dengan cara memblokir jalan tersebut di dua titik, masing-masing di Desa Kumbang (Km 7) Kecamatan Lhoksukon dan di Desa Batu 12 Kecamatan Cot Girek. Pemblokiran ini dilakukan pada pukul 08.15 WIB, Kamis (18/01).

Dari pantauan, seratusan warga memanfaatkan potongan kayu dan bahkan pepohonan kepala sawit diletakkan dengan cara melintang di sepanjang 100 meter badan jalan di titik Desa Kumbang. Hal yang sama dilakukan sejumlah warga di titik Desa Batu 12, dengan cara meletakan potongan kayu di badan jalan.

Akibat dari pemblokiran yang hampir memakan waktu hingga empat jam ini, segala aktivitas pengguna jalan yang mengendarai sepeda motor dan mobil sempat terhenti. Tak hanya itu, truk CPO dan truk yang mengangkut material pasir dilarang untuk melintas. Warga menilai, kerusakan jalan terjadi akibat dilintasi truk berbadan besar Galian C dan CPO dari perusahaan yang ada di Cot Girek, sekaligus tidak adanya perhatian dari pemerintah.

Mewakili sejumlah Mukim lainnya yang turun andil dalam aksi itu, Ismail IB selaku Mukim Beurandang, mengatakan jalan yang menghubungkan Lhoksukon-Cot Girek sudah lama rusak dari tahun ketahun tanpa adanya perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait.

“Jalan Lhoksukon-Cot Girek adalah tempat utama, dimana di Kecamatan Cot Girek terdapat perusahaan besar atau ternama bahkan untuk di Aceh sendiri. Dulunya Kabupaten Aceh Utara dikenal kaya akan sumber daya yang ada, tapi mengapa sekarang sudah miskin sehingga jalan rusak ini terabaikan,” ujar Ismail IB.

Bersamaan dengan ini, Muspika Kecamatan Cot Girek dan Lhoksukon turun langsung ke lokasi pemblokiran jalan tersebut guna mengamankan situasi dan mencari solusi dengan menyampaikan aspirasi warga kepada Pemerintah. Kedua Muspika juga meminta pemblokiran segera dibuka agar aktivitas pengguna jalan kembali berjalan normal.

Mewakili Kapolres Aceh Utara, Kapolsek Lhoksukon AKP Teguh Yano Budi, mengatakan pihaknya akan tetap membantu menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah untuk saling mencari solusi yang terbaik. Kendati pihaknya, jalan yang diblokir ini bukanlah ranah Kabupaten akan tetapi ranahnya pihak Provinsi.

“Dari sebelumnya kami Muspika Lhoksukon dan Cot Girek sudah pernah duduk untuk jalan terbaik agar jalan kita ini diperbaiki, maka sebelumnya sempat dibantu dengan cara ditimbun oleh perusahaan di Cot Girek termasuk PTPTN I Cot Girek,” ujar Teguh didampingi Kapolsek Cot Girek, Ipda Yusyah Riandi dan Camat Cot Girek, Usman K,S.Sos.

Hasil dari penyampaian Muspika Cot Girek dan Lhoksukon menunjukkan bahwa warga bersedia untuk duduk audiensi di Polres Aceh Utara yang akan berlangsung besok, Jum’at (19/01) usai shalat Jum’at. Namun demikian, warga meminta agar menghadirkan paling tidak pihak Provinsi dari Banda Aceh yang menangani jalan tersebut.

Usai audiensi antara masyarakat dengan kedua Muspika di lokasi tersebut, warga kembali membuka jalan yang telah diblokir hingga memakan waktu hampir empat jam meski sempat alot saat pihak Muspika memohon pemblokiran jalan dibuka. “Jadi saya mohon bapak-bapak sekalian buka kembali blokir ini, besok kita duduk dengan Kapolres di Polres Aceh Utara membahas persoalan ini,” tukas Teguh.(wol/chai)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Bripka Anumerta Faisal Meninggal Karena Ditembak, Bukan Ditusuk

LHOKSUKON,Waspada.co.id – Kepolisian Resort Aceh Utara menggelar konferensi pers terkait meninggalnya, Bripka Anumerta Faisal, yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: