Home / Aceh / Warga Pirak Timu Berpuasa & Shalat Istisqa Mohon Hujan Turun
WOL Photo/Chairul sya'ban
WOL Photo/Chairul sya'ban

Warga Pirak Timu Berpuasa & Shalat Istisqa Mohon Hujan Turun

LHOKSUKON, WOL – Memasuki bulan kedua di tahun 2018, hujan belum juga turun pasca dilanda bencana banjir pada awal Januari 2018. Tak ada cara lain selain berdoa dan berpuasa yang dilakukan masyarakat khususnya di Desa Matang Keh, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (14/02).

Di areal persawahan yang kering total dan tanahnya mulai retak, warga bersiap untuk melaksanakan shalat Istisqa untuk memohon agar hujan segera turun membasahi kawasan tersebut. Barisan Shaf terlihat rapi, sang Imam, Tgk Abu Bakar mulai mengawali takbir rakaat pertama yang diikuti para Jama’ah.

Dibawah teriknya matahari tanpa dialaskan tenda, para Jama’ah membuka lebar tangannya seraya berdoa memohon kepada sang pencipta agar hujan segera turun membasahi pemukiman mereka terutama bagi tanaman padi mereka yang kini nasibnya terancam ‘mati’.

Suasana haru turut berlangsung beberapa saat ketika sang Imam memimpin doa usai shalat tersebut. Muspika Pirak Timu yang terdiri dari Camat, Ismuhar S.STP, Danramil Kapten Chb Edi Wijaya bersama Geuchik setempat, Ismail, turut mengambil barisan shaf untuk ikut berjama’ah dalam shalat Istisqa tersebut.

“Masyarakat Pirak Timu sangat berharap hujan segera turun terutama demi menyelamatkan ribuan hektare tanaman padi mereka yang nasibnya kini terancam gagal panen. Maka untuk hari ini dilakukanlah shalat Istisqa setelah sebelumnya menjalani puasa selama tiga hari,” ujar Tgk Abu Bakar yang juga Imam Masjid Alue Mudem, Kecamatan Lhoksukon.

Dalam kesempatan itu, rombongan Dinas Pertanian Provinsi Aceh dan Kabupaten Aceh Utara meninjau titik-titik kekeringan terparah sawah tadah hujan di kawasan tersebut. Salah satunya di areal persawahan kawasan Desa Ara Ton-Ton dan Muenje Tujoh dengan didamping Muspika setempat.

Dalam hal peninjauan itu Dinas Pertanian Provinsi Aceh menyatakan akan membantu pompanisasi dan dalam waktu dekat mengajukan permohonan pompanisasi ke Menteri Pertanian di Jakarta. Sementara bagi kawasan yang sudah memiliki pompanisasi seperti di Desa Muenje Tujoh, akan ditambah agar air penyuplaian air ke sawah berjalan dengan stabil.

Adapun peninjauan ini diikuti oleh Kadis Pertanian Provinsi Aceh, Drs. Hasanuddin Darjo MM, didampingi Kadis Pertanian Aceh Utara, Ir. Syarifuddin dan Kabid Tanaman Pangan, Abdul Zalil SP. Msi, Camapi Pirak Timu, dan Danramil Pirak Timu.

Pada Jum’at (09/02), kegiatan yang sama turut dilakukan warga di Desa Muenje Tujoh, Kecamatan Pirak Timu. Mereka sangat berharap doa mereka dalam shalat Istisqa segera terkabul untuk agar hujan segera turun, shalat itupun berlangsung dibawah teriknya matahari tanpa tenda.

Sementara itu Camat Pirak Timu, Ismuhar S.STP, mengatakan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016 tercatat sejumlah 1.600 hektare sawah adalah tadah hujan. Namun, ada beberapa petani yang menggerakkan gotongroyong mengalirkan air dengan cara sistem pompanisasi, akan tetapi hasilnya belum memuaskan.(wol/chai)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo

Warga Cot Girek Sisihkan Uang Perbaiki Jalan Lintas Cot Girek-Bener Meriah

LHOKSUKON, WOL – Untuk mempermudah akses menuju perkampungan, warga dominan petani menyisihkan sedikit uangnya dari ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.