Breaking News
Home / Aceh / Wakil Bupati Harapkan Pengawasan Lebih Pada Bimtek Geuchik
Intel Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Erning Kosasih SH.
Intel Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Erning Kosasih SH.

Wakil Bupati Harapkan Pengawasan Lebih Pada Bimtek Geuchik

LHOKSUKON, WOL – Bimbingan Teknis (Bimtek) kembali digelar oleh Lembaga Kajian Manajemen Pembangunan (LKMP) kepada ratusan geuchik beserta aparaturnya dari sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Utara. Hari ini, Rabu (25/10), lima kecamatan mulai diberangkatkan untuk Bimtek tersebut.

Koordinator LKMP, Fahmi, yang dikonfirmasi Waspada Online, mengatakan peserta Bimtek yang berangkat hari ini diantaranya Kecamatan Lapang, Matangkuli, Pirak Timu, Tanah Luas, dan Nisam. Para Geuchik beserta aparaturnya ikut Bimtek hingga empat hari kedepan.

“Iya bang, hari ini yang berangkat ada dari Kecamatan Lapang, Matangkuli, Pirak Timu, Tanah Luas, dan Nisam. Bimtek akan berjalan selama empat hari yang berlangsung di Hotel Soechi Internasional Kota Medan, Sumatera Utara. Mereka akan diberikan bimbingan oleh masing-masing pemateri,” ujarnya menjawab Waspada Online.

Adapun Bimtek digelar untuk “Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa” dengan memberikan bimbingan Perencanaan dan Penganggaran APBDesa, Pelaksanaan APBDesa, Pengelolaan Aset Desa, Pertanggungjawaban keuangan dan kewajiban perpajakan bendahara, serta pengadaan barang/jasa di desa.

Peserta Bimtek terdiri dari geuchik dan aparaturnya mendengarkan materi yang disampaikan pemateri
Peserta Bimtek terdiri dari geuchik dan aparaturnya mendengarkan materi yang disampaikan pemateri

Dalam hal ini, Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, atau yang akrab disapa Sidom Peng, mengatakan Bimtek tersebut dilakukan atas usulan dari Desa masing-masing kepada pemerintah melalui BPMKS Aceh Utara yang mungkin sudah pernah dilakukan untuk kabupaten lain. Namun ia berharap agar dapat dilakukan lebih pada pengawasan.

“Bimtek atas usulan desa masing-masing, namun kita harapkan bahwa tim harus lebih melakukan pengawasan. Artinya, pengawasan dilakukan supaya tidak terjadi penyelewengan. Jikapun nantinya ditemukan penyelewengan, maka perlu diproses,” ujarnya saat ditemui Waspada Online sore kemarin, Selasa (24/10) di ruang kerjanya.

Kejaksaan Negeri Lhoksukon melalui Kasi Intelnya, Erning Kosasih SH, sebelumnya pada Bimtek Rabu lalu di Grand Kanaya Hotel Medan menjelaskan maksud dan tujuan pembentukan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Daerah (TP4D) Aceh Utara kepada ratusan Geuchik maupun aparatur Desa se-Kecamatan Lhoksukon.

Adapun pertimbangan pembentukan TP4D salah satunya sebagaimana Intruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi tahun 2015 antara lain dimaksudkan untuk meningkatkan upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi di Instansi pemerintahan. (wol/chai)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

foto: topskor

PSSI Tunjuk Bima Sakti Tangani Timnas U-19

JAKARTA, WOL – PSSI menunjuk Bima Sakti sebagai pelatih sementara Timnas U-19 ditemani Cristian ‘El ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.