_
Home / Aceh / Tugas Selesai, Gajah CRU Pulang ke Camp Asal
WOL Photo

Tugas Selesai, Gajah CRU Pulang ke Camp Asal

LHOKSUKON, WOL – Empat ekor gajah jinak yang masing-masing mempunyai nama Otto, Avan, Marni dan Meulu akhirnya selesai menjalankan tugas menanggulangi gajah liar. Merekapun kini dipulangkan kembali ke camp asal di Dusun Bate Uleu Desa Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara.

Gajah Conservation Response Unit (CRU) milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) ini sebelumnya ditugaskan untuk menanggulangi gangguan puluhan gajah liar di Dusun Alue Buloh, Leubok Tilam Timur dan Abong-Abong, Kecamatan yang sama.

Sebelumnya, CRU dibawah naungan pemerintah daerah melalui dinas kehutanan setempat berencana mendirikan camp permanen di Dusun Alue Buloh. Namun, fasilitas yang tidak begitu memadai membuat gajah-gajah ini dikembalikan ke camp asal.

Kasa Polhut Aceh Utara, Yusnady, mengatakan, gajah-gajah CRU akan dikerahkan kembali ke Dusun Alue Buloh jika sudah memiliki fasilitas yang cukup dan terjadinya gangguan gajah liar.

“Sementara gajah-gajah ini dipulangkan dulu ke camp asal di Bate Uleu. Dan akan kita kerahkan kembali jika gangguan gajah liar kembali terjadi, serta fasilitas yang sudah memadai,” ujar Yusnady yang juga Komandan Patroli CRU Cot Girek kepada Waspada Online, Kamis (18/8).

Ia menjelaskan, dilokasi penanggulangan gajah liar seharusnya tidak berjauhan dengan sungai yang jernih dan airnya yang mengalir. Kemudian adanya lokasi tempat ikat gajah jinak dan camp untuk para Mahout (Pawang, red).

“Masyarakat juga harus kompak dan selalu mendampingi Mahout selama adanya gangguan gajah liar. Ini sifatnya masih sementara, malah di Dusun Alue  kasi yang tepat. Namun belum ada yang permanen,” ujarnya.

Kepala Dusun Alue Buloh, Abdurrahman, sangat berharap jika gajah-gajah tersebut ditugaskan kembali di Dusun Alue Buloh. Dan warga, kata dia, siap menjalankan perintah CRU demi terjalinnya komunikasi yang baik dan kekompakan dalam menanggulangi gajah liar.

“Terimakasih sebelumnya diturunkan gajah jinak untuk mengusir gajah liar di dusun kami. Kami juga sudah rapat hari Minggu kemarin dalam hal membentuk kekompakan penanggulangan gajah liar,” jelas Abdurrahman.

Beberapa point yang disampaikan dalam rapat itu diantaranya, warga akan secara swadaya merehab jalan untuk agar truck pengangkut pakan gajah setiap minggunya tidak sulit naik ke dusun itu mengingat akses menuju lokasi agak sulit jika hujan mengguyur.

“Kemudian kami siap kompak untuk dirikan camp, tapi bukan camp yang permanen. Mengingat anggaran yang kita gunakan dari kantong pribadi. Kami berharap nantinya bisa didirikan camp oleh pemerintah daerah,” harapnya.
(wol/chai/data1)

Check Also

Waspada! Gunung Anak Krakatau Meletus 407 Kali Dalam Sehari

JAKARTA, Waspada.co.id – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung mengalami 407 kali kegempaan letusan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.