Home / Aceh / TNI Rampungkan Jembatan Penghubung dan Tugu Perjuangan Desa Tempeng
Jembatan pengubung yang hampir rampung dikerjakan Satgas TMMD ke-102 Kodim 0113/GL, serta Tugu Perjuangan Rakyat yang berada di Benteng Uluh Cangduri, Desa Tampeng, Selasa (31/7). (WOL Photo/Bustanuddin)

TNI Rampungkan Jembatan Penghubung dan Tugu Perjuangan Desa Tempeng

GAYO LUES, Waspada.co.id – Setelah melaksanakan berbagai kegiatan TMMD di Kampung Tampeng Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues, Satgas TMMD ke-102 Kodim 0113/Gayo Lues selesai membangun jembatan penghubung serta Tugu Perjuangan Rakyat di daerah itu, Selasa (31/7).

Pembangunan jembatan tersebut dibangun sepanjang 9 meter dan lebar 6 meter dengan konstruksi yang kuat, merupakan salah satu dari sasaran fisik TMMD. Anggota Satgas bersama masyarakat setempat bersemangat dalam proses pengerjaan pembangunan jembatan tersebt. “Jembatan yang dibuat tidak hanya dapat dilewati kendaran roda dua namun kendaran roda empat pun nantinya dapat melintasi jembatan tersebut,” tegas Dansatgas TMMD, Letkol Inf M Faizal Nasution SIP.

Dikatakan, pembangunan jembatan ini dimaksudkan untuk menghubungkan antara dua desa, yang dimulai dari Desa Tampeng menuju Desa Tampeng Musara. “Karena hubungan kedua desa tersebut selama ini terputus dan masyarakat merasakan kesulitan melewati aliran sungai yang cukup deras terbentang membelah kedua desa,” jelasnya lagi .

Jembatan ini akan menjadi akses jalan yang dapat digunakan masyarakat menuju lokasi perkebunan dan membantu membawa hasil bumi atau hasil panennya untuk dibawa pulang ke rumah atau dijual ke pasar.

“Selain itu, pembangunan Tugu Perjuangan Rakyat dalam menentang agresi militer Belanda yang menyerbu benteng Uluh Cangduri Desa Tampeng pada 1904, juga telah selesai dibangun Satgas TMMD 102,” sebutnya.

Beberapa warga Desa Tampeng, kepada Waspada Online mengaku, pembangunan tugu perjuangan tersebut dapat membangkitkan kembali semangat perjuangan bagi generasi sekarang, dan juga untuk menghargai jasa para pahlawan yang syahid dalam membela Tanah Air ditempat tersebut. “Karena benteng Uluh Cangduri hingga saat ini masih menyimpan misteri sejarah perjuangan rakyat,” ujar warga.

Dikatakan warga, dari nama benteng tersebut bukan merupakan benteng yang biasa pada umumnya, tetapi secara logika benteng tersebut sudah dipersiapkan bertahun tahun sebelumnya, karena terdiri dari kumpulan pohon bambu hidup yang berduri,” jelasnya.

“Berkat karya TNI dalam TMMD ke-102 ini, nilai sejarah dari benteng tersebut dapat kembali dipugar dan menjadi catatan sejarah bagi ‘Negeri Seribu Bukit Gayo Lues,” warga lainnya. (wol/bus/data2)

Editor: Agus Utama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: