_
Home / Aceh / Tim Saber Pungli Lhokseumawe Ungkap Pungli Izin HO
WOL Photo/chairul sya'ban

Tim Saber Pungli Lhokseumawe Ungkap Pungli Izin HO

LHOKSEUMAWE,WOL – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, mengamankan dua tersangka dalam kasus tindak pidana pemerasan atau pungli. Kedua tersangka berinisial AS (38) dan MY (50) bersama sejumlah barang bukti termasuk uang tunai dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis (06/04).

Ketua Tim Tindak Saber Pungli Polres Lhokseumawe, AKP Yasir, menyebutkan modus operandi yang dilakukan kedua tersangka untuk menjalani aksinya yaitu dengan cara MY selaku kepala desa Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe perintahkan AS selaku Kasie desa tersebut untuk mengutip biaya dari setiap warganya.

“Tersangka melakukan praktek pungutan biaya pengurusan surat permohonan perpanjangan izin gangguan (HO) dari warganya dengan nilai paling sedikit Rp100 ribu maupun lebih dari setiap warga yang mengajukan pengurusan tersebut. Praktik pungli semacam ini sudah lama berlangsung,” ujar AKP Yasir.

Dijelaskan, Rabu (05/04) pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat terkait praktek pungli tersebut. Selanjutnya Tim pihaknya melakukan pengecekan dan ternyata benar praktek pungli yang dimaksud sedang berlangsung. Petugas saber pungli turut mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp200 ribu dari tangan AS yang diberikan oleh Rina Fitriana untuk mengurus perpanjangan izin HO.

“Uang tersebut diberikan oleh Rina Fitriana kepada AS untuk mengurus izin HO berupa jenis surat yang harus ditandatangani kepala desa sebagai bentuk persetujuan kepala desa bahwa tidak keberatan izin lingkungan. Kemudian tim melakukan penggeledahan, dan menemukan barang bukti senilai Rp278 ribu dari dalam kotak kayu yang sudah disediakan oleh pihak kantor desa setempat,” terang Yasir.

Ditambahkan, selain bukti tersebut pihaknya turut mengamankan bukti uang Rp2,6 juta dari MH selaku Kasi Kesra Desa setempat. Namun MH kepada petugas mengaku bahwa uang tersebut merupakan uang pengutipan retribusi dari lapak kios yang dikelola pihak desa. Kendati demikian, tim saber pungli sendiri tetap akan melakukan penyelidikan untuk mendalami kutipan yang dimaksud apakah resmi atau tidak.

Terkait kasus pungli ini, kedua tersangka dapat disangkakan dengan pasal tindak pidana pemerasan dan atau turut serta membantu suatu perbuatan pidana sebagaiman yang dimaksud dalam Pasal 368 ayat (1) Jo Pasal 55 Jo Pasal 56 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

SMSI Sumut Intensifkan Komposisi Pengurus Periode 2019-2024

MEDAN, Waspada.co.id – Sejumlah pemilik media online telah mengintensifkan pembentukan pengurus Serikat Media Siber Indonesia ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.