Home / Aceh / Tim Gabungan Eksekusi Tanaman Sawit di Eks Lahan PT ASN
WOL Photo
WOL Photo

Tim Gabungan Eksekusi Tanaman Sawit di Eks Lahan PT ASN

BANDA ACEH, WOL – Tanaman sawit di bekas lahan PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) yang tumpang tindih dengan kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil dieksekusi dengan cara ditebang oleh tim gabungan. Penebangan tersebut mulai dilakukan sejak Selasa (28/11), dan akan dituntaskan dalam waktu sepuluh hari.

Tim gabungan diantaranya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh bersama Polda Aceh, Polres Aceh Selatan, dan mitra dari Yayasan Orangutan Sumatera Lestari (YOSL-OIC), Forum Konservasi Leuser (FKL), World Conservation Society (WCS-IP). Eksekusi sesuai dengan surat Plt. Dirjen KSDAE KLHK No S.63/KSDAE/KK/KSA.1/2/2017 tanggal 20 Februari 2017.

“Eksekusi ini sesuai surat Plt Dirjen KSDAE KLHK No. S.63/KSDSE/KK/KSA.1/2/2017 tgl 20 Februari 2017 yang menegaskan bahwa areal tumpang tindih seluas 340 Ha adalah masuk kawasan SM Rawa Singkil. Surat Dirjen KSDAE ini juga menolak permohonan PT. ASN untuk pengelolaan areal seluas 70 Ha yang sudah ditanami sawit pada areal tersebut selama 1 daur,” ujar Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, Kamis (30/11).

Dengan surat Dirjen tersebut, PT. ASN kemudian menyerahkan kembali areal tumpang tindih kepada BKSDA dan selanjutnya dilakukan penebangan sawit yang sudah ditanam untuk kemudian akan dilakukan kegiatan pemulihan ekosistem atau restorasi.

Dugaan tumpang tindih PT. ASN dengan SM Rawa Singkil sendiri diketahui setelah dilakukan pengecekan bersama antara BKSDA Aceh, BPKH Wilayah XVIII Banda Aceh, BPN Aceh Selatan dan PT. ASN serta Polda Aceh pada tahun 2015.

Sapto menyebutkan, tumpang tindih terjadi karena kesalahan peta kerja yang dibuat pada masa lampau. PT ASN sendiri sempat mengajukan permohonan pengelolaan tanaman yang sudah terlanjur ditanaman dengan investasi pinjaman Bank yang tidak sedikit. Namun setelah dilakukan pencermatan, Dirjen KSDAE menolak permohonan tersebut sehingga pada tanggal 28 November 2017 dilakukan eksekusi di lapangan.

“Eksekusi sendiri dilaksanakan setelah tata batas persekutuan yang dilakukan BPKH Wilayah 18, BKSDA Aceh, BPN dan PT. ASN selesai dikerjakan pada bulan Mei 2017 yang lalu. Sehingga batas antara SM Rawa Singkil dan HGU PT ASN jelas di lapangan,” tambah Sapto.

Dijelaskan, eksekusi ini merupakan tahapan pertama dari rencana pemulihan ekosistem atau restorasi kawasan yang akan dilaksanakan bersama para mitra BKSDA (OIC, WCD dan FKL) serta dengan melibatkan masyarakat yang secara administratif berada di Desa Seuneubok Pusaka Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan.

“Pemulihan ekosistem ditujukan untuk memulihkan fungsi kawasan SM Rawa Singkil sebagai rawa gambut paling penting di Aceh yang merupakan habitat berbagai jenis satwa liar serta menjadi pendukung sistem penyangga kehidupan masyarakat sekitarnya,” tukas Sapto.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo

BPSDM Sumut Harus Bisa Jadi Pusat Pengembangan ASN Regional

MEDAN, WOL – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi mengharapkan Badan Pengembangan Sumber Daya ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.