_
Home / Aceh / Tim BNPB Investigasi ke Gayo Lues Pasca Banjir Bandang
Tim Investigasi dan Survei BNPB Pusat, Jarwansyah SPd MAP MM didampingi personil BPBD Gayo Lues pada saat meninjau salah satu jembatan yang rusak di Kecamatan Putri Betung, Gayo Lues, Minggu (23/12). (WOL Photo/Bustanuddin)

Tim BNPB Investigasi ke Gayo Lues Pasca Banjir Bandang

BLANGKEJEREN, Waspada.co.id – Paska banjir Bandang yang menghantam 6 Kecamatan di Kabupaten Gayo Lues beberapa waktu lalu, Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat (BNPB) yang dipimpin Jarwansyah SPd MAP MM selaku Kepala Sub Dit Pemantauan dan Pelaporan pada Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, turun melakukan survei atas kerusakan yang dialami masyarakat, Minggu (23/12).

Dari 6 kecamatan yaitu Putri Betung, Blangkejeren, Dabun Gelang, Rikit Gaib, Pantan Cuaca, dan Kecamatan Tripe Jaya, yang paling banyak mengalami kerusakan berat ada di Kecamatan Putri Betung dan Kecamatan Dabun Gelang. Hal ini sesuai menurut hasil laporan yang disampaikan Kepala BPBD Gayo Lues, Suhaidi SPd MSi melalui Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Mhd Saleh M SE kepada Waspada Online, Senin (24/12) di Blangkejeren.

Dikatakan, kehadiran tim survei BNPB Pusat tersebut guna melihat langsung beberapa fasilitas umum yang mengalami rusak berat seperti 11 unit jembatan gantung, rumah ibadah, lahan pertanian, serta rumah dan pemukiman masyarakat.

Setelah melakukan sejumlah investigasi ke lokasi bencana, Tim Survei BNPB menjelaskan, akan memproritaskan pembangunan 11 jembatan gantung antara lain, Jembatan Pintu Gayo 2 unit, Jembatan Marpunge Pekan 1 unit, Marpunge Titi 1 unit, Kampung Serkil 1 Unit, Air Panas 1 unit, Jembatan Ramung 2 unit, Jembatan Singah Mulo 2 unit serta Jembatan Siongal-ongal 1 unit. Di samping itu beberapa tanggul penahan tebing pada DAS Kali Alas, yang dinilai urgen dan mengalami kerusakan yang cukup berat.

Menurut perhitungan BNPB, yang mengalami kerusakan paling parah antara lain, 11 unit jembatan gantung, sekitar 20 unit rumah masyarakat, termasuk satu menasah di Kampung Marpunge Pekan, serta sekitar seratusan hektar lahan perkebunan dan persawahan yang tertimbun material pasir dan kayu gelondongan.

Dijelaskan lagi, kedatangan langsung Tim Survei BNPB Pusat ini untuk mempercepat pembenahan fasilitas umum yang rusak dan juga untuk perencanaan pengendalian DAS Kali Alas dan DAS Kuala Tripa selanjutnya. “Guna menghindarkan pemukiman dan lahan pertanian dan perkebunan warga selanjutnya dari ancaman banjir bandang di sepanjang kedua aliran sungai tersebut,” jelas Mhd Saleh. (wol/bus/data1)
Editor: Agus Utama

Check Also

Polda Sumut Kirim Bantuan Logistik Untuk Korban Banjir Bandang

MEDAN, Waspada.co.id – Polda Sumatera Utara mengirim bantuan logistik kepada korban banjir bandang di Mandailing ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.