_
Home / Aceh / Sawit Penyumbang Devisa Terbesar Indonesia
WOL Photo

Sawit Penyumbang Devisa Terbesar Indonesia

BANDA ACEH, WOL – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono, menyatakan komoditas sawit merupakan penyumbang devisa terbesar di Indonesia saat ini dan merupakan salah satu sektor yang memberi dampak ekonomi besar terhadap masyarakat dan pemda setempat.

Pasar sawit Indonesia untuk dunia mencapai 45 persen dari total kebutuhan minyak nabati dunia. Bahkan, negara asing sebagai saingan bisnis Indonesia, melalui lembaga yang mengaku peduli lingkungan membangun dan memunculkan isu negatif terhadap tanaman sawit sebagai penyebab degradasi kerusakan lingkungan.

“Padahal, tanaman sawit bukan perusak lingkungan dan lahan untuk tanaman sawit juga sudah ditentukan. Ada yang namanya hutan lindung, hutan konservasi, TNGL, kalau nanamnya di wilayah tersebut baru namanya pelanggaran, saya sebagai GAPKI pun tidak setuju, jangan sedikit sedikit ada gajah mati langsung disalahkan sawit padahal gajah mati karena diburu pemburu gading,” terang Joko di Banda Aceh, Kamis (20/10).

Joko mengatakan negara asing akan terus berupaya menghentikan ekspansi sawit di Indonesia dengan isu lingkungan, agar produksi sawit di Indonesia terhenti sehingga akan mengakibatkan perekonomian di Indonesia akan terpuruk.

Ia menambahkan pihaknya siap memberikan berbagai pemahaman dan kajian terkini kepada semua pihak dalam memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap pengembangan kelapa sawit di Tanah Air.

Ketua GAPKI Provinsi Aceh, Sabri Basyah, menyebutkan produksi kelapa sawit di Aceh mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir. Hal itu disebabkan kurangnya dukungan pemerintah daerah untuk sektor perkebunan ini, dan adanya anggapan berbagai pihak yang menganggap sawit sebagai tanaman yang merusak lingkungan.

“Padahal sawit ini tidak merusak, dan di perusahaan perkebunan bisa menampung banyak tenaga kerja,” katanya menambahkan kini produksi kelapa sawit Aceh hanya 700-800 ribu ton per tahun.

“Itu yang tahun lalu, sedangkan tahun ini turun lagi. Untuk sektor kelapa sawit, Aceh tertinggal, karena produktivitasnya tertinggal,” ujarnya.

Dia meminta pemerintah daerah untuk memberikan dukungan terhadap peningkatan produksi kelapa sawit di Aceh, agar sektor perkebunan kelapa sawit dapat juga mendorong perekonomian daerah. (wol/aa/gr)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Aminullah Jadi Pemateri di Acara Rencana Aksi Nasional P4GN

BANDA ACEH, Waspada.co.id – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman tampil sebagai pemateri pada acara ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.