Home / Aceh / Ratusan Rumah Banjir di Lhoksukon dan Cot Girek, Ini Aksi Warga
WOL Photo/chairul sya'ban

Ratusan Rumah Banjir di Lhoksukon dan Cot Girek, Ini Aksi Warga

LHOKSUKON,Waspada.co.id – Bencana banjir melanda sejumlah desa di Kecamatan Lhoksukon dan satu desa di Kecamatan Cot Girek. Ini, banjir yang ketiga kalinya menerjang. Berbicara soal banjir pun seakan tak ada habisnya, hujan lebat yang tidak begitu lama justeru merendam ratusan rumah.

Pada Senin (24/09) dini hari lalu, debit air di Sungai yang disebut Krueng Peutoe tak mampu menampung debit air pasca diguyur hujan lebat sejak sore waktu itu, pada akhirnya air bah itupun memecahkan tanggul di Desa Kumbang (Km 7) Lhoksukon Tengah, Kabupaten Aceh Utara.

Lain halnya di Desa Geulumpang (Km 10) Lhoksukon Tengah, debit air sungai yang meninggi dengan leluasa menerobos tanggul sungai yang sudah lama runtuh yang pada awalnya sudah pernah dibangun tanggul. Gelombang air keruh dengan derasnya mengalir hingga merendam sejumlah rumah dan badan jalan.

Di Desa U Baro Km 11, Kecamatan Cot Girek, juga demikian. Jika banjir bisa parah, jalanan yang menghubungkan Kecamatan Lhoksukon – Cot Girek turut tergenang bahkan satu sekolah tingkat menengah diliburkan. Tidak memakan waktu lama, banjirpun surut.

Tak sampai disitu, belum usai lelah warga yang membersihkan lumpur pasca banjir, pada Selasa (25/09) dinihari banjir kembali ‘menyapa’ warga, kala itu tidak begitu parah. Terulang, banjir kembali pada Rabu (26/09) pagi dan surut pada sore dengan perlahan.

Warga disibukkan kembali dengan datangnya bencana ini, ruas jalan di Desa Kumbang Lhoksukon Tengah dan Desa Geulumpang tergenang. “Tadi pagi mulai datang banjirnya, lagi pula tanggul di Desa Kumbang jebol sejak banjir hari pertama (Senin, red),” ujar Idris Ghani (60), kepada Waspada Online.

Warga ramai-ramai protes, menjelang siang melakukan aksi pemblokiran jalan yang terendam banjir sebagai bentuk kekesalan mereka yang selama ini banjir kerap terjadi terutama dalam hal penanganan kondisi tanggul yang jebol.

Tim Forkopimda Aceh Utara turun ke lokasi tepatnya di Desa Kumbang. Sejumlah pejabat hadir dalam hal mediasi dengan warga atas tindakan pemblokiran itu diantaranya Waka Polres Aceh Utara Kompol Edwin Aldro, Ketua Komisi D DPRK Aceh Utara, Mawardi atau Tgk Adek, Muspika Cot Girek dan Humas PKS PTPN I Cot Girek, Abdul Muthaleb.

Dalam hal ini warga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk segera melakukan perbaikan tanggul yang telah jebol di beberapa titik. Jika tuntutan itu tak diindahkan, warga akan melanjutkan aksinya ke Gedung Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe.

“Ini hampir ada solusinya dan kita menunggu jawaban Kepala Dinas untuk anggaran darurat, ya mungkin kalau dihitung hanya sekitar 30 jutaan lah lagi pula kita juga punya alat, hanya saja menunggu kebijakan,” ujar Ketua Komisi D DPRK Aceh Utara Fraksi Partai Aceh, Mawardi atau Tgk Adek.

Disebutkan olehnya, jika memperbaiki di titik lain jebolnya tanggul maka tidak cukup dengan anggaran senilai 30 juta, hanya saja cukup untuk penanganan tanggul jebol dua titik di Desa Kumbang. (wol/chai/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Program Pemko Medan di 2019 Fokus Infrastruktur Jalan dan Drainase

MEDAN, Waspada.co id – Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, mengaku bahwa di tahun anggaran 2019 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: