Home / Aceh / Ratusan Hektar Padi Terancam Gagal Panen di Cot Girek
WOL Photo/chairul sya'ban

Ratusan Hektar Padi Terancam Gagal Panen di Cot Girek

LHOKSUKON,WOL – Kekeringan tak hanya melanda areal persawahan tadah hujan di Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, tapi kondisi yang sama juga melanda ratusan hektar sawah tadah hujan di Kecamatan Cot Girek. Kondisi tersebut sudah berlangsung sejak akhir Januari 2018, dimana hingga saat ini tanaman padi hampir rata-rata mengering.

Seperti yang terpantau di Desa Seuneubok Baro, Jumat (16/03), yang merupakan salah satu titik terparah kekeringan tersebut. Berbagai upaya sudah dilakukan warga untuk mengalirkan air ke persawahan dengan menggunakan mesin pompa air, dan membangun waduk, namun tetap saja tidak membuahkan hasil.

Kepala Dusun Blang Asan Desa Seuneubok Baro, Jhon Junaidi, mengatakan dirinya untuk mengatasi kekeringan kali ini telah membangun waduk penampungan air. Namun, tidak membuahkan hasil bahkan air pernah tertampung pada waduk tersebut hingga kini kering total. Untuk Desa Seuneubok Baro saja kata Jhon Junaidi, terdapat sejumlah 46 hektar sawah tadah hujan.

“Untuk desa kita ini saja terdapat sekitar 46 hektar dan itu semua sawah tadah hujan khususnya di wilayah barat dan timur. Saya sudah membuat waduk dan ada juga warga disini yang membangun bendungan kecil, tapi airnya tak mampu menampung banyak sehingga tidak ada hasil, sementara kebutuhan air untuk kita sangat besar,” ujar dia.

Sementara itu Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cot Girek, Ramli, menyebutkan terdapat sejumlah 745 hektare sawah tadah hujan di Kecamatan Cot Girek. Sedangkan untuk titik terparah yaitu terdapat di 14 desa dari 24 desa yang ada di Kecamatan itu. Diantaranya Desa Seuneubok Baro, Alue Drien, U Baro, Ceumpedak, Pucok Alue, Trieng, Beurandang Asan, Beurandang Krueng, Beurandang Dayah, Seupeng dan Drien Dua.

“Sejumlah 14 desa tersebut merupakan titik terparah dilanda kekeringan, namun ada juga desa yang mengalirkan air ke persawahan mereka dengan menggunakan pompa air seperti di Desa Ulee Gampong. Kalau kita lihat kondisi yang sekarang ini kekeringan kali ini cukup parah, dimana kondisi tanahnya saja sudah pada pecah-pecah, dan terancam gagal panen,” jelas Ramli.

Menurutnya, kondisi tanaman pada saat ini terancam gagal panen hingga 50 persen. Oleh sebab itu, seharusnya persawahan di Kecamatan Cot Girek sangat membutuhkan air yang banyak agar warga yang berprofesi sebagai petani bisa menggarap sawah mereka dengan hasil yang memuaskan.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Banjir Rob Terjang Pemukiman Warga di Kecamatan Seuneuddon

LHOKSUKON,Waspada.co.id – Banjir rob yang disebabkan pasang purnama terjadi di Desa Matang Puntong dan Lhok ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: