_
Home / Aceh / Puting Beliung Landa Baktiya Barat dan Seuneuddon
WOL Photo/chairul sya'ban

Puting Beliung Landa Baktiya Barat dan Seuneuddon

LHOKSUKON, WOL – Wanita berusia 60 tahun itu terlihat sibuk mengumpulkan satu persatu puing bangunan rumahnya yang roboh. Wanita ini bernama Basyariah, ia bersama suami, Basyari (60), tercatat sebagai warga Dusun Cot Rabo, Desa Matang Sijuek, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara.

Keluarga miskin ini yang hanya memiliki rumah kontruksi kayu tak menyangka kalau rumahnya roboh, berawal langit cerah mendadak mendung hingga menghasilkan hujan lebat disertai angin puting beliung. Bencana alam ini terjadi  Sabtu (25/11), sekira pukul 13.30 WIB.

“Angin datang secara tiba-tiba disertai hujan lebat, saat saya hendak shalat dzuhur. Beruntung saya masih bisa tertolong oleh suami, ketika saya ditarik keluar oleh suami barulah angin-angin itu merobohkan rumah saya. Kini tak ada lagi tempat tinggal saya, rata dengan tanah,” ujar Basyariah dengan nada sedih saat ditanya Waspada Online.

Selain rumah Basyariah, pihak Kecamatan setempat mencatat ada sekitar 12 rumah warga lainnya di Dusun yang sama mengalami nasib serupa. Namun, hanya lima unit rumah yang mengalami rusak total atau roboh hingga rata. Sedangkan tujuh rumah lainnya hanya rusak ringan.

“Berdasarkan data yang kami catat, ada 12 unit rumah yang rusak akibat angin kencang ini, lima unit rusak berat dan tujuh unit rusak ringan. Musibah bencana alam ini sudah saya laporkan kepada pimpinan dan Dinas Sosial untuk bantuan masa panik,” ujar Edwar didampingi Tim Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Adapun masing-masing pemilik rumah yang mengalami dampak bencana tersebut yakni Erwin Basyari, Tarmizi, Arrahman Lamin, Basyariah, Abdul Hamid, Jufriadi, Ridwan, Tarmizi Abdullah, Mahdi, Syu’ib Basyah, M. Kasem, dan Usman Ibrahim.

Pihak Muspika sendiri hingga petang tadi masih terus melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi pasca bencana. “Kita pantau terus ini, sampai adanya bantuan masa panik dari Pemerintah Daerah Aceh Utara. Untuk sementara korban ada yang menempati Meunasah,” tukas Edward.

Pantauan Waspada Online, hingga petang tadi hujan masih mengguyur kawasan itu dan sekitarnya. Sejumlah pemilik rumah yang menjadi korban masih saja mengumpulkan beberapa puing-puing bangunan rumahnya yang roboh rata dengan tanah.

Sementara itu Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib atau Cek Mad, kepada Waspada Online mengatakan bahwa bencana yang sama juga menyebabkan kerusakan terhadap Kompleks Pesantren atau Dayah Pengajian Nahjatul Fattah di Desa Paya Dua Uram, Kecamatan Seuneuddon.

“Dihari yang sama namun sekira pukul 16:00 WIB, Dayah Nahjatul Fattah dilaporkan rusak parah dan ringan akibat dampak dari angin puting beliung. Tercatat dua balai pengajian itu roboh, kerugian diperkirakan mencapai seratus juta. Bantuan masa panik sudah tersalurkan ke lokasi bencana di Matang Sijuek,” tukasnya kepada Waspada Online.(wol/chai)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

  JAKARTA – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung kembali erupsi, Kamis (14/2/2019). Erupsi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.