Home / Aceh / Puskesmas Cot Girek Beberkan Sejumlah Penyakit Serius
WOL Photo/chairul sya'ban
WOL Photo/chairul sya'ban

Puskesmas Cot Girek Beberkan Sejumlah Penyakit Serius

LHOKSUKON,WOL – Puskesmas Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, membeberkan sejumlah masalah kesehatan yang terjadi di kecamatan tersebut. Dikatakan, terdapat tiga kasus masalah kesehatan yang ditangani Puskesmas setempat, yaitu satu kasus difteri, satu kasus gizi buruk, dan satu kasus kejiwaan.

Hal ini disampaikan Kepala Puskesmas Cot Girek, Dr Hj Yulia Laila, dalam menyampaikan materinya pada acara lokakarya mini lintas sektor yang berlangsung di aula Kantor Kecamatan Cot Girek, Rabu (21/03).

Kegiatan tersebut turut bersinergi bersama Muspika setempat, anggota DPRK Aceh Utara dan unsur tokoh masyarakat.

“Terdapat masalah kesehatan atau penyakit yang umumnya seperti ISPA, diare, DM, TB, hipertensi. Namun ada tiga masalah kesehatan utama di kecamatan kita ini yaitu difteri, gizi buruk, dan kejiwaan. Ketiga masalah utama itu kita tangani, seperti salah satunya pasien penyakit difteri untuk saat ini mulai membaik setelah kita rujuk ke RSUD Cut Meutia di Lhokseumawe,”  ujar dia menjawab Waspada Online.

Sementara dalam penyampaian materi yang disampaikannya, menjelaskan bahwa terdapat masalah kesehatan yang baru muncul di tahun 2018 untuk kecamatan itu sendiri. Diantaranya kematian bayi di Desa Cot Girek dan Rimba Karya, difteri, dan adanya pasien TB Paru yang belum terdata dikarenakan penderita enggan berobat ke Puskesmas.

Sedangkan kendala maupun permasalahan dalam menekan angka kejadian gizi buruk, Yulia menjelaskan masih kurangnya minat masyarakat ke Posyandu.

“Kemudian kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya penimbangan berat badan bayi/balita setiap bulannya, serta masih rendahnya bayi yang mendapatkan ekslusif untuk enam bulan pertama,” urai Yulia menjelaskan.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi D DPRK Aceh Utara yang juga Ketua Fraksi Nasdem, Iskandar, mengatakan masalah gizi buruk merupakan permasalahan serius yang rutin terjadi disamping kurangnya pemahaman dari masyarakat, sehingga gizi buruk sangat fatal untuk bayi. Maka untuk itu menurutnya perlu adanya koordinasi setiap permasalahan tersebut mulai tingkat gampong (desa, red).

“Gizi buruk ini merupakan permasalahan serius yang rutin terjadi dan sangat fatal untuk bayi. Maka untuk itu perlu adanya koordinasi dari pihak desa setiap permasalahan seperti itu agar segera ditangani ke Puskesmas setempat,” kata Iskandar.

Pihaknya sangat berharap kegiatan semacam ini jangan hanya menjadi formalitas saja, tetapi setiap permasalahan ditangani secara cepat.

“Intinya kami sangat mendukung untuk memenuhi segala sektor khususnya di bidang kesehatan masyarakat,” terangnya berharap.

Hal serupa disampaikan Camat Cot Girek, Usman K S.Sos, saat diminta tanggapannya oleh Waspada Online.

“Acara yang digelar Puskesmas Cot Girek turut membahas permasalahan kesehatan yang terjadi sekarang ini seperti kaki gajah, difteri, imunisasi. Dan alhamdulilah berkat adanya koordinasi dengan pihaknya kita maka masalah tersebut kini dapat terselesaikan,” tukas Usman.

Dalam kesempatan itu, sejumlah pihak mulai dari Muspika setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan kepala sekolah tingkat menengah beserta anggota legislatif turut membubuhkan tandatangan sebagai bentuk komitmen lintas sektor serta mendukung dan bekerjasama berkomitmen untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya di kecamatan Cot Girek.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo/Chairul sya'ban

Ribuan Calon Anggota PPS di Aceh Utara Tes Wawancara

LHOKSUKON, WOL – Ribuan calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 852 desa di 27 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.