Home / Aceh / Puluhan Ton Pakan Ikan BBI Blangkejeren Diduga Tak Disalurkan
5 Poktan di Gayo Lues saat menerima sejumlah bibit Ikan Patin dan pakan di BBI Blangkejeren beberapa waktu lalu, yang bersumber dari dana APBK DAK Tahun 2018. (WOL Photo/Bustanuddin)

Puluhan Ton Pakan Ikan BBI Blangkejeren Diduga Tak Disalurkan

GAYO LUES, Waspada.co.id – Puluhan ton pakan Ikan Nila dan Ikan Mas untuk konsumsi ternak ikan di Balai Benih Ikan (BBI) Aih Sejuk Penggalangan, Kecamatan Blangkejeren diduga tidak disalurkan, kegiatan pengadaan pakan ikan diketahui bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2018 senilai Rp500 juta.

Terkait hal ini, Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya Ikan Air Tawar, Abdul Gani SPi yang dikonfirmasi Waspada Online, Senin (24/9) lalu, mengatakan bahwa dana Otsus senilai Rp500 juta yang diperuntukkan bagi pakan ikan sejumlah 24.000 kg, untuk ukuran 1,5 mm untuk pendederan Ikan Mas di BBI Aih Sejuk Blangkejeren tersebut tidak ada, atau belum lahir.

“Yang ada saat ini hanya pakan Ikan Patin yang sudah didistribusikan kepada 5 Kelompok Tani, yang tersebar di beberapa kecamatan bersama 36.000 bibit ikan sesuai dengan berita acara serah terima barang pada tanggal 10 September 2018 lalu,” sebutnya.

Dikatakan lagi, kelima Kelompok Tani tersebut antara lain, Poktan Blang Bade atas nama Abu Sopian beraggota 10 orang, Poktan Tunes Mude atas nama Muhammad Saleh dengan anggota 5 orang, poktan Atang Punter atas nama Mahdi Canto dengan anggota 8 orang, Poktan Rembalang atas nama Mat Porang dengan anggota 9 orang, Poktan Bur Jelobok atas nama Iskandar dengan anggota 7 orang.

Masing-masing Kelompok Tani di dalam berita acara serah terima tersebut menerima bibit Ikan Patin sejumlah 7.245 ekor dengan panjang 8-10 cm, dan pakan sebanyak 2.200 kg, untuk pembesaran ukuran 3 mm, namun hasil investigasi terhadap kelima Poktan tersebut hanya menerima bibit ikan sebanyak 6000 ekor, dengan panjang kurang dari 8 cm sesuai bukti foto pada saat pendistribusian.

Sementara, hasil investigasi Waspada Online sejak tanggal 10 September 2018 di BBI Blangkejeren, menurut Basri, 35 pengelola BBI Aih Sejuk Blangkejeren mengatakan, pakan ikan yang masuk dari PT Mabar Feed Indonesia melalui rekanan yang membawa pakan tersebut, hanya sejumlah 17 ton. Dikatakan, untuk Ikan Patin yang telah dibagikan berjumlah 11 ton kepada Poktan.

Selain itu, ditemukan pakan ikan untuk pendederan Ikan Nila dan Ikan Mas dengan ukuran 1,5 mm dengan merk MB-B123 dengan ukuran 10 Kg dan ukuran 30 Kg produksi PT Mabar Feed Indonesia, berjumah 2 ton lebih. Basri mengaku pakan ikan tersebut untuk BBI Blangkejeren, namun sumber dana pembelian pakan tersebut yang bersangkutan tidak tahu.

Menanggapi hal itu, Kadis Perikanan Gayo Lues, Said Bahtiar SPi kepada Waspada Online, Selasa (25/9) mengatakan, benar bahwa pakan sejumlah 6 ton untuk pendederan dan pembesaran ikan tersebut milik BBI Blangkejeren sumber dana APBK DAK tahun 2018. Sementara yang dari anggaran Otsus yang sebesar Rp500 juta, tidak ada kabar berita sama sekali, sehubungan dirinya baru dilantik pada Juli lalu.

Sementara Kasie Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar, Ismail MSP yang dikonfirmasi Waspada Online, Rabu (26/9) menyebutkan, dirinya pernah ikut membuat usulan ke provinsi melalui dana Otsus untuk budidaya ikan dan pengadaan pakan sejumlah Rp500 juta untuk tahun 2018 tersebut. “Namun ketika dipertanyakan kepada saudara Abdul Gani, yang bersangkutan mengatakan ada masalah dengan spek pengadaan pakan tersebut,” jelasnya.

Dia mengakui, ada anggaran sebesar Rp500 juta tersebut, namun realisasi dari pengadaan pakan sebesar 24.000 kg, untuk pendederan bibit Ikan Mas tahun 2018, dengan ukuran 1,5 mm, tidak diketahui sama sekali. “Itu mungkin pihak Provinsi Aceh yang bertanggung jawab, yang pernah diusulkan adalah untuk bantuan kepada 24 Kelompok Tani, sesuai dengan CPCL yang sudah disahkan oleh Bupati Gayo lues melalui SK, namun kami tidak tahu jika anggaran tersebut dialihkan untuk pengadaan pakan sebanyak 24.000 kg,” tegasnya.

Ismail menyebutkan, sebaiknya agar segera ditelusuri kebenarannya kepada pihak Provinsi Aceh melalui Dinas Perikanan.

Selanjutnya, Abdul Gani kepada Waspada Online, Kamis (27/9) via telepon, mengatakan bahwa anggaran sejumlah Rp500 juta dari dana Otsus Provinsi tersebut ada, dan kontraktor belum menyalurkan, berbeda dengan pernyataan sebelumnya yang mengatakan tidak tahu sama sekali terhadap Anggaran Otsus Tahun 2018 tersebut. (wol/bus/data2)

Editor: M Agus Utama

Check Also

2 Kelompok Tani Terima 30 Ribu Bibit Lele dan 20 Ekor Kambing

LHOKSUKON, WOL – Sejumlah 30 ribu ekor bibit ikan lele jenis Sangkuriang dan 20 ekor ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: