_
Home / Aceh / Polres Lhokseumawe Ringkus Warga Sumut Kasus Penggelapan Motor
WOL Ilustrasi

Polres Lhokseumawe Ringkus Warga Sumut Kasus Penggelapan Motor

LHOKSEUMAWE, WOL – Kepolisian Resort Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, berhasil meringkus empat orang tersangka diduga terlibat dalam kasus tindak pidana penipuan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 JO 372 KUHP. Mereka diringkus di dua tempat yang berbeda Minggu (09/07) petang.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman SIK, menyebutkan keempat tersangka yakni YA (27) dan seorang gadis berinisial IS (18), keduanya tercatat sebagai warga Desa Selayang, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kemudian NR (34) asal Desa Alur Itam, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur, dan MA (37) asal Desa Paya Laman, Kecamatan Bandar Alam, Kabupaten Aceh Timur.

“YA dan IS diringkus di Desa Puenteut Lhokseumawe dan Simpang KKA Dewantara Aceh Utara. Lalu, dari hasil pemeriksaan YA dan IS tim kepolisian melakukan pengembangan menuju wilayah hukum Polres Aceh Timur dan Aceh Tamiang. Dan berhasil meringkus dua tersangka NR dan MA di Aceh Timur,” ujar Kapolres melalui Kabag Ops, Kompol Ahzan, Senin (10/07).

Dari penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti tiga unit sepeda motor. Para tersangka diringkus berawal pihak kepolisian menerima tiga laporan pengaduan masyarakat tentang tindak Pidana Penggelapan itu yang dilaporkan salah satunya oleh Heri Murtala (20), asal Desa Paya Dua, Kecamatan Bandar Baro, Kabupaten Aceh Utara.

“Penangkapan kami lakukan berdasarkan tiga laporan yang kami terima, masing-masing LP / 299 / VI / 2017 / Aceh / Res Lsmw, tanggal 16 Juni 2017, LP / 321 / VII / 2017 / Aceh / Res Lsmw, tanggal 05 Juli 2017 dan yang terakhir LP / 08 / VI / 2017 / Res Lsmw / Sek Muara Batu tgl 05 Juni 2017,” tukas Ahzan.

Dijelaskan, pada Senin (03/07) sore sekira pukul 16.00 WIB bertempat di Simpang KKA Kecamatan Dewantara melintas seorang kakek bersama cucunya, IS. Heri dan IS serta kakek tersebut saling kenal sehingga Heri menyapa keduanya dan bertanya kepada si kakek hendak kemana.

“Si Kakek dengan panggilan Nek Ti menjawab bahwa ia bersama IS hendak pergi ke Simpang KKA namun tidak ada ojek. Lalu Heri menawarkan untuk mengantarkan keduanya langsung ke tempat dengan meminjam sepeda motor milik Munardin. Setibanya di tujuan, IS meminjam sepeda motor yang ia tumpangi tadi untuk menjemput temannya, namun tak kembali,” tukas Ahzan.(wol/chai)

适适

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Florentina Akhiri Hidup di Pohon Mangga

MEDAN, Waspada.co.id – Florentina Boru Sagala (49) warga Komplek Pemda, Jalan Nusa Indah IV, Kelurahan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.