_
Home / Aceh / Polres Gayo Lues Tahan 3 Tersangka Kasus Penjualan 250 Hektar Lahan Hutan Lindung
Tersangka AK, oknum PNS Badan Pertanahan Nasional Aceh Jaya, yang ditahan di Mapolres Gayo Lues, Kamis (5/7), tengah menghadapi penyidikan di Mapolres Gayo Lues terkait penerbitan sertifikat Hutan Lindung di Gayo Lues. (WOL Photo/Bustanuddin)

Polres Gayo Lues Tahan 3 Tersangka Kasus Penjualan 250 Hektar Lahan Hutan Lindung

GAYO LUES, Waspada.co.id – Kepolisian Resort Gayo Lues kembali menetapkan satu tersangka lagi kasus jual beli lahan hutan lindung di kawasan Genting Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues berinisial AK (42), yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi I Survey Pengukuran dan Pemetaan di BPN Gayo Lues.

Kapolres Gayo Lues melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama SH kepada Waspada Online, Kamis (5/7) mengatakan, jajaran Polres Gayo Lues sebelumnya juga telah menahan 2 tersangka berinisial SO dan SM warga Blangkejeren, yang di duga telah memasukan data otentik palsu sebagai syarat pembuatan sertifikat prona ke BPN Gayo Lues.

Dalam kasus ini, AK diduga telah menyalahgunakan jabatannya dalam perkara penerbitan sertifikat hak milik dalam kawasan hutan lindung oleh BPN Gayo Lues tahun 2015-2016 lalu.

“Saat ini AK yang menjabat sebagai Kasi Pengadaan Tanah pada BPN Aceh Jaya, sudah kita tahan di Polres Gayo Lues bersama tersangka sebelumnya, dan kami akan terus bekerja supaya kasus ini bisa diusut tuntas sampai ke akar-akarnya,” jelas Eko.

Seperti diberitakan sebelumnya, 250 hektar lahan hutan lindung di daerah Genting, Desa Gajah, Kecamatan Pining Gayo Lues disertifikatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan total sertifikat mencapai 145 persil, kesemua sertifikat tersebut dibuat dari prona (Program Nasional) Pemerintah RI.

Tersangka diamankan polisi setelah dilakukan gelar perkara kasus di Mapolres Gayo Lues yang sebelumnya sebagai saksi dan kini menjadi tersangka, dan selanjutnya dilakukan penahanan dan penyidikan lebih lanjut.

“Setelah mendapatkan keterangan dari saksi-saksi, dan dilakukan penyidikan akhirnya AK meningkat statusnya dari saksi menjadi tersangka. Pada Rabu 4 Juli 2018 sekira pukul 21.00 WIB AK ditahan di Mapolres Gayo Lues, untuk penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut,” jelasnya.

Dikatakan, sebelumnya polisi melayangkan surat panggilan pada 8 Juni 2018 lalu, namun AK tidak menghadiri karena alasan cuti lebaran, menyusul surat yang kedua yang diterima terlambat pada tanggal 22 Juni 2018. “Selanjutnya AK hadir Rabu 4 Juli 2018 kemarin,” tambahnya. (wol/bus/data1)

Editor: Agus Utama

Check Also

Zona Merah Sinabung Jadi Hutan Lindung

MEDAN, WOL – Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba SH MM, mengusulkan kawasan zona ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.