Breaking News
Home / Aceh / Polisi Musnahkan Senpi Eks Anggota Din Minimi Lalu Dibuang ke Laut
WOL Photo/chairul sya'ban
WOL Photo/chairul sya'ban

Polisi Musnahkan Senpi Eks Anggota Din Minimi Lalu Dibuang ke Laut

LHOKSUKON,WOL – Sejumlah 10 pucuk senjata api beserta 1. 545 butir amunisi aktif dimusnahkan Kepolisian Resort Aceh Utara bersama Wakil Bupati, Kodim 0103/Aceh Utara, Kejaksaaan dan Pengadilan Negeri Lhoksukon di halaman Mapolres Aceh Utara, Selasa (09/01).

Tujuh pucuk senjata api diantaranya hasil tangkapan polisi dari tersangka kelompok bersenjata api.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ir. Untung Sangaji melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah, saat dikonfirmasi Waspada Online, membenarkan bahwa tujuh pucuk senjata api tersebut diamankan dari tersangka kelompok bersenjata api atau eks anggota Din Minimi pada tahun 2015 dan 2016 lalu.

“Iya benar tujuh pucuk dari eks anggota Din Minimi. Sedangkan tiga pucuk senjata api laras pendek, dua diantaranya jenis FN dan Revolver diamankan dari hasil pengembangan terduga bandar narkoba, Jailani alias Dani (35), pada September 2017. Kemudian, sepucuk FN diserahkan secara sukarela oleh salah seorang warga asal Cot Girek pada November 2017 lalu,” ujar Kasat Reskrim.

Berikut, barang bukti senjata api beserta amunisi yang disita petugas dari tersangka kelompok bersenjata api dan dimusnahkan hari ini sebagaimana daftar rincian yang diterima Waspada Online, yaitu sebutir selongsong dan empat butir amunisi aktif yang diamankan Polisi dari tersangka Irwandi alias Kobra pada 02 November 2015.

Sejumlah 645 butir amunisi aktif yang diamankan Polisi dari tersangka Marsuddin alias Doyok pada 02 November 2015. Sejumlah tiga pucuk senjata api AK-56, sepucuk RPD, sepucuk senjata api laras pendek jenis FN, sepucuk senjata api pelontar jenis GLM, 701 butir amunisi aktif jenis Kaliber 7,62 mm, 12 butir amunisi caliber 4,5 mm, tujuh unit magazine AK-56, satu unit magazine FN, satu magazine RPD, dan satu unit rantai tempat peluru, diamankan Polisi dari tersangka Darkani alias Rungkom pada 11 Januari 2016.

Sepucuk senjata api jenis AK-56 lengkap satu magazine, dan 30 butir amunisi aktif jenis kaliber 7,62 mm, diamankan Polisi dari tersangka Muhammad Nasir alias Si Dhet pada 09 Februari 2016. Kemudian, disusul sepucuk senjata api AK-56 lengkap satu magazine dan sejumlah 152 amunisi aktif diamankan Polisi dari tersangka Faisal alias Komeng pada 07 Maret 2016. Dan, sepucuk senpi laras pendek jenis FN beserta satu magazine dan empat butir amunis, diamankan Polisi dari tersangka Junheri alias Heri pada 04 April 2016.

Dari pantauan Waspada Online, satu persatu senjata api beserta seribuan lebih amunisi aktif dimusnahkan dengan cara di ‘cincang’ atau dipotong menggunakan mesin Gerinda. Pemotongan barang bukti tersebut di pimpin Kapolres Aceh Utara, AKBP Ir. Untung Sangaji yang bergantian dengan Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf atau Sidom Peng, dan perwakilan Kodim 0103/Aceh Utara. Usai di cincang, puing-puing senjata itupun dibuang ke laut.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo

Polres Nisel Diduga Tak Serius Tangani Dugaan Kekerasan Guru Terhadap Siswa

MEDAN, WOL – Kepolisian Resort Nias Selatan (Nisel) diduga tak serius menangani kasus dugaan kekerasan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.