Breaking News
Home / Aceh / Polisi Bekuk Pembunuh Istri di Pidie
Tersangka HM (Kiri) Kemeja Putih. (Ist)
Tersangka HM (Kiri) Kemeja Putih. (Ist)

Polisi Bekuk Pembunuh Istri di Pidie

SIGLI, WOL – Masih ingat dengan kasus pembunuhan yang menewaskan seorang bidan desa di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh? Pada Selasa (29/8) lalu, korban bernama Nursiah (43) ditemukan tewas mengenaskan di sebuah rumah yang terletak di Desa Blangong Basah, Kecamatan Mutiara Timur.

Kerja keras Kepolisian Resort Pidie pun tidak sia-sia dalam mengupayakan pengungkapan kasus pembunuhan itu. Ya tentu saja, polisi ini membentuk tim gabungan hingga akhirnya berhasil meringkus pelaku berinisial HM (46), asal Desa Bate Shok, Kecamatan Suka Karya, Kota Sabang, Aceh. Dalam hal ini Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Rio S Djambak, melalui Kabid Humasnya, Kombes Pol Goenawan saat dikonfirmasi Waspada Online, membenarkan pihaknya telah menangkap HM yang tak lain suami korban. Polda Aceh yang membentuk Tim Jatanras dan Opsnal Satreskrim Polres Pidie meringkus HM di rumah kos terletak di kelurahan Cidokom, Kecamatan Gunung Sindur Bogor, Jawa Barat, Minggu (29/10).

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, mengatakan penangkapan HM atas dasar laporan Polisi Nomor LP-A/ 18 / VIII / 2017 / Reskrim Sek Mutiara, Tanggal 29 Agustus 2017 tentang Tindak Pidana Menghilangkan Nyawa Orang Lain (Pembunuhan).

Barang bukti yang diamankan yaitu satu unit handphone, jam tangan, sebuah cincin emas, seutas tali wayer kipas angin yang terpotong, potongan rambut sejumlah 30 helai, seprai kasur, ambang pintu yang telah rusak, sebilah pisau dapur, sebilah parang sepanjang 40 cm, sebungkus rokok, baju dan celana, dan sepasang pakaian seragam dinas kesehatan yang berlumuran darah.

“Tersangka HM dikenakan Pasal 351 Ayat 3 Subsidair Pasal 338 Subsidair Pasal 340 Subsidair Pasal 365 KUHPidana, dengan ancaman minimal 20 tahun kurungan penjara dan maksimal hingga seumur hidup. Delapan orang saksi juga masih kami periksa. Tersangka telah sebelum ditangkap telah bertempat tinggal di rumah kos di Bogor Jawa Barat sejak tanggal 04 September 2017,” jelas Kapolres, Kamis (2/11).

Pengakuan tersangka kepada polisi, bahwa ia mengakui perbuatannya yang telah membunuh istrinya sendiri dengan cara menikam menggunakan sebilah pisau dapur sejumlah 10 kali ke arah perut dan dada korban. Tak hanya itu, tersangka juga membacok korban dengan sebilah parang tepat di bagian paha sebelah kiri dan pinggul, kepala belakang hingga bagian wajah.

“Tersangka mengaku motif pembunuhan dilakukannya karena merasa cemburu usai memergoki korban berbicara mesra dengan seorang laki-laki via handphone. Pembunuhan dilakukan oleh tersangka untuk melampiaskan kekesalan tersangka terhadap korban, ditambah lagi tersangka sempat membaca pesan sms abang korban dalam hal korban diminta abangnya agar menceraikan tersangka,” tambah Kapolres mengutip pengakuan tersangka.

Dijelaskan, usai melakukan pembunuhan, tersangka HM langsung melarikan diri dari TKP menuju Pidie, untuk menginap di salah satu rumah temannya. Lalu pada Rabu (30/8) pagi, tersangka meminta temannya untuk dihantarkan ke tempat mobil angkutan umum jenis L300 dengan tujuan ke Banda Aceh.

Setibanya di Banda Aceh pada pukul 08:00 WiB, tepatnya di Lampineung, ia kembali melanjutkan pelariannya itu dengan menggunakan L300 ke Meulaboh dan tiba disana sekira pukul 24:00 WIB.

Tak sampai di situ, pada Kamis (31/8) dini hari melanjutkan pelarian ke kawasan Blang Pidie dan melanjutkan lagi ke Subussalam. Lalu pada Jum’at (01/09) dinihari, tersangka tiba di Kota Medan, Sumatera Utara.

Keesokan harinya, tersangka tiba di Pekanbaru dan Jambi hingga ke kawasan Tulang Bawang, Lampung. Melanjutkan pelarian ke kawasan Serang, Banten hingga akhirnya tiba di tempat pelariannya yang terakhir yaitu di Desa Cidokom Kecamatan Gunung Sindur Bogor, Jawa Barat, pada hari Senin (04/09).

“Sebelum tiba di Desa Cidokom tersangka menumpangi ojek dan menemui salah seorang temannya dan menginap di rumah temannya itu. Pada pagi harinya, barulah tersangka menyewa salah satu rumah kos yang berdekatan dengan rumah kediaman temannya di Cidokom,” tukas Kapolres.(wol/chai/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo

YARA Kawal Kasus Kerusakan Lahan Negara Diklaim Milik Pengusaha

LHOKSUKON, WOL – Tim Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) terus mengawal perkara kerusakan sejumlah tanaman ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.