Home / Aceh / Polisi Amankan 2 ABG Saat Ngelem di Mesjid
WOL Photo/chairul sya'ban

Polisi Amankan 2 ABG Saat Ngelem di Mesjid

LHOKSUKON,WOL – Kepolisian Sektor Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara mengamankan dua anak laki-laki berinisial IR (13) dan RIS (13). Keduanya kepergok anggota Sat Binmas Polres Aceh Utara saat ‘ngelem’ di lantai dua Mesjid Raya Pase Tanah Jambo Aye, Senin (18/12) Tahun 2017.

Setelah penangkapan itu, Rizki alias RIS mendatangi Dayah Pengajian Panti Asuhan As-Shalamah di Desa Alue Drien, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (10/01).

Ia tak sendiri, turut didampingi ibu kandungnya, Zulkaidah, dan Pekerja Sosial Kementerian Sosial RI Dinas Sosial Aceh Utara Bidang Program Kesejahteraan Anak, Akhmar S.Sos.

RIS diterima oleh Pimpinan Panti Asuhan setempat, Tgk. Ramli. Kali ini, anak laki-laki tersebut yang sudah putus sekolah ingin merubah diri menjadi anak yang baik dan berguna untuk orang tua maupun orang lain. Shalat Dzuhur empat rakaat adalah sujud pertamanya di Panti Asuhan tersebut, sang ibu justeru menatapi sang anak dengan penuh kasih sayang, dengan harapan anaknya bisa berubah.

Ditemui Waspada Online, Zulkaidah menceritakan tentang alasan mengapa anaknya diserahkan ke Panti Asuhan As-Shalamah. “Biar dia berubah, dan bisa menjadi anak yang baik. Saya serahkan anak saya ini kepada Panti Asuhan As-Shalamah agar bisa mendapatkan pembinaan, untuk menjadi anak berbakti kepada orang tua nantinya,” ujar Zulkaidah.

Singkat cerita, kata Zulkaidah, Rizki merupakan anak kedua dari enam bersaudara. Ia putus sekolah, tak ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat menengah atau MTs/SLTP. Kemiskinan pun membaluti keluarga kecil ini, sedangkan suami (ayah Rizki) lama tak pulang kerumah. Bekerja serabutan layaknya pekerjaan laki-laki, Zulkaidah kerjakan sendiri demi anaknya yang masih kecil.

Rizki bahkan sempat dipasung setelah diserahkan oleh polisi kepada orang tuanya. Hal itu dilakukan, kata Zulkaidah, agar anaknya bisa berubah.

“Sempat saya pasung di rumah, tapi dia melawan terus. Jadi saya lepas, dan dijemput kembali oleh Dinas Sosial untuk diberikan pembinaan. Sehingga hari ini saya datang ke Panti Asuhan untuk serahkan anak saya,” tukas Zulkaidah.

Sementara Akhmar, menyebutkan Rizki diserahkan ke Panti Asuhan As-Shalamah setelah diserahkan Kepolisian kepada Dinas Sosial setempat. Sedangkan temannya, inisial IR, tidak dalam pembinaan ke Panti tersebut.

“Anak ini awalnya diamankan Polsek Tanah Jambo Aye, kemudian setelah satu malam diamankan, lalu pihak Polsek menyerahkannya kepada Dinas Sosial. Nah, hari ini kami bawa ke Panti Asuhan As-Shalamah untuk dibina agar menjadi lebih baik dari sebelumnya,” kata Akhmar.

Sementara itu, Tgk. Ramli selaku Pimpinan Dayah Pengajian sekaligus Panti Asuhan As-Shalamah, mengatakan pihaknya telah menerima untuk agar bisa dibina dengan baik.  “Anak ini telah kami terima untuk mendapatkan pembinaan di tempat ini, dengan harapan perilaku sebelumnya bisa berubah menjadi yang lebih baik lagi,” ujar Tgk. Ramli.

Pihaknya bahkan siap untuk sekolahkan anak tersebut hingga ke kuliah jikapun nantinya anak itu sanggup bertahan di Panti Asuhan tersebut. “Kami akan berupaya, seperti halnya anak-anak yang lain telah lama di Panti ini. Bahkan rencana saya jika Rizki sanggup bertahan, maka akan saya sekolahkan dia hingga ke jenjang perkuliahan. Di Panti ini juga ada sekolah Madrasah Swasta,” tukas Tgk. Ramli.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kebakaran, 2 Orang Kritis di Cot Girek

LHOKSUKON, Waspada.co.id – Dua orang warga asal Dusun Cot Girek Lama Desa Cot Girek, Kecamatan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: