_
Home / Aceh / PETA: Aparat Jangan Mengumbar Statemen di Media
Foto: Antara

PETA: Aparat Jangan Mengumbar Statemen di Media

TAPAKTUAN, WOL – Ketua Harian Pembela Tanah Air (PETA) Provinsi Aceh, T Sukandi, menegaskan bahwa, organisasi yang dipimpinnya sama sekali tidak terlibat dengan organisasi PETA pimpinan Mayor Inf (Purn) Muhammad Saleh, yang diduga berencana akan menggelar pelatihan dasar-dasar militer terhadap 100 orang lebih pengikutnya di Tangkahan, Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

”Dengan tegas kami menyatakan bahwa, organisasi PETA Aceh sama sekali tidak terlibat dengan segala tindakan yang berhubungan dengan rencana kegiatan latihan militer oleh Ormas PETA Sumut dibawah pimpinan mantan perwira TNI berpangkat Mayor Muhammad Saleh,” kata T Sukandi kepada wartawan di Tapaktuan.

Sukandi juga menegaskan bahwa, dalam organisasi PETA Aceh tidak ada pimpinan maupun anggotanya berasal dari mantan perwira TNI berpangkat mayor yang bernama Muhammad Saleh. Disamping itu, ujar Sukandi, organisasi PETA Aceh murni berorientasi pada pemikiran dan tindakan bela Negara berdasarkan konstitusi UUD 1945 dan berideologi Pancasila, sehingga setiap pemikiran dan tindakan PETA Aceh tetap mengacu pada azas legalitas formal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

”Jika memang benar organisasi PETA dibawah pimpinan Muhammad Saleh ingin menggelar latihan militer di Sumut, maka tindakan itu murni kriminal karena telah melanggar aturan di Negara ini. Kami atas nama PETA Aceh menegaskan sekali lagi bahwa organisasi yang mengatasnamakan PETA di Sumut itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan organisasi PETA di Aceh,” tegas Sukandi, Senin (1/2).

Karena dugaan rencana akan menggelar latihan militer ini pertama kali diungkap oleh aparat negara, kata Sukandi, maka pihaknya meminta kepada aparat penegak hukum jangan hanya mampu menyampaikan pernyataan di media massa terkait statemen PETA akan menggelar latihan militer. Akan tetapi, pihaknya meminta sekaligus mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan nyata di lapangan yakni dengan cara mencari sampai ketemu lalu menangkap siapapun oknum masyarakat yang terlibat dalam kasus itu.

”Seharusnya jangan hanya mengumbar statemen di media massa, sehingga membuat masyarakat resah. Aparat penegak hukum harus mencari untuk menemukan dan menangkap siapapun yang terlibat. Negara harus mengambil tindakan tegas kepada siapapun pengacau di Negara ini,” tegas mantan anggota DPRK Aceh Selatan ini.

Sebelumnya, Kapendam I/BB, Kolonel Inf Enoh Solahuddin, mengatakan, Organisasi Masyarakat (Ormas) Brigade Pembela Tanah Air (Peta) yang didirikan Muhammad Saleh, mantan perwira TNI berpangkat Mayor, mendapat perhatian serius pihaknya karena organisasi kemasyarakatan ini akan menggelar latihan fisik militer di Tangkahan, Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

“Kita sudah survei lokasinya, memang ada rencana latihan militer di sana. Sejauh ini tidak ada izin pelaksanaan baik dari Kodim maupun Polres Langkat,” kata Enoh Solehuddin kepada wartawan Jumat (29/1).

Informasinya, latihan militer itu akan diikuti sekitar 100 orang pada  tanggal 1 hingga 5 Maret mendatang. Rencana ini terungkap setelah kehadiran sejumlah pengurus Peta ke Batang Serangan, Langkat pada 22 Januari lalu, diketahui aparat. Enoh menegaskan, pihaknya akan mencegah kegiatan latihan militer itu karena sudah menyalahi aturan.

“Yang kita larang kegiatannya. Kalau organisasinya itu kan ada aturan sendiri. Yang jelas dia (Muhammad Saleh-Red) bukan lagi anggota TNI, jadi itu hak dia mendirikan organisasi,” tukasnya.

Dijelaskannya, Muhammad Saleh mengundurkan diri dari kedinasan TNI pada 2012. Ketika itu dia berpangkat Mayor dengan jabatan Wadan Yonif 754/ENK. Diduga alumni Akmil 1999 itu saat ini tengah berada di Sulawesi.

Informasi munculnya ormas Peta yang didirikan mantan anggota TNI AD berpangkat Mayor, Muhammad Saleh dengan mendeklarasikan diri sebagai Panglima Besar membuat resah masyarakat.(wol/ant/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Masyarakat Diimbau Jangan Melakukan Parodi “Siap Presiden”

MEDAN, Waspada.co.id – Juru Bicara Tim Kampaye Daerah (TKD) Sumatera Utara, Sutrisno Pengaribuan, mengungkapkan selama ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.