Home / Aceh / Perusahaan perkebunan sawit di Nagan Raya ingkar janji

Perusahaan perkebunan sawit di Nagan Raya ingkar janji

BANDA ACEH, WOL – Kalangan DPR Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, mengaku kecewa karena belasan perusahaan bergerak di sektor perkebunan sawit hingga 2015 belum merealisasikan kebun plasma, padahal pihak perusahaan sudah pernah berjanji untuk membangun ekonomi rakyat.

Wakil Ketua DPRK Nagan Raya Samsuardi, akhir pekan mengatakan, Pemda Nagan Raya meminta tanggung jawab Pemerintah Provinsi Aceh atas kerugian daerah selama tidak terealisasinya 20 persen perkebunan plasma.

“Yang membawa investor ke Nagan Raya itu adalah Pemerintah Aceh, jadi sampai hari ini tidak ada satupun perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sudah melaksanakan program perkebunan plasma dan pemerintah harus tahu,” katanya.

Kabupaten Nagan Raya merupakan salah satu kawasan sentra produksi kelapa sawit dengan luas areal tergarap mencapai 20.000 hektare dengan produksi rata-rata 24 ton per hektare yang dikelola oleh belasan perusahaan besar di Indonesia.

Samsuardi menyampaikan, pihaknya akan segera memanggil seluruh pimpinan managemen perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk menagih janji tersebut, apalagi ada di antara perusahaan sudah pernah membuat kesepakatan.

“Kita akan memanggil semua pimpinan perusahaan, jangan cuma buat janji-janji sudah berapa lama tapi tidak dilakukan. Plasma ini adalah untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, belum lagi persoalan pengrekrutan tenaga kerja yang tidak transparan malahan cenderung investor yang masuk ke wilayah Nagan Raya tidak merekrut putra daerah sebagai tenaga kerja.

Kata dia, mengenai rencana kehadiran investor Tiongkok berinvestasi di sektor tambang bijih baja dirinya belum mengetaui, namun bila Pemerintah Aceh tidak dapat memastikan keterbukaan para investor maka Pemkab Nagan Raya akan menolaknya.

Sebut Samsuardi, dalam beberapa waktu lagi di Nagan Raya akan beroperasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang saat ini masih dalam tahap pembangunan, sementara PLTU Nagan Raya yang sudah beroperasi dinilai belum begitu berkontribusi untuk daerah.

“PLTU Suak Puntong coba lihat, mana ada tenaga kerja lokal disana, sampai kepada cleaning servis itu digunakan dari luar, kapan jumlah pengangguran berkurang di wilayah kita,” katanya menambahkan.
(antara)

Check Also

Ada Temuan Aktivitas Illegal Logging di Tiga Kabupaten Aceh

BANDA ACEH, Waspada.co.id – Deforestasi di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) Provinsi Aceh terus menerus terjadi, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: