Home / Aceh / Pernah Terlibat Kasus Pemalsuan Ijazah, Jafar Ama Uwe Kembali Jadi Caleg DPRK Gayo Lues
Ketua Partai Aceh (PA) Gayo Lues, Jafar Ama Uwe (tengah berbaju PA merah, red) saat menyukseskan Pilkada 2017 lalu, kembali mencalonkan diri sebagai Anggota DPRK 2019 mendatang dari Partai Aceh Gayo Lues. (WOL Photo/Ist)

Pernah Terlibat Kasus Pemalsuan Ijazah, Jafar Ama Uwe Kembali Jadi Caleg DPRK Gayo Lues

GAYO LUES, Waspada.co.id – Siapa yang tidak kenal Jafar Ama Uwe, mantan Panglima Perang GAM wilayah Gayo, warga Desa Penggalangan, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Dia mulai mempersiapkan diri untuk ikut meramaikan Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Kabupaten Gayo lues tahun 2019 mendatang.

Mantan Kombatan GAM tersebut meskipun pernah terlibat kasus pemalsuan ijazah pada tahun 2013 lalu, dan dijatuhi vonis 1 tahun penjara, tetap bersemangat ingin mengabdikan diri untuk masyarakat Gayo Lues.

Kepada Waspada.co.id, Jumat (13/7), di kediamannya Desa Penggalangan, Jafar Ama Uwe mengaku sudah mempersiapkan berkas pencalonannya. Salah satunya tentang pemberitahuan di media massa bahwa dirinya pernah terlibat kasus pemalsuan. “Hal ini sebagai syarat yang dibutuhkan Komisi Independen Pemilihan (KIP),” sebutnya.

Diketahui, Jafar Ama Uwe, adalah mantan Panglima GAM wilayah Gayo Alas, dan juga pernah menduduki Anggota DPRK Gayo Lues pada periode sebelumnya, kali ini pun dirinya akan maju sebagai Calon Anggota DPRK dari Partai Aceh (PA) Dapil I yang meliputi Kecamatan Blangkejeren, Kecamatan Blangpegayon, dan Kecamatan Putri Betung.

Seluruh keluarga beserta rekan-rekanya di Partai Aceh sudah siap mendukung pencalonan Jafar Ama Uwe.

Dikatakan, seorang caleg boleh mencalonkan diri sebagai anggota DPRK meskipun mantan narapidana, itu diatur berdasarkan ketentuan UU No.7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Pasal 240 ayat 1 hurup G.

“Di situ UU Pemilu menyatakan seorang mantan narapidana yang telah menjalani masa hukuman selama lima tahun atau lebih, boleh mencalonkan diri selama yang bersangkutan mengumumkan pernah berstatus sebagai napi kepada publik,” sebutnya, seraya menambahkan pada periode sebelumnya dia sudah pernah duduk sebagai Anggota DPRK Gayo Lues.

Semangat dan kenginannya untuk kembali mejadi Anggota DPRK Gayo Lues karena dukungan dan aspirasi dari kader Partai Aceh dan masyarakat. Sebelumnya Partai Aceh juga telah mampu mengantarkan H. Muhammad Amru dan H. Said Sani sebagai Bupati Gayo Lues yang memimpin Negeri Seribu Bukit saat ini,” tegasnya.

Sejak duduk di bangku sekolah, Jafar Ama Uwe terkenal humoris, ceria, suka bercerita, berdialog dan banyak teman. Dan sudah menunjukkan watak politik.

Jafar Ama Uwe mengaku sangat optimis meskipun perjalanan waktu pernah menyeretnya sebagai tersangka pemalsuan Ijazah, dia mengaku tidak gentar maju sebagai Anggota DPRK menghadapi lawan-lawanya pada tahun 2019 mendatang. Tekadnya sudah bulat dengan dukungan keluarga beserta teman-temannya diyakini mampu mengantarkannya duduk kembali menjadi Anggota DPRK.

“Tujuan saya mencalonkan diri adalah untuk menampung aspirasi masyarakat, berusaha memperbaiki perekonomian masyarakat, serta berusaha mengubah cara berpikir masyarakat bahwa tidak selamanya yang buruk itu cacat seumur hidup. Buktinya salah satu sahabat Rasulullah, Umar Bin Khattab Radhiallaahu ‘anhu, sebelumnya merupakan gangster di zamannya. Namun ketika hidayah dan petunjuk dari Allah Subhaanahu wata’ala datang, maka dia menjadi orang pilihan dan menjadi sahabat terdekat Rasulullah,” sebut Ketua Partai Aceh ini lagi. (wol/bus/data2)

Editor: M Agus Utama

Check Also

Dandim 0113/Galus Minta Pembakar Hutan Diproses Hukum

GAYO LUES, Waspada.co.id – Komandan Kodim 0113/Gayo Lues Letkol Inf Muhammad Faizal Nasution SIP mengimbau ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: