Home / Aceh / Pengungsi Rohingya Dilatih Bertani
Relawan ACT, Sispriani A.Md beserta tim Yayasan Daarut Tauhid dan pakar pertanian, Ir Hamudah, sedang mengajarkan pengungsi Rohingya cara menanam sayuran Hidroponik

Pengungsi Rohingya Dilatih Bertani

LHOKSEUMAWE, WOL – Imigran Myanmar etnis muslim Rohingya di Aceh Utara dilatih cara bercocok tanam atau bertani melalui sistem hidroponik. Pelatihan itu dibuka oleh lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang bekerjasama dengan Yayasan Daarut Tauhid milik Ustadz Aa Gym. Salah seorang relawan ACT, Sispriani A.Md menyebutkan, kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak Rabu (24/6), dengan diawali oleh 20 orang imigran laki-laki.

“Untuk tahap awal ini kami sengaja melibatkan kaum lelakinya dulu karena mereka yang menjadi tulang punggung keluarga,” ujar relawan, Siska kepada Waspada Online,  hari ini.

Sedangkan untuk kaum perempuannya terang Siska, akan dilatih setelah para pengungsi pindah ke kompleks ICS dalam waktu dekat ini. Untuk sementara para pengungsi tersebut menempati gedung BLK Desa Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara yang jaraknya hanya beberapa meter saja.

Pada pelatihan itu, mereka menanam sekaligus tiga bibit kangkung dan satu bibit selada.

Siska menuturkan, bahwa ada 20 paket yang disediakan yang setiap paketnya terdiri dari bibit, wadah khusus, tanah dan cairan pupuk. Dalam kesempatan itu, ACT juga melibatkan pakar pertanian hidroponik dari Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Utara, Ir Hamudah ACT termasuk menyiapkan lahan di areal ICS untuk Rohingya.

“Kita sudah siapkan lahannya di sekitar ICS. Kita akan latih dan berdayakan lewat pertanian, pengelolaan ternak, ikan dan lainnya. Kami ingin mereka di manusiakan, sehingga mereka bisa bangkit dari keterpurukan,” ujar Siska.

Menurutnya, ada aturan yang menyebut pencari suaka tak boleh bekerja dan selamanya diperkenankan menerima ‘jatah hidup’. Dalam hal ini pula, banyak pihak sudah memberi komitmen untuk bergotong-royong merancang dan mengawal berbagai program pemandirian. Seperti Falah E Insyaniyat Foundation/FIF (Pakistan), Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) Kabupaten Aceh Utara, Malteser International (Jerman) dan Daarut Tauhid.

“ACT masih tetap membuka uluran sinergi dari berbagai pihak untuk program pemandirian pengungsi Rohingya saat mereka bermukim di kompleks shelter/ICS nanti,” jelas Insan Nurohman, VP ACT Foundation yang juga menjadi penanggungjawab pembangunan ICS.

Menyikapi hal itu, Malteser International, NGO dari Jerman mengaku siap bersinergi dengan ACT membantu pengungsi etnis muslim Rohingya setelah menempati komplek ICS nanti.

“Kami siapkan program pengelolaan pertanian dan pemberian life-skills untuk para pencari suaka ini setelah mereka mukim di shelter ini nanti,” jelas Sofyan K.Umar (48) selaku Koordinator Partner Project Malteser International di Indonesia.

Dikatakannya, pihaknya sejak 10 tahun terakhir sudah mendukung etnis Rohingya. “Kami bantu mereka di tanah airnya sendiri yaitu di Rakhine-Myanmar dan di pengungsian seperti di negara Thailand dan Indonesia ini,” terangya. (wol/chai/data2)

Check Also

Dua Wartawan Peliput Rohingya Divonis Tujuh Tahun Penjara

YANGON, Waspada.co.id – Dua wartawan Reuters, Wa Lone (32) dan Kyaw Soe Oo (28), dijatuhi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: