Home / Aceh / Penghadangan Kedatangan Fachrul Razi Langgar Nilai Demokrasi dan HAM
Ketua Front Pemersatu Aceh (FPA), Nazar Husaini. (WOL Photo/Chairul Sya'ban)

Penghadangan Kedatangan Fachrul Razi Langgar Nilai Demokrasi dan HAM

BANDA ACEH, WOL – Penghadangan yang dilakukan belasan orang di Teunom, Kabupaten Aceh Jaya sebagai bentuk penolakan kehadiran anggota DPD RI asal Aceh, Fachrul Razi, menuai kecaman.

Front Pemersatu Aceh (FPA) menilai bahwa penghadangan yang dilakukan oleh oknum anggota PETA, Forkab dan pemuda Barat Selatan merupakan tindakan pelanggaran nilai-nilai demokrasi dan HAM.

Koordinator FPA, Nazar Husaini secara tegas menyatakan bahwa tidak dibenarkan seorangpun atau sekelompok orang yang menyatakan “haram” menginjakkan kaki didaerah tertentu tanpa ada alasan hukum yang jelas.

Fachrul Razi, kata Nazar, adalah pejabat publik yang bekerja sebagai senator anggota DPD RI yang mempunyai wilayah kerja seluruh Aceh termasuk Teunom, Kabupaten Aceh Jaya. Tindakan premanisme yang dilakukan oknum barisan pemuda dan mahasiswa Barat Selatan itu justeru telah mencoreng nilai-nilai demokrasi dan menghalangi pejabat publik dalam menyerap aspirasi masyarakat.

“Kita mendesak pihak kepolisian bertindak tegas terhadap kelompok tersebut. FPA mencatat, bahwa oknum PETA bukan kali ini saja melakukan tindakan premanisme. Sebelumnya mereka juga pernah bentrok dengan satgas salah satu partai lokal di Aceh disalah satu pelabuhan di Aceh Barat dan berujung pada damai,” jelas Nazar kepada Waspada Online melalui keterangan tertulisnya, Senin malam (7/3).

FPA juga mengecam tindakan premanisme tersebut dan meminta kepada para pihak untuk tidak membawa-bawa nama Teuku Umar yang merupakan Pahlawan Aceh untuk kepentingan tertentu, lebih-lebih kelompok yang terkenal arogan dalam bertindak.

“Teuku Umar telah berjuang untuk Aceh yang berdaulat dan bermartabat bukan untuk menebar kebencian dan memecah belah Aceh. kita menyayangkan statement beberapa mahasiswa menolak kedatangan pejabat publik dengan tujuan menyerap aspirasi masyrakat barat selatan. Negara kita adalah negara hukum dan menjunjung tinggi azaz demokrasi. apakah mereka tak paham tatacara berdemokrasi?,” tukas Nazar.

Sementara itu Pemuda dan Mahasiswa Barat Selatan melalui keterangan tertulisnya, secara tegas menyatakan bahwa “Haram” bagi Fachrul Razi untuk menginjak kakinya ke daerah Barat Selatan Aceh tersebut. Bahkan, akan terus berupaya mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya Barat Selatan Aceh tentang pemekaran serta memboikot sekecil apapun kepentingan Politik Fachrul Razi.

Saat dikonfirmasi Waspada Online, Khairul Munadi selaku Koordinator Pemuda dan Mahasiswa Barat Selatan mengatakan, sosok pemersatu adalah sosok yang bisa menyatukan perbedaan pendapat tanpa memveto, yang akhirnya membuat salah satu pendapat merasa dirugikan.

Hal ini jelas kata Khairul berkaitan dengan pernyataan Fachrul Razi terhadap pemekaran di Aceh. “Sebagai senator seharusnya beliau dapat menampung aspirasi seluruh masyarakat. Beliau menolak pemekaran secara sepihak tanpa mau berdiskusi dengan pihak yang pro,” jelasnya dengan tegas.

Pihaknya sangat mengharapkan Fachrul Razi dapat memerankan fungsi DPD-nya secara benar dan bijak. Mengingat pemilih juga ada dari Barat Selatan.

“Dan kami sangat berharap aspirasi masyarakat dapat ditampung dengan baik meski memang tidak sesuai dengan kemauan pribadinya apapun itu, dan tidak mesti pemekaran,” cetusnya.(wol/chai/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Terjerat Kasus Korupsi, Irwandi Yusuf: Saya Berjasa Kepada Negara

  JAKARTA – Gubernur non-aktif Aceh, Irwandi Yusuf rampung menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: