_
Home / Aceh / Pemprov Aceh Belum Mampu Manfaatkan MP3EI
foto: Antara

Pemprov Aceh Belum Mampu Manfaatkan MP3EI

BANDA ACEH, WOL – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh belum mampu memanfaatkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang dicanangkan Pemerintah RI.

Padahal Aceh bagian dari Koridor Ekonomi Sumatera dengan target mendapat anggaran sebesar Rp20,05 triliun akan di investasikan pada enam proyek/pekerjaan. Proyek itu akan dilaksanakan dalam bentuk jaringan kereta api, perluasan pelabuhan Krueng Geukueh, highway Banda Aceh-Aceh Tamiang, jaringan listrik, revitalisasi perkebunan rakyat, dan pembangkit listrik tenaga air di Peusangan.

“Seharusnya itu menjadi momentum, tapi belum mampu dikerjakan maksimal oleh Pemerintah Aceh, kecuali Pelabuhan Krueng Geukuh. Itupun sampai saat ini belum dibarengi aktivitas ekonomi dan perdagangan secara kontiniu,” kata pengamat ekonomi Unsyiah, DR Mukhlis Yunus SE MS, baru-baru ini.

Dikatakan, anggaran Rp20,05 triliun merupakan nilai yang besar, jika mampu direalisasikan akan berdampak positif terhadap kemajuan pembangunan infrastruktur Aceh. Karena program MP3EI bukan hanya melahirkan dukungan bantuan keuangan bersumber dari APBN dan APBD, tetapi juga BUMN dan swasta untuk percepatan pembangunan di Aceh.

“Dana ada, tapi Pemerintah Aceh belum bekerja sungguh-sungguh sehingga rencana perluasan pembangunan ekonomi Aceh menjadi tersendat-sendat, tapi itulah Aceh,” ujar mantan Direktur Program Master Manajemen Unsyiah itu.

Disebutkan, Aceh sangat berbeda dengan Sumatera Utara. Begitu proyek pembangunan Kualanamu International Airport (KNIA) selesai, perusahaan kontraktor daerah yang terlibat di proyek itu tidak menunggu lama mendapatkan pekerjaan lain. Soalnya, telah menanti sejumlah proyek yang tak kalah besarnya dari proyek KNIA, seperti jalan tol Kualanamu-Tebingtinggi atau Medan-Binjai.

“Kedua proyek itu kini tengah dikerjakan dan tahun depan diperkirakan jalan tol kedua dan ketiga di Sumut bakal beroperasi,” sebutnya.

Menurutnya, potensi Aceh tidak kalah dengan daerah lain. Kalau kurang mampu mengerjakan proyek-proyek besar, sebaiknya Pemerintah Aceh memfokuskan diri pada pengembangan strategi dan kebijakan yang diletakkan pada program pertanian, pertambangan, energi, industri, kelautan, pariwisata, telematika, dan pengembangan kawasan strategis seperti Sabang.

“Banyak pihak mengatakan posisi Aceh sangat penting, karena memiliki cadangan sumber daya alam yang besar dan letaknya juga strategis di jalur transportasi dan perdagangan laut tersibuk kedua di dunia. “Jadi, apa salahnya kita menggarap sektor pertanian, kelautan, dan industri kreatif untuk mendukung pariwisata?!” tanya Mukhlis.(wol/aa/wsp/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Apresiasi IWABA, Wali Kota Buka Gerakan Bersihkan Pantai

BANDA ACEH, Waspada.co.id – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman membuka Gerakan Bersihkan Pantai Menghadap ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.