Newsticker
WOL / Aceh / Panglima TNI Ingatkan Kodim 0103/Aceh Utara Serius Hadapi Terorisme
WOL Photo/chairul sya'ban
WOL Photo/chairul sya'ban

Panglima TNI Ingatkan Kodim 0103/Aceh Utara Serius Hadapi Terorisme

LHOKSEUMAWE,WOL – Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, mengingatkan kepada seluruh bawahan maupun jajarannya khususnya Kodim 0103/Aceh Utara untuk harus lebih serius menghadapi terorisme. Salah satu caranya, aparat keamanan harus diberikan peralatan maupun perlengkapan yang lebih baik dari segi peralatan fisik maupun perlengkapan peraturan perundangan.

Dengan demikian, aparat Intelijen, aparat keamanan dan seluruh pemangku kepentingan di negara ini, bisa secara bersama-sama memberantas terorisme. Selain itu, dalam situasi darurat terorisme, pemerintah telah mengusulkan Revisi UU Anti Terorisme, untuk memberikan payung hukum bagi aparat negara dalam memberantas aksi-aksi terorisme.

Demikian hal itu tertuang dalam Amanat Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dibacakan oleh Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Kav Fadjar Wahyudi Broto saat memimpin upacara Bendera Merah Putih di lapangan Jenderal Sudirman, Lhokseumawe, Senin (17/07).

“ini jangan dianggap main-main, karena bahaya terorisme sungguh-sungguh nyata, bahkan Indonesia juga menjadi sasaran aksi-aksi terorisme. Kita mengalami sendiri, betapa aksi-aksi teror sekelompok orang yang diduga terkait jaringan ISIS belakangan ini makin sering terjadi,” ujar Jenderal Gatot dalam amanatnya.

Aksi-aksi itu, kata Gatot, sebenarnya menunjukkan adanya upaya dan perlawanan yang serius dari para teroris, untuk melemahkan mental aparat dalam menjaga keamanan serta keselamatan Bangsa dan Negara. Pemberantasan terorisme menurutnya tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus dilakukan secara total. Semua elemen bangsa, semua pemangku kepentingan negara, atas nama negara di bawah payung UU anti terorisme mampu berperang melawan terorisme.

“Tanpa adanya peranan dari seluruh elemen bangsa Indonesia, maka mimpi untuk membasmi kegiatan teror di Bumi Pancasila hanya akan berhenti dan menjadi sebuah konsep dan pemikiran di atas kertas semata. Sekali lagi saya tegaskan , terorisme adalah kejahatan terhadap negara,” tegasnya.

Dikatakan, apa pun yang akan diundangkan maka bagi TNI akan mengikuti segala ketentuan yang ada di dalam undang-undang. TNI, kata Gatot tidak boleh kalah dengan teroris dan TNI harus selalu siap dalam pemberantasan terorisme. Diperintah apa pun, TNI juga harus siap demi menyelamatkan anak cucu bangsa Indonesia.

Dalam hal ini Gatot melalui amanatnya juga mengingatkan kembali kepada prajurit tentang penggunaan media sosial. Bahkan, seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, saat ini telah muncul kelompok baru yaitu “Cyber Narcoterorism”.

Kelompok itu mengunakan dunia maya sebagai wahana untuk menyebarkan informasi yang sesat, mengedarkan dan menyalahgunakan narkotika yang hasilnya digunakan untuk membiayai kegiatan terorisme.

“Kejahatan lintas negara ini akan menjadi ancaman serius dan sangat berbahaya bagi peradaban suatu bangsa termasuk kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Kelompok “Cyber Narcoterorisme” mengunakan beragam situs terkemuka seperti you tube, twitter dan facebook untuk tujuan merebut pangsa pasar, penyebaran pemikiran, dorongan untuk mengikuti ajaran sesat tersebut, perekrutan dan berbagi informasi,” demikian kata Gatot.

Kepada seluruh Prajurit TNI dimanapun berada dan bertugas, ia berharap agar tidak risau dan tidak cemas dalam menyingkapi beberapa kejadian yang menimbulkan korban jiwa prajurit TNI.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Baca Juga

WOL Photo/Chairul sya'ban

Gajah Mati Kena Tembak Ditemukan di Aceh

TAKENGON, WOL – Kematian satwa liar dilindungi jenis gajah kembali ditemukan di Provinsi Aceh tepatnya ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.