Newsticker
WOL / Aceh / Panglima Sagoe Wilayah Peunaron Mengaku Rencanakan Penembakan
WOL Ilustrasi
WOL Ilustrasi

Panglima Sagoe Wilayah Peunaron Mengaku Rencanakan Penembakan

BANDA ACEH, WOL – Kepolisian Daerah Aceh berhasil menangkap dua terduga dari empat pelaku penembakan warga sipil yang terjadi di Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak, mengatakan dua terduga pelaku dari empat orang berhasil diringkus di Desa Paya Tenggar, Aceh Timur pada Minggu (19/03) dinihari pukul 02:00 WIB. Keduanya masing-masing AR (31) dan MJ (30), keduanya asal Aceh Timur.

Dalam pengakuannya kepada polisi, AR mengaku sebagai panglima Sagoe wilayah Peunaron. Ia merasa sakit hati terhadap Juman (51) korban penembakan yang mengejeknya dengan cara menari-nari dan menertawakannya usai rekapitulasi penghitungan suara di TPS pada Pemilukada 15 Februari lalu, yang menunjukkan paslon nomor urut satu menang di wilayah itu.

”Akibat ejekan itu, AR mengaku melakukan perencanaan penembakan terhadap korban (Juman, red). Perencanaan dilakukan di Pasir Putih Peureulak yang dihadiri oleh MJ dan dua pelaku lainnya yang kini DPO yakni CO dan ZF,” ujar Kapolda Aceh melalui Kabid Humasnya, Kombes Pol Goenawan kepada Waspada Online, Senin (20/03).

Selanjutnya, pada Minggu (05/03) dinihari pukul 02.30 WIB CO, ZF dan MJ melakukan penembakan terhadap korbannya. Pelaku saat itu menjalankan aksinya dengan mengendarai mobil Avanza bernopol BK 1191 IC yang dirental AR untuk digunakan sebagai kegiatan kampanye.

Sementara MJ, kepada Polisi mengakui telah ikut rapat rencana penembakan itu. Tak hanya itu, setelah melakukan penembakan MJ mendapat perintah untuk keluar dari Wilayah Aceh Timur. Namun ia tidak mengakui keterlibatannya di tempat kejadian perkara dalam insiden penembakan tersebut yang melukai dua warga sipil.

”Kesimpulan sementara menunjukkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan dan diduga keras penembakan dilakukan oleh AR selaku perencanaan dan pengatur penembakan tersebut. Sedangkan MJ bertindak sebagai pembantu dalam peristiwa itu,” tambah Goenawan.

Dalam hal ini Kepolisian setempat terus berupaya untuk memburu dua DPO, ZF dan CO yang menggunakan senjata api untuk menghabisi nyawa korban. Rencana tindak lanjut Polisi juga akan menyita barang bukti senjata api yang diduga masih disimpan oleh CO, melakukan penyitaan mobil Avanza dan memeriksa pemilik mobil.

”Kita tetap buru dua DPO tersebut. Saksi yang kita periksa sudah 19 orang, sedangkan korban atas nama Juman belum dapat dimintai keterangan karena luka tembak dibagian lehernya masih mengeluarkan darah pasca di operasi. Saksi juga merasa takut dengan alasan keluarga mereka berdomisili di Peunaron menjadi sasaran kelompok pelaku yang notabenenya eks kombatan GAM dan tergabung dalam Partai Aceh,” demikian Kombes Pol Goenawan menjelaskan.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Baca Juga

WOL Photo/Gacok

Abang Adik Dipenjarakan Orang Tuanya Curi Perhiasan Emas

MEDAN, WOL – Dua saudara kandung berinisial DP (18) dan DKP (16) warga Jalan Mesjid, ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.