Breaking News
Home / Aceh / Muspika Tindaklanjuti Konflik Berujung Pemblokiran Jalan Desa Paya Bateung
Ilustrasi
Ilustrasi

Muspika Tindaklanjuti Konflik Berujung Pemblokiran Jalan Desa Paya Bateung

LHOKSUKON,WOL – Camat Baktiya Barat, Edward BA, mengatakan pihaknya belum terima petunjuk dari Bupati Aceh Utara maupun BPMKS terkait adanya permasalahan di Desa Paya Bateung, Kecamatan Baktiya Barat yang berujung pemblokiran terhadap proyek tahap pertama (60) persen 2017.

Secara tertulis, pihaknya telah mengajukan surat tertanggal 27 Oktober 2017 dan tembusan kepada Kapolres Aceh Utara, Dandim Aceh Utara, Ketua DPRK Aceh Utara, dan Ketua DPMPPKB Aceh Utara. Kepada Waspada Online kemarin Rabu (8/11), Edward, membenarkan hal tersebut.

“Kami atas nama Muspika dan Pendamping Desa menindaklanjuti laporan tersebut dengan hadir ke lapangan tempat terjadinya hal dimaksud untuk selanjutnya mencari latar belakang masalah dan solusi bersama unsur Tuha Peut, tokoh dan perwakilan masyarakat di desa tersebut,” sebut Edward yang ditulis Waspada Online hari ini, Kamis (9/11).

Disebutkan, hasil dari temuan di lapangan pihaknya dapat menyimpulkan bahwa terjadinya pemblokiran jalan oleh sekelompok masyarakat di Desa Paya Bateung untuk menghadang mobil yang membawa sejumlah material pembangunan fisik yang dimaksud, sebelum pihak Pemerintahan desa memenuhi beberapa tuntutan dari kelompok masyarakat tersebut.

Adapun bentuk tuntutan diantaranya mendesak Geuchik untuk segera membuat SK TPK dari hasil kesepakatan masyarakat (dipilih oleh masyarakat) di desa tersebut. Kemudian mengukukuhkan kembali bendahara lama yang telah diberhentikan dari jabatannya oleh Geuchik. Karena kelompok masyarakat tersebut tidak mau menerima bendahara dan TPK yang baru terpilih di tahun 2017 dari hasil yang ditunjuk langsung oleh Geuchik.

Untuk meredam masalah tersebut maka pada tanggal 28 September 2017 Muspika dan Pendamping Desa mencoba untuk memediasi dengan menghadirkan Geuchik Desa dimaksud ke Kecamatan untuk menyampaikan tentang tuntutan dari kelompok masyarakat itu, sehingga pihak Geuchik mengambil kebijakan untuk memenuhi salah satu keinginan masyarakat dari dua poin yang menjadi tuntutan mereka.

Dalam hal ini, Geuchik Desa Paya Bateung, Muhammad, mengatakan turunnya Tuha Peut bukan disebabkan karena tidak percayanya masyarakat terhadap dirinya selaku Geuchik. Akan tetapi, kata dia, sekelompok masyarakat enggan menerima hasil keputusan yang sudah disepakati oleh Muspika dari hasil kebijakan yang diambil olehnya.

Pernyataan itu disampaikan sekaligus membantah pernyataan salah seorang masyarakat Paya Bateung, Yuswadi, sebagaimana yang pernah diberitakan sebelumnya. “Hasil kebijakan yang diambil oleh Geuchik yaitu membolehkan masyarakat memilih salah satu dari dua kewenangannya, bendahara atau TPK. Yang kedua, hal itu mutlak hak Geuchik sesuai dengan Perbup Nomor 42 Tahun 2017,” jelas Muhammad.

Akan tetapi, sambungnya, sekelompok masyarakat enggen menerima dan mereka tetap menuntut kedua hal tersebut yakni dipilih dan ditunjuk oleh masyarakat.

“Ini kan melanggar aturan bupati, makanya Tuha Peut mengundurkan diri. Buat apa ada kami selaku pemangku kepentingan masyarakat di Desa ini jika kebijakan yang kami sampaikan dari Muspika hasil kebijakan yang diambil oleh Geuchik ditolak mentah-mentah oleh masyarakat,” tegasnya.

Terkait hal ini, Kapolres Aceh Utara AKBP Ir. Untung Sangaji melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezky Kholiddiansyah yang dihubungi Waspada Online, Kamis (09/11), mengatakan pihaknya hingga hari ini masih melakukan penyelidikan.

Hal itu menjawab sebagaimana Geuchik yang bersangkutan menyerahkan lampiran surat perihal Pelaporan bernomor 118/2026/PB/2017 kepada Kapolres Aceh Utara, AKBP Ir. Untung Sangaji tertanggal 30 Oktober 2017 atas pemblokiran pengerjaan dana desa tahap 60 persen tahun 2017. “Masih dalam proses dan kita sedang bekerja dalam melakukan penyelidikan, benar atau tidaknya belum dapat dipastikan karena masih proses penyelidikan,” kata Rezky. (wol/chai/data1)

Editor: Agus Utama

Check Also

(WOL Photo/chairul sya'ban)

Wartawan dan Intel Kodim Temukan 2 Mortir Dipajang Depan Rumah Warga

LHOKSUKON, WOL – Dua unit benda diduga bahan peledak atau bom ditemukan tak sengaja oleh ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.