Newsticker
WOL / Aceh / Mukim Adalah Benteng Terakhir Kedaulatan Rakyat Aceh
Kota Banda Aceh (foto: ist)
Kota Banda Aceh (foto: ist)

Mukim Adalah Benteng Terakhir Kedaulatan Rakyat Aceh

BANDA ACEH, WOL – Mukim adalah benteng terakhir kedaulatan rakyat Aceh atas Sumber Daya Alam dan juga merupakan kesatuan masyarakat hukum adat di Aceh. Demikian hal ini disampaikan Presiden DPP Partai Atjeh Hijau (PAH), Zahrul SH, sehubungan Hari Kebangkitan Adat Nusantara 2017.

Bahkan menurut Zahrul, secara tegas Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat, beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana ditegaskan dalam pasal 18 B UUD 1945 dan serangkaian aturan turunannya.

“Berlandaskan semangat Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara yang diperingati setiap 17 Maret, kami meneguhkan sikap politik dan akan seterusnya berikhtiar guna memastikan kehidupan adat dan istiadat Aceh sebagai entitas khas sebuah bangsa yang bernilai strategis agar senantiasa lestari seumur masa,” jelas Zahrul kepada Waspada Online, Senin (20/3).

Ditambahkan, momentum Hari Kebangkitan Adat Nusantara 2017 ini beriring dengan dinamika politik Aceh kekinian, pihaknya menyeru tegas sembari mengajak seluruh khalayak untuk tersadar mendorong keberadaan entitas adat Aceh yakni MUKIM sebagai pemerintah yang berdaulat untuk dapat berdiri setegak dulu dengan penuh wibawa.

Selain itu menurutnya lagi, MoU Helsinki yang wujud sebagai konsensus politik yang lahir temasuk oleh karena dan atas nama perjuangan marwah Aceh termasuk harus berlumur darah, berikut Undang undang Nomor 11 tahin 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA) menegaskan klausul setentang Mukim sebagai entitas adat Aceh yang harus dipertahankan dan hidup sebagimana mestinya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, dunia juga telah dengan tegas bersepakat untuk menghormati. Dan karena itu memberi ruang penuh seraya ikut aktif melestarikan keberadaan dan kehidupan masyarakat adat di belahan dunia mana-pun.

“Hal Ini sebagaimana dipertegas dalam United NATION Declaration on the Right of Indigenous Peoples yang memberikan pengaturan internasional guna mengamankan hak-hak dasar masyarakat adat. Sayangnya, Mukim sebagai warisan adat yang paling kompleks dari para Indatu kita Aceh kini hidupnya antara ada dan tiada,” tambahnya kembali.(wol/chai/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Baca Juga

foto: okezone

“Idul Fitri Momentum Pererat Silaturahmi”

JAKARTA, WOL – Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, menyebutkan, hari ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.