Breaking News
Home / Aceh / Motif Dendam, Sopir Nekat Bunuh Satu Keluarga di Aceh
Istimewa
Istimewa

Motif Dendam, Sopir Nekat Bunuh Satu Keluarga di Aceh

BANDA ACEH, WOL – Kepolisian Daerah Aceh melalui jajarannya, Polresta Banda Aceh menggelar konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Kamis (11/01), atas kasus pembunuhan yang menewaskan satu keluarga etnis Tionghoa asal Medan, Sumatera Utara.

Tersangka pembunuhan, Ridwan (22), turut dihadirkan dalam konferensi pers tersebut. Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul, mengatakan pihaknya untuk sementara telah interogasi tersangka secara lisan.

Pengakuan tersangka, ia nekat menghabisi satu keluarga etnis Tionghoa tersebut karena merasa sakit hati setiap harinya dimarahi oleh korban yang merupakan majikan tersangka.

Pembunuhan Satu Keluarga di AcehAksi nekat itu dilakukan oleh tersangka sendiri pada Jum’at (05/01) sekira pukul 15.00 WIB, dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau.

Tersangka Ridwan sehari-harinya bekerja pada korban sebagai sopir kendaraan usaha kelontong.

“Kurang lebih dua atau tiga bulan tersangka bekerja sebagai sopir kendaraan usaha kelontong. Motif sementara, tersangka sakit hati karena dimarahi terus oleh korban sehingga melakukan pembunuhan itu dengan sendirinya,” jelas Kombes Pol Misbahul, didampingi Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Teuku Saladin.

Dijelaskan, dalam menjalankan aksinya tersangka terlebih dahulu menghabisi Tjisun alias Asun (45), kemudian menghabisi Minarni (40), terakhir Callietos NG (8). Asun merupakan suami dari Minarni, dan anaknya Callietos NG. Jasad Minarni, ditemukan dalam keadaan tanpa busana dan luka akibat benda tajam di bagian leher.

Terhadap korban wanita itu, polisi juga masih mendalami untuk mengungkap apakah adanya unsur pemerkosaan atau tidak.

“Korban wanita, sampai saat ini masih dalam pendalaman untuk mengungkap adanya unsur pemerkosaan atau tidak. Jasad ketiga korban juga tidak diautopsi, dan hanya dilakukan visum luar saja. Jadi ketiga korban ini adalah satu keluarga, yaitu suami, istri, dan anak,” jelasnya kembali.

Ditambahkan, kronologis penangkapan tersangka pengejaran dilakukan mulai dari Aceh wilayah Barat, Selatan, hingga ke wilayah hukum Polres Deliserdang jajaran Polda Sumatera Utara. Koordinasi antara Polda Aceh dengan Polda Sumatera Utara terus dilakukan setelah diketahui bahwa tersangka sedang berada di wilayah hukum Polres Deliserdang tepatnya di Bandara Kualanamu.

Dalam hal penangkapan, tersangka saat itu sedang bersama temannya dan kini ikut ditahan di Mapolresta Banda Aceh untuk pemeriksaan. Kepolisian juga tidak menemukan barang bukti berupa barang milik korban maupun benda tajam dari tangan tersangka saat proses penangkapan tersebut.

“Barang bukti yang diamankan saat penangkapan tidak ada, karena akan didalami lebih lanjut. Setiba di Banda Aceh siang tadi, tersangka juga belum dilakukan pemeriksaan,” tukas Misbahul.

Pihaknya akan terus melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut atas kasus pembunuhan yang menewaskan satu keluarga etnis Tionghoa asal Medan, Sumatera Utara, termasuk menjemput sepeda motor korban yang digunakan tersangka kabur ke Aceh Jaya.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Tumpal Hahotan Sinaga  didampingi istrinya Jarmin Simanullang warga Jalan Binjai Km 13, Desa Muliorejo, Dusun IX, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, mengaku betornya lewong.(WOL Photo/Gacok)

Maling Betor Marak di Medan

MEDAN, WOL – Aksi kejahatan sasaran becak bermotor (betor) merek TVS, Honda Win, dan Verza ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.