Breaking News
Home / Aceh / Miris! Kisah Shanti Dalam Kemiskinan, Sebatangkara dan Gangguan Jiwa
WOL Photo/chairul sya'ban
WOL Photo/chairul sya'ban

Miris! Kisah Shanti Dalam Kemiskinan, Sebatangkara dan Gangguan Jiwa

LHOKSUKON,WOL – Kisah Ainsyah (42), menarik perhatian sejumlah pemuda yang tergabung dalam Ikatan Masyarakat Aceh Membangun (IMAM). Ainsyah adalah nama lengkapnya, namun warga memanggilnya dengan sebutan Shanti. Ia tercatat sebagai warga Dusun Blang Asan Desa Seuneubok Baro, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara.

Kondisi kehidupannya sangat memprihatinkan, hidup miskin, sebatangkara, bahkan mengalami gangguan kejiwaan. Disebuah rumah yang sudah reot tidak dilengkapi listrik bahkan menunggu waktu untuk roboh, ia tempati sendiri setelah suaminya yang ketiga dikabarkan meninggal dunia belum lama ini.

Penelusuran Waspada Online, Shanti mulai mengalami gangguan kejiwaan sejak bercerai dengan suami pertamanya. Dari pernikahan dengan suami pertamanya ia memiliki seorang anak perempuan. Tak sampai disitu, dalam kondisi kejiwaan yang mulai terganggu, ia dinikahi oleh seorang pria tua dan memiliki dua orang anak, lalu cerai.

Anak pertamanya dari suami kedua kini tumbuh menjadi gadis dan ikut bersama sang ayah, sedangkan putrinya yang kedua dari suami tersebut kini diadopsi warga setempat dan mulai bersekolah di tingkat Dasar. Cerai dari suami kedua, ia dinikahi dengan seorang kakek, kali ini tidak dikaruniai anak. Tak lama setelah itu, warga mendapat kabar bahwa suami Shanti yang ketiga sudah meninggal dunia.

Rombongan IMAM mendatangi kediaman Shanti, Rabu (07/02) siang, setelah pihaknya mendapatkan laporan bahwa di Desa Seuneubok Baro terdapat seorang wanita yang hidup dalam kemiskinan, sebatangkara dan gangguan jiwa. Suasana haru berlangsung beberapa saat setibanya di kediaman Shanti, semua terdiam dan mata menatap tajam kearah rumah Shanti yang sangat memprihatinkan.

Sontak semua kaget ketika mendapati penghuni rumah yang duduk setengah busana di sudut dalam rumahnya, ya siapa lain kalau bukan Shanti wanita yang sebelumnya pernah normal dan berparas cantik. Kedatangan rombongan IMAM turut didampingi Geuchik setempat, Ismail Husen, dan Kepala Dusun Blang Asan, Jhon Junaidi.

“Sungguh miris kondisinya, sangat memprihatinkan. Sebagai bentuk kepedulian sesama manusia, kita sudah sewajarnya membantu yang bersangkutan semampu kita. Coba lihat, rumahnya saja sudah reot begini, kita harus saling bahu membahu membantunya semampunya kita,” ujar Ketua IMAM, Safrijal seraya menunjukkan rumah reot Shanti, sedih dan miris.

Tak ada yang terlihat istimewa didalam rumah tersebut, hanya penghuni sang Shanti. Jangankan itu, untuk tidur saja dia hanya mengandalkan empat lembar papan yang dibuat seperti meja makan. Rumahnya dipenuhi sarang laba-laba, sampah pada berserakan dalam rumah itu, ya maklum saja karena sang penghuni mengalami gangguan jiwa.

“Sudah saatnya kita bantu, hari ini saya bersama anggota IMAM lainnya mendatangi kediaman kak Shanti sebagai laporan yang saya terima sebelumnya. Geuchik dan Kepala Dusun turut mendampingi kita, sementara untuk hari ini kami hanya membawakan segumpal makanan siang. Pun tak sampai disini saja, besok kami akan membahas soal ini bersama Muspika Cot Girek untuk upaya kedepan bagaimana yang harus kita lakukan” tambah Safrijal.

Geuchik setempat, Ismail Husen disampingi Kepala Dusun, Jhon Junaidi, mengatakan kondisi Shanti memang sudah selayaknya untuk dibawa ke RSJ Banda Aceh, akan tetapi untuk upaya semacam itu pihaknya akan membicarakan dengan abang kandungnya di Lhoksukon. Bahkan sebelumnya salah satu pihak keluarga Shanti menyetujui rencana itu.

“Soal upaya rujuk ke RSJ sebelumnya sempat dilakukan, namun gagal karena salah pengetikan nama suami di Kartu Keluarga. Yang disebutkan dalam kartu itu hanya suami yang kedua, lalu suaminya yang ketiga marah karena bukan nama dia yang disebut sehingga ditolak untuk dirujuk. Nah sekarang, kita upayakan lagi karena Shanti kini sebatangkara tak ada yang mengurusnya,” kata Ismail.

Menanggapi hal ini, Camat Cot Girek, Usman K membenarkan kalau Shanti sebelumnya diupayakan untuk dirujuk. “Saya masih di Banda Aceh membahas jalan rusak Lhoksukon-Cot Girek dengan Ketua DPR Aceh. Terkait Shanti, sebelumnya sudah diupayakan namun salah pengetikan nama suami. Besok Insyaallah saya bahas soal ini bersama rekan-rekan IMAM, kita cari solusi apa yang harus kita lakukan,” demikian Usman saat dihubungi Waspada Online.

Unsur pemuda yang tergabung dalam IMAM bersama aparatur desa Seuneubok Baro berharap agar kondisi miris yang dialami Shanti mampu diatasi, paling tidak untuk perawatan ke RSJ Banda Aceh. Semoga……!(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo/Chairul Sya'ban

Warga Protes, Jalan Lhoksukon-Cot Girek Diblokir

LHOKSUKON, WOL – Kerusakan jalan yang menghubungkan Kecamatan Lhoksukon dan Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.