_
Home / Aceh / Mantan Danjen Kopassus Bantah Putrinya Jadi Isteri Muallem
WOL Photo

Mantan Danjen Kopassus Bantah Putrinya Jadi Isteri Muallem

LHOKSUKON, WOL – Mayjen TNI (Purn) Soenarko, membantah putrinya termasuk salah satu isteri calon Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Muallem yang juga mantan Panglima GAM. Ia merasa telah difitnah oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, untuk itu ia menyatakan kalau isu yang mengarah pada anaknya itu adalah fitnah dan bohong.

“Omong kosong itu, kemarin saya juga sudah sampaikan bantahan itu dalam konferensi pers di Lhokseumawe. Itu fitnah, dan saya juga heran kenapa bisa ada isu semacam itu,” ujar Soenarko, mantan Danjen Kopassus dan Pangdam IM, Selasa (07/02) yang kini Juru Kampanye Paslon Gubernur Aceh Nomor Urut Enam.

Kepada Waspada Online, purnawirawan jenderal bintang dua ini juga mengaku kalau isu bohong itu memang sudah lama terdengar atau sudah lebih setahun. Menyangkut persoalan itu, menurutnya, tidak perlu mengambil tindakan apapun karena isu yang tidak jelas. Kendati demikian, ia sempat kecewa atas isu yang mengarah pada anaknya.

“Saya heran, kok ada isu semacam itu ya. Dan sepengetahuan saya isu itu sudah cukup lama, mungkin kurang lebih sudah satu tahun lebih. Isunya juga tidak jelas, dan saya rasa tidak perlu untuk mengambil tindakan apapun,” jelasnya dengan tegas.

Di lain hal, ia membeberkan alasannya bergabung pada paslon Gubernur Aceh nomor urut enam yakni Drh Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah. Sebelumnya, pada periode 2012 ia sempat menjadi Jurkam paslon Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf. Dalam hal ini, ia mengimbau masyarakat Aceh tidak salah pilih dalam menentukan pilihannya mencari pemimpin yang cerdas.

“Zaini Abdulah dan Muzakir Manaf yang sudah saya dukung satu periode bukan bertambah maju Aceh, malah semakin hancur. Saya salah pilih, maka saya sekarang bergabung dengan Irwandi Yusuf, dan saya juga dipercayakan oleh Partai Nasional Aceh (PNA) jadi sebagai pembina, penasehat dan juga sebagai juru kampanye pada pilkada tahun ini,” jelasnya kembali.

Dirinya mengajak untuk memilih pemimpin yang berpendidikan, punya nyali, pintar, dan ulet dalam menghadapi permasalahan ke depan.

“Bila kita cari pemimpin yang bodoh kita mudah sekali diombang-ambingkan. Semua hasil bumi Aceh seperti padi, sawit, karet, pinang tidak pernah di ekspor melalui Aceh, namun semua hasil bumi diekspor melalui Medan (Sumatera Utara),” tukasnya.(wol/chai/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Keluarga Waspada Group Ziarah Makam Pendiri

MEDAN, Waspada.co.id – Sebelum menggelar resespi HUT ke-72 Harian Waspada, keluarga besar Waspada Group ziarah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.