Home / Aceh / Kisah Nek Mun Bertahan di Gubuk Pelepah Rumbia Pasca Pembongkaran Rumah Lamanya
(WOL Photo/chairul sya'ban)

Kisah Nek Mun Bertahan di Gubuk Pelepah Rumbia Pasca Pembongkaran Rumah Lamanya

LHOKSUKON, Waspada.co.id – Kisah Nek Habsyah (75), kini viral di jejaring media sosial bahkan menarik perhatian sejumlah pihak dan menjadi perbincangan hangat untuk saling bahu membahu dalam upaya membantu nenek tiga anak yang malang ini.

Ia tercatat sebagai salah satu warga miskin di Dusun Blang Asan Desa Seuneubok Baro, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara. Bersama putra bungsunya, Nek Habsyah atau yang akrab disapa Nek Mun oleh tetangganya, memilih untuk bertahan di ‘istana’ pelepah rumbia tersebut. Lantas, seperti apa asal usul sehingga nenek ini menempati gubuk itu?

Pada Senin pagi (24/09) Waspada Online kembali mendatangi kediaman Nek Mun. Kali ini, didampingi putranya Nek Mun, Maimun (35) dan Kepala Dusun setempat, Jhon Junaidi. Turut menjelaskan semua awal mula warga miskin ini menempati gubuk pelepah rumbia itu.

Disebutkan oleh Maimun , ia bersama ibunya awalnya menempati rumah bantuan yang terbangun dari kontruksi kayu sejak tahun 2001 silam. Lalu, lama kelamaan rumah itupun lapuk dimakan usia sehingga pada tahun 2017 memilih untuk dibongkar.

“Kasihan ibu sering sendirian di rumah, rumah bantuan yang dibangun tahun 2001 kondisinya mulai tak layak lagi untuk dipakai setelah memasuki tahun 2015. Nah, pada tahun 2017 saya bongkar rumah itu karena takut ambruk ketimpa ibu kalau sendirian nanti,” ujar Maimun.

Kondisi rumah yang mulai tak layak lagi untuk ditempati, pada tahun 2017 ia bongkar. Kondisi rumah saat itu terdapat beberapa tiang penyangga yang sudah patah sehingga sempat ditumpang menggunakan kayu lain, akan tetapi semakin lama semakin lapuk.

Setelah dibongkar, ia bersama ibunya menumpang dirumah sang kakak (anak perempuan Nek Mun) yang nasibnya juga tak jauh beda dengan Nek Mun. Seiring berjalannya waktu, ia mengumpulkan beberapa sisa kayu rumah untuk mendirikan kamar tidur yang disekat dengan rumah Narsiah.

Tak lama setelah itu atau dua bulan yang lalu, Maimun bersama Nek Mun mendirikan gubuk dari pelepah rumbia yang ukurannya hanya sekitar tiga meter saja. Di gubuk itulah kini Nek Mun bertahan hidup, terkadang sering juga bermalam dirumah tetangga jika tidak memungkinkan untuk pulang kerumah anak perempuannya.

“Saya takut terjadi apa-apa karena kondisi rumah tak layak lagi dan ibu sering sendirian dirumah, sementara saya sering sibuk di luar untuk mencari nafkah sebagai kernet mesin Chainsaw. Maka rumah itu saya bongkar, dan mendirikan gubuk ini,” tukas Maimun.

Kepala Dusun Blang Asan, Jhon Junaidi, mengatakan pada tahun 2015 lalu dirinya telah mendata rumah Nek Mun untuk selanjutnya diusulkan agar mendapatkan rumah yang layak. “Nek Mun ini salah satu warga miskin di desa kita dan layak untuk dibantu, tahun 2015 sudah saya data untuk diusul,” ujar Jhon.

Dirinya juga membenarkan kalau Nek Mun pada tahun 2001 silam pernah mendapatkan rumah bantuan, namun karena sudah lapuk dimakan usia maka rumah itupun dibongkar. “Jadi, sejak dua bulan belakangan ini Nek Mun menempati rumah pelepah rumbia karena rumah sebelumnya tak layak lagi dan dibongkar,” tukas Jhon Junaidi.(wol/chai/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kapolres Berikan Bantuan di Sejumlah Masjid Belawan

MEDAN, Waspada.co.id – Polres Pelabuhan Belawan memberikan bantuan ke sejumlah masjid di Belawan. Pantauan Waspada ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: